Ramaikan Pasar Turi Baru, UMKM Surabaya Dapatkan Wadah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 03 Apr 2023 13:01 WIB

Ramaikan Pasar Turi Baru, UMKM Surabaya Dapatkan Wadah

i

Stand pedagang busana di Pasar Turi Baru, Surabaya, Minggu (2/4). Foto: SP/Timotius Devan.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Strategi Pemerintah Kota Surabaya untuk meramaikan kembali Pasar Turi Baru (PTB) per tanggal 1 April 2023 mulai berjalan, terlihat dari pantauan tim Surabaya Pagi di lapangan pada Minggu (2/4) siang, lantai 4 PTB yang minggu lalu terlihat lengang kini mulai ramai. Beberapa stand yang saat itu terlihat tak terjamah, kini penuh teriakan seorang penjual busana wanita yang menjajakan dagangannya.

Seperti yang diperintahkan dan dijanjikan oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi, mulai 1 April ini dia meminta seluruh stand yang ada di PTB untuk buka serentak. Pasalnya, ia berencana untuk membuat momen besar, bahkan minggu lalu pihaknya bersama manajemen PTB dan perwakilan pedagang sepakat untuk meminjamkan stand yang memang belum bisa buka, untuk dipinjamkan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk mendukung rencana kembali bangkitnya PTB.

Baca Juga: Pengunjung Pasar Turi Baru Surabaya Tunjukkan Tren Kenaikan

“Setelah tanggal 1 April, parkir akan digratiskan event-event Pemkot akan saya letakkan di sana. Sehingga akan menarik orang untuk datang sampai dengan Hari Raya Idul Fitri," terang Cak Eri pada kesempatan audiensi bersama manajemen PTB dan perwakilan pedagang di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Jumat (24/3/2023) minggu lalu.

 

Perpanjangan Sewa Stan sampai Sistem Reward and Punishment

 

Dalam acara audiensi dengan pedagang dan manajemen PTB sebelumnya, Eri menjelaskan tentang penegasan perpanjangan sewa stan pedagang selama 25 tahun terhitung sejak bulan Juni 2022, namun perpanjangan ini hanya berlaku bagi para pedagang yang mulai buka serentak per tanggal 1 April.

"Hitungannya sejak mereka masuk, berarti mereka harus buka. Kalau dia tidak buka berarti tidak masuk, kami juga tidak bisa kasih perpanjangan 10 tahun," ucapnya.

Tidak hanya itu, bagi pedagang yang tidak buka per tanggal 1 April bukan hanya tidak mendapat perpanjangan masa pakai stan selama 10 tahun, tapi mereka juga harus membayarkan denda sebesar Rp. 50 ribu per minggu dan tetap membayar biaya service charge dan listrik. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh General Manager (GM) Pasar Turi Baru Teddy Supriyadi.

“Bagi pemilik stan yang sudah buka pasti akan dapat reward dari Pemkot selaku pemilik tanah, yaitu perpanjangan sewa, tapi yang belum buka ini selain tidak dapat perpanjangan dari pak Wali, juga ada sanksi dari manajemen, yaitu denda Rp. 50 ribu itu dan harus tetap membayar biaya service dan listrik. Tujuan kami sama dengan pak Wali, hanya ingin PTB ini cepat ramai lagi, jadi denda ini semoga jadi dorongan agar para pedagang mau segera membuka stan mereka,” jelasnya.

 

Pedagang Mulai Membuka Stan hingga UMKM Mulai Masuk

 

Salah satu pedagang busana wanita di lantai 4 PTB yang bernama Endah Malik Kadir mengaku bahwa dirinya merasa sangat senang dengan usaha Pemkot dan manajemen PTB untuk meramaikan pusat perbelanjaan ini. Menurutnya, PTB memiliki potensi tinggi untuk memajukan UMKM di Surabaya, sebab baginya PTB ini adalah ikon milik orang-orang Surabaya. 

“Menerima UMKM ini keren bange, karena memberi ruang dan sarana kepada teman-teman pedagang lain yang mungkin kurang mampu dari segi modal. Sebab, PTB ini milik arek-arek suroboyo, jadi tindakan pemkot ini sangat bagus karena sudah memberi kemudahan bagi mereka yang memang serius berdagang untuk memajukan perekonomian,” ujar Endah, Minggu (2/4).

Baca Juga: Pedagang Pasar Turi Baru yang Buka Stan 31 Mei 2023, Diberi Perpanjangan Gratis 25 Tahun

Endah sendiri mengaku sejak hari Sabtu kemarin lantai tempatnya berjualan mulai terlihat hidup, mulai ada beberapa kelompok pengunjung yang datang dan melihat-lihat dagangannya. Hal ini pun membuatnya yakin jika kedepannya PTB akan kembali ramai dikunjungi warga.

“Sejak saya buka di sini, saya selalu coba promosikan dagangan saya dengan cara apapun, entah itu online maupun langsung. Apalagi sejak kemarin mulai banyak yang buka akhirnya ada beberapa pengunjung yang datang. Saya coba lakukan promosi langsung dengan cara teriak. Entah yang bawah dengar atau tidak, yang penting tempat saya jualan ini ramai dulu,” tegasnya.

Tak jauh dari stan milik Endah, terlihat sebuah stan yang cukup sederhana tapi menampilkan berbagai macam busana wanita. Stan tersebut milik Sigit Widodo, salah satu pelaku UMKM yang mendapat tawaran dari Pemkot Surabaya untuk membuka lapaknya di PTB lantai empat.

Sigit selama ini menjajakan dagangannya dengan cara online maupun grosiran dari rumahnya di Kecamatan Pakal, Surabaya. Dirinya merasa kesempatan untuk berdagang di PTB ini cukup menarik, sebab tawaran yang diberikan cukup menguntungkan baginya.

“Dengan gratis sewa selama satu tahun, diskon biaya service charge dan subsidi biaya listrik ini buat saya cukup menguntungkan, karena memang sebelumnya saya tidak punya tempat,” ucap Sigit.

Ia mengaku ingin melihat lebih jauh tentang peluang berdagang di PTB ini, terutama selama bulan Ramadhan ini. Namun, Sigit optimis dengan adanya program dari Pemkot untuk UMKM di PTB ini membawa dampak yang baik. Bahkan, dirinya sudah mendapat satu pelanggan baru di hari pertama buka kemarin.

“Kalau memang UMKM di Surabaya serempak buka di lantai empat ini kan pasti membawa dampak bagi pedagang lain juga, karena menurut saya setiap UMKM pasti memiliki pasarnya sendiri. Katakana jika satu UMKM membawa 10-15 pelanggan ke sini, otomatis beberapa pelanggan itu juga mampir ke toko milik UMKM lain.” terangnya.

Baca Juga: Pasar Turi Baru Gelar Bazar Kuliner Ramadan Hingga 7 April 2023

Selain Sigit, ada ibu Era dan yang juga merupakan pelaku UMKM penjual berbagai jenis busana. Era merupakan pelaku UMKM yang sudah berdagang secara online sejak 2010. Dia merasa di zaman yang serba digital seperti saat ini, berdagang secara online merupakan cara yang paling efektif, tapi dia merasa cukup senang dengan upaya Pemkot Surabaya yang memberi wadah bagi para pelaku UMKM seperti dirinya.

“Saya pribadi sangat senang dengan kinerja Wali Kota Surabaya saat ini, karena saya sendiri sebagai pelaku UMKM sudah beberapa kali mendapat bantuan dari beliau. Terakhir kali saya mendapat bantuan pelatihan bakery dari pak Wali Kota.” jelasnya.

Di stand itu Era tidak sendiri, dia ditemani ibu Rina yang merupakan seorang pedagang di PTB, Rina sendiri merupakan pedagang generasi kedua di sana, meneruskan usaha ibunya yang sudah berjualan di Pasar Turi sejak tahun  90-an. Bagi Rina, rencana memajukan PTB ini cukup baik terutama dengan promosi secara online.

"Yang membuat saya cukup optimis saat saya melihat akun Instagram PTB, mereka cukup aktif, banyak stand atau lapak-lapak pedagang yang ikut dipromosikan. Kalau bisa konsisten seperti ini ya tinggal menunggu waktu saja sampai semakin banyak warga surabaya yang datang." tuturRina.

Di samping itu, dari pantauan di lapangan terlihat lebih dari 6 stand di lantai 4 PTB yang sudah buka dan mengaku dari UMKM yang baru mendaftar. Selain itu juga banyak pedagang yang baru membawa barang dagangan mereka dan mulai merapikan stand yang akan mereka tempati.

Hal ini sejalan dengan konfirmasi dari pihak manajemen PTB, Harry, Tenant Relation PTB mengatakan sampai Senin (3/4) siang kemarin, sudah ada 56 UMKM yang terdaftar secara resmi menempati stand di PTB. 

"Sampai siang ini yang sudah dianggap masuk dan memiliki surat perjanjian kerja sama ada 56 UMKM, kemungkinan nanti akan terus bertambah, karena Pemkot sudah menyosialisasikan penerimaan UMKM di PTB ini melalui seluruh kecamatan dan kelurahan di Surabaya." ungkapnya, Senin (3/4). dev

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU