Demi Uang, Dukun Mbah Slamet Santai Bunuh 12 Korban dengan Potas Sianida

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Reka adegan pelaku mbh slamet saat membunuh para korbannya. SP/ SBY
Reka adegan pelaku mbh slamet saat membunuh para korbannya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Banjarnegara - Viralnya dukun gadungan asal Banjarnegara, mbah Slamet yang mengaku bisa menggandakan uang puluhan juta rupiah menjadi miliaran dengan memakai rayuan maut untuk memperdaya korbannya.

Menurut pengakuan pelaku, sekitar Rp 50 juta bisa digandakan menjadi Rp 5-6 miliar. Namun hal itu hanyalah modus penipuan.

Menurut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, kasus tersebut mulai terungkap, berawal dari laporan anak korban, yakni GE yang diterima Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023.

Dalam laporannya, kata Hendri, GE mengaku diajak ayahnya berinisial PO untuk bertemu dengan seseorang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, pada Juli 2022.

"Selanjutnya pada tanggal 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam," kata Hendri, Rabu (05/04/2023).

Sesampainya di Banjarnegara pada 23 Maret, PO berkomunikasi dengan adik GE berinisial SL. Dia mengaku tengah berada di rumah Mbah Slamet.

PO meminta anaknya berjaga-jaga jika korban tidak ada kabar hingga Minggu (26/03/2023). Akan tetapi, PO mulai menghilang sejak 24 Maret. Karena tidak bisa dihubungi melalui telepon seluler, GE melapor ke Polres Banjarnegara.

Setelah melalui penyelidikan, PO ditemukan terkubur di dekat jalan setapak menuju hutan di Wanayasa pada Sabtu (01/04/2023).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hendri mengatakan kasus pembunuhan berencana tersebut berawal dari kesepakatan penggandaan uang antara Mbah Slamet dan PO.

"Mbah Slamet ini memiliki 'tangan kanan' yaitu saudara BS. Satu tahun lalu, saudara BS ini mengunggah ke Facebook yang isinya bahwa Mbah Slamet adalah orang pintar yang bisa menggandakan uang," jelasnya.

Menurut dia, PO tertarik dengan penggandaan uang setelah membaca unggahan itu sehingga BS mempertemukannya dengan Mbah Slamet.

Sejak pertemuan itu, PO memberikan sejumlah uang dan mahar kepada Mbah Slamet, namun penggandaan uang tersebut tak ada hasil.

Setelah itu, korban berulang kali menagih kepada tersangka. Karena kesal ditagih, Mbah Slamet memberi PO minuman yang dicampur dengan potassium sianida hingga meninggal dan dikuburkan di jalan setapak yang menuju hutan.

Sementara itu, hingga kini, 12 orang menjadi korban dukun pengganda uang tersebut. Pada Selasa, petugas menemukan dua jasad yang dikubur di lahan milik tersangka. 

"Dua jenazah yang baru ditemukan langsung kami otopsi malam ini," ungkap, Rabu (05/04/2023).

Menurut pengakuan tersangka, dua mayat yang ditemukan pada Selasa merupakan pasangan suami istri asal Lampung. Sosok prianya disebut bernama Irsyad. 

Selain itu, berdasar keterangan tersangka, korban-korban itu ada yang berasal dari Palembang, Jakarta, Tasikmalaya, Yogyakarta, dan Lampung. Meski demikian, terang Hendri, polisi akan memastikannya lagi. Pasalnya, keterangan tersangka berubah-ubah.

Terkait dengan kasus tersebut, Kapolres mengatakan kedua tersangka, yakni TH alias Mbah Slamet dan BS dijerat Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. dsy/kmp/dc/oz

 

Berita Terbaru

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…