Klub motor gede (moge) pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bernama Belasting Rijder kini sudah dibubarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Apa arti "Belasting Rijder"?
JAKARTA, Koresponden Erick Kresnadi
Dalam penelusuran Surabaya Pagi, Senin (27/2/2023), di mesin pencari Google, Belasting Rijder diambil dari bahasa Belanda. Belasting adalah pajak, sementara Ridjder berarti pengendara atau biker. Sehingga secara harfiah Belasting Rijder memiliki arti para pengendara dari orang pajak atau bila dirangkum artinya "Nunggangi Pajak". Wowww
Saat itu akun Resmi Komunitas Motor 'Belasting Rijder' foto/video ada yang menarik.
Akun repost dengan follow&tag; Untuk registrasi anggota silakan DM kami," tulis akun Instagram @belastingrijder yang kini sudah tidak tersedia.
Jika ditelusuri di Instagram menggunakan tagar Belasting Rijder, masih ada beberapa akun yang mengunggah keseruan touring motor ke beberapa daerah. Bahkan, klub motor tersebut tersebar di berbagai penjuru, seperti Riau, Medan, dan beberapa kota besar lainnya.
Sisa-sisa Eksistensi Belasting Rijder
Klub Belasting Rijder regional tampak menggunakan kode kantor pelayanan pajak (KPP) masing-masing daerah, seperti Belasting Rijder 040 yang berasal dari Riau hingga Belasting Rijder 046 dari Cianjur.
Tak hanya di Instagram, sisa-sisa eksistensi Belasting Rijder juga tampak di Facebook. Ada grup khusus yang menampung para anggota klub moge DJP tersebut dengan nama 'Belasting Rijder'.
"Komunitas motor yang mewadahi pegawai DJP ini mempunyai hobi motor. Komunitas ini tidak memandang jabatan, merek motor, cc motor, jenis motor, suku, agama, ras, dan antar golongan," tulis deskripsi grup tersebut yang sekarang sudah tidak bisa diakses.
Ada juga salah satu pengguna Facebook yang mengaku sebagai anggota Belasting Rijder DJP. Ia menjelaskan klub motor ini adalah komunitas bagi para pegawai DJP, baik aktif maupun mantan pegawai.
"Sebagai pegawai yang sehari-hari menggunakan motor, saya pun terdaftar sebagai anggota Belasting Rijder," tutur salah satu akun Facebook yang mengaku sebagai anggota Belasting Rijder.
Aktivitas Touring ke Sukabumi
Momen touring para anggota Belasting Rijder juga tersebar di YouTube. Salah satu video menampilkan aktivitas touring para anggota ke Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat.
Video tersebut terbagi ke dalam dua bagian, masing-masing sekitar tiga menit. Video tersebut tercatat sudah diunggah sejak 11 Oktober 2018.
Sejatinya masih banyak video touring lain dari Belasting Rijder, mulai dari jalan-jalan ke Purwokerto (Belasting Rijder 532) hingga aksi motoran di Bali (Belasting Rijder 908).
Dirjen Pajak Suryo Utomo
Sejauh ini klub "Belasting Rijder" masih dikenal sebagai kumpulan penggemar motor di Direktorat Jendral Pajak atau DJP. Hampir seluruh pegawai di DJP yang hobi mengendari motor masuk dalam perkumpulan ini yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia.
Dan ternyata Belasting Rijder memiliki banyak akun media sosial termasuk akun-akun di daerah.
Salah satunya adalah Instagram namun kini sudah lenyap.
Para Pejabat di Ditjen Pajak anggota klub i diketahui ada yang melaporkan kepemilikan moge dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Misalnya, Dirjen Pajak Suryo Utomo yang memiliki Harley Davidson Sportster Tahun 2003.
Selain Suryo Utomo, ada juga pejabat lainnya yang diketahui memiliki moge yaitu Hestu Yoga Saksama, Direktur Peraturan Perpajakan I. Hestu Yoga dilaporkan memiliki Motor Honda Rebel CMX500.
Artinya Penunggang Pajak
Akun @BonnieTriyana, yang juga sejarawan menilai nama klub tersebut norak. Ia turut menjelaskan arti kata Belasting Rijder.
"Norak juga sih. Lagipula 'Belasting Rijder' itu bias juga diartikan dalam bahasa Belanda-nya 'penunggang pajak'. Mungkin maksudnya 'Belastingdienst Motor Club' atau 'Belastingdiesnt Motorrijders Club'. Etapi udah benar kali deng maksud mereka 'nunggangin pajak' (orang)." cuit @BonnieTriyana.
Maka itu ada satu netizen, akun @yoyen di Twitter mengaku heran ada klub moge petinggi kantor pajak menggunakan nama "Belasting Rijder."
"Beneran ada klub moge untuk petinggi kantor pajak namanya Belasting Rijder?" cuit @yoyen, sebagaimana dikutip Senin (27/2/2023).
Geng Motor Dirjen Pajak
Menurut dia konotasi belasting rijder bisa menjadi negatif. Pasalnya, belasting berarti pajak dalam bahasa Belanda, sementara rijder dapat diartikan penunggang.
Sementara akun lainnya, @ubegebe1, menilai nama klub moge DJP Belasting Rijder sangat bernada kolonial. Ia menyebut banyak perlawanan masyarakat Hindia Belanda karena kata ini.
"Jujur, gue agak kesel kata belasting dipakai buat komunitas riding @DitjenPajakRI. Ga sensitif sejarah," cuit ubegebe1.
Juga Akun @_haye menilai nama yang digunakan klub motor DJP ini juga sesuatu yang konyol.
"Memberi nama dengan nuansa kolonial untuk Geng Motor Dirjen Pajak ini beneran konyol. Susah menggambarkan sebelnya," cuit @haye.
Ada netizen yang menilai nama komunitas tersebut sudah mengandung arti negatif, di mana dituding sebagai representasi arogansi pejabat DJP yang mengendarai hasil penerimaan pajak.
Keberadaan Belasting Rijder kini hilang ditelan bumi setelah ultimatum Sri Mulyani, untuk bubar. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham