PMK Belum Tuntas, Kini LSD Ancam Sapi di Jawa Timur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan sapi yang terpapar LSD.
Penampakan sapi yang terpapar LSD.

i

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo - Penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mewabah di Jawa Timur belum sepenuhnya teratasi. Kini peternak sapi Jatim kembali diresahkan dengan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Penyakit ini mulai menjalar pada sapi-sapi di Kabupaten Ponorogo.

Dari data di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, tercatat ada 3 Sapi potong di Ponorogo yang terjangkit LSD. Kasus ini terjadi di Desa Wotan Kecamatan Pulung, Desa Jenangan Kecamatan Sampung, dan Desa Ngadirojo Kecamatan Sokoo.

"Tiga yang dilaporkan tersebut sapi potong semua," ujar Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun, Jumat (10/02/2023).

Kendati demikian, Masun mengungkapkan kategori paparan LSD di 3 Kasus itu masih stadium awal, dan sudah ditangani pihaknya.  "Masih stadium awal, saat ini proses pengobatan," ungkapnya.

Pihaknya menduga 3 sapi terpapar LSD itu, berasal dari luar daerah. Dimana sejumlah kabupaten tetangga Ponorogo kasus LSD tengah tinggi. Terlebih mobilisasi ternak sapi dari luar daerah masuk ke Ponorogo masih tinggi hingga kini.  "Daerah tetangga kita saat ini tinggi LSD, apalagi lalu lintas agak terbuka," tambahnya.

Lebih jauh, Masun mengaku pihaknya kini tengah berkordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menerapkan pembatasan wilayah, untuk memfilter sapi luar masuk ke Ponorogo.

"Kita masih nunggu dulu dari Provinsi seperti apa teknisnya. Tapi ini masih kita lakukan kordinasi dulu seperti apa mekanisme nya," pungkasnya.

 

Menyerang Produktivitas Sapi

Berdasarkan penelusuran Surabayapagi, penyakit LSD adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox. Penyakit LSD menyerang hewan sapi, kerbau dan beberapa jenis hewan ruminansia liar.

Meskipun tidak bersifat zoonosis atau tidak menular kepada manusia, namun LSD menimbulkan kerugian yang besar.

Kerugian yang ditimbulkan berupa kehilangan berat badan, karena hewan tidak bernafsu makan, kehilangan produksi susu, mandul pada sapi jantan dan betina, keguguran dan kerusakan pada kulit.

Sapi yang terserang LSD menunjukkan beberapa gejala seperti demam, timbulnya benjolan-benjolan pada kulit dengan batas yang jelas, sehingga penyakit ini bisa juga dinamai penyakit kulit benjol, keropeng pada hidung dan rongga mulut dan pembengkakan pada kelenjar pertahanan.

 

Penularan LSD

Penularan penyakit dari satu hewan ke hewan lain terjadi melalui beberapa jalur, yaitu:

1. Ditularkan oleh serangga penghisap darah, seperti nyamuk, caplak dan lalat

2. Kontak langsung antara hewan sakit dan hewan yang sehat

3. Penularan dari induk yang sakit kepada anak di dalam kandungan dan melalui air susu

4. Melalui jarum suntik yang tidak steril dan digunakan berulang.

5. Pakan dan air minum yang tercemar ludah hewan yang terinfeksi.

Perpindahan / lalu lintas hewan ke daerah lain sangat mempengaruhi penyebaran penyakit ke wilayah yang lebih luas. Lebih dari 45% kelompok ternak dapat terinfeksi dengan tingkat kematian mencapai 10% (Naipospos, 2021).

 

Ditemukan di Zambia

LSD pertama kali ditemukan di Zambia, Afrika pada tahun 1928. Penyakit menyebar sampai ke afrika utara (1980) dan ke Mesir (1988) kemudian ke Israel dan timur tengah (1988), dan menjadi wabah di timur tengah pada tahun 2006 dan 2007. Kemudian tahun 2012, LSD menyebar ke Yunani dan Bulgaria dan Balkan. Terus masuk ke Eropa dan menjadi wabah pada tahun 2018.

Menurut Badan Pangan Dunia, Food and Agriculture Organization  (FAO), penyakit LSD sudah sampai di Asia. Negara pertama Asia yang tertular adalah Bangladesh (Juli 2019), kemudian India dan China (Agustus 2019). Selanjutnya Taiwan (Juli 2020), Vietnam (Oktober 2020), Thailand (Mei 2021), dan Malaysia (Juni 2021).

Dengan sudah tertularnya negara-negara tetangga dekat dengan Indonesia, maka LSD sudah menjadi ancaman bagi Indonesia sehingga Indonesia perlu mewaspadai penyakit lumpy skin diseases (LSD). pan/ham

Berita Terbaru

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Kegiatan Donasi Melibatkan Hewan di Tempat Wisata

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Kegiatan Donasi Melibatkan Hewan di Tempat Wisata

Senin, 28 Sep 2026 14:51 WIB

Senin, 28 Sep 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral kondisi kucing donasi yang lemas dan tampak tidur terus kini menjadi sorotan. Menindaklanjuti kejadian…

Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP

Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP

Senin, 28 Sep 2026 13:59 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam memperkuat karakter kemanusiaan generasi muda sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah…

Tahun Depan, Pemkot Wacana Samakan Pakaian Batik dan Olahraga Sekolah Negeri

Tahun Depan, Pemkot Wacana Samakan Pakaian Batik dan Olahraga Sekolah Negeri

Senin, 28 Sep 2026 13:53 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyamakan pakaian batik dan olahraga untuk siswa SD dan SMP negeri.…

Atasi Masalah Sampah, Pemkab Magetan Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan Sejak Dini di Sekolah

Atasi Masalah Sampah, Pemkab Magetan Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan Sejak Dini di Sekolah

Senin, 28 Sep 2026 13:47 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam menangani permasalahan sampah daerah, Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat menyoroti bagaimana budaya masyarakat di…

Bertabur Seniman Kreatif, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-30 Masuk KEN 2026

Bertabur Seniman Kreatif, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-30 Masuk KEN 2026

Senin, 28 Sep 2026 13:46 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama 6 hari berturut-turut, Pemkab Trenggalek sukses menggelar Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30, dengan…

Penderita ISPA di Trenggalek Mulai Naik, Dinkes Catat Tembus 12.809 Orang

Penderita ISPA di Trenggalek Mulai Naik, Dinkes Catat Tembus 12.809 Orang

Senin, 28 Sep 2026 13:36 WIB

Senin, 28 Sep 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Hingga minggu ke-36 tahun 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten…