Harta AKBP Achiruddin Hasibuan, Puluhan Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Polda Sumut, PPATK dan KPK Sama-sama Usut Dugaan Ketidakwajaran Harta Kekayaan Oknum Anggota Polri

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - AKBP Achiruddin Hasibuan, bisa bernasib seperti mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo. Rafael, ditahan KPK setelah penelusuran LKPN yang tak transparan antara pelaporan dan realita. Kini Rafael, ditahan KPK dalam kasus gratifikasi.

Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri kekayaan AKBP Achiruddin Hasibuan. KPK akan buka LHKPN pada 2021 Mantan Kabag Bin Ops Ditnarkoba Polda Sumut.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan, KPK telah membentuk tim untuk menelusuri asal-usul harta kekayaan perwira polisi yang membiarkan anakya menganiaya Ken Admiral itu.

"Iya. Sudah bikin tim," kata Pahala, di Jakarta, Jumat (28/4/2023).

Pahala mengatakan, KPK juga sudah mengeluarkan surat untuk untuk tim yang melakukan klarifikasi harta kekayaan Achiruddin yang diramaikan fantastis.

Selain kasus pidana tersebut, tim gabungan Polda Sumut juga menelusuri kekayaan yang dimiliki AKBP Achiruddin Hasibuan (AH). Hal tersebut, tengah didalami oleh Inspektorat Pengawasan Umum Daerah (Itwasda) Polda Sumut dan Bidang Propam Polda Sumut.

"Terkait dugaan ketidakwajaran harta kekayaan oknum anggota Polri (AKBP Achiruddin). Sedang didalami oleh Itwasda dan Propam Polda Sumut," ucap Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi di Medan, Rabu (26/4/ 2023).

 

Total Gaji Rp 10 jutaan

AKBP Achiruddin Hasibuan, saat ini masuk golongan IV (Perwira Menengah) dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), di mana besaran gajinya berkisar dari Rp 3,09 juta - Rp 5,08 juta.

Melansir lamanpuskeu.polri.go.id, selain gaji pokok anggota Polri juga menerima sejumlah tunjangan yang meliputi tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan pangan/beras, tunjangan umum dan tunjangan jabatan struktural/fungsional.

Secara khusus, untuk perwira polisi berpangkat AKBP biasanya berada di level kelas jabatan 11, sehingga mendapatkan tunjangan kinerja per bulannya sebesar Rp 5.183.000.

Dengan demikian, berdasarkan asumsi tersebut, AKBP Achiruddin Hasibuan menerima penghasilan paling kecil Rp 8,27 juta dan paling besar Rp 10,26 beserta tunjangan lain yang bersifat melekat.

 

 

Hasil Bisnis Solar dan Penginapan

Tapi harta Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut, bisa puluhan miliar. Konon hasil bisnis penginapan, kos kosan dan solar. Dari mana AKBP Achiruddin Hasibuan, kumpulkan harta Sebasar itu. Kini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri.

Sampai Jumat (28/4/2023), PPATK telah memblokir rekening milik AKBP Achiruddin Hasibuan dan anaknya, Aditya Hasibuan. Isi rekening yang diblokir PPATK itu tembus puluhan miliar rupiah.

Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengatakan, sejauh ini baru dua rekening milik AKBP Achiruddin Hasibuan yang telah dibekukan. PPATK memblokir dua rekening itu karena menemukan indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Sudah (dibekukan), pada hari ini. Sementara baru dua (milik Achiruddin dan anaknya) ya," kata Natsir.

Koordinator Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK Natsir Kongah, menyebut, nilai transaksi dalam rekening milik ayah dan anak yang terlibat kasus penganiayaan terhadap Ken Admiral mencapai puluhan miliar.

"Dari dua rekening itu, (nominal) ada puluhan miliar," kata dia.

 

Sumber Dana Mencurigakan

Sebelumnya, PPATK menemukan sumber dana mencurigakan dalam rekening atas nama Kabag Binops Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) AKBP Achiruddin Hasibuan dan anaknya, Aditya Hasibuan alias AH.

Kepala Pusat PPATK Ivan Yustiavandana, mengatakan rekening rekening keduanya saat ini sudah diblokir.

"Iya (diblokir), kami sedang proses analisis sejak sebelum kasus pemukulan muncul ke publik. Kebetulan ada indikasi penyimpangan sumber dana," ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat dihubungi, Kamis (27/4/2023).

Ivan belum membeberkan secara gamblang nominal uang yang ada di dua rekening tersebut. Dia hanya memberikan kisi-kisi. "Nilainya sangat signifikan," ucap Ivan.

 

Disorot Pembiaran Anak Aniaya

AKBP Achiruddin Hasibuan mendadak menjadi sorotan usai diam saja saat sang anak Aditya Hasibuan alias AH melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral. Perbuatan ini dianggap pembiaran.

Tak hanya diperiksa Polda Sumut, AKBP Achiruddin Hasibuan dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Binops Direktorat Narkoba.

Rabu lalu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bersama Kabid Propam Polda Sumut telah menggeladah kediaman AKBP Achiruddin Hasibuan di Medan, Sumut.

Penggeledahan dipimpin Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Sumaryono. Penggeledahan di rumah AKBP Achiruddin Hasibuan di Jalan Guru Sinumba, Meda Helvetia, Rabu. Tujuan penggeledahan itu untuk mencari barang bukti atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral.

Penganiayaan yang dilakukan Aditya terhadap Ken terjadi dihadapan AKBP Achiruddin pada 22 Desember 2022. Penganiayaan brutal terhadap Ken terjadi di kediaman Aditya dan Achiruddin.

AKBP Achiruddin Hasibuan juga Diperiksa Selama 7 Jam Terkait Aditya Hasibuan Aniaya Ken Admiral.

Ternyata, AKBP Achiruddin Hasibuan juga lakukan pembiaran Aditya Hasibuan Aniaya Ken Admiral.

 

Rumahnya Cukup Mewah

Saat ini, Polda Sumut menggunakan Pasa 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atas perbuatan Aditya Hasibuan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral.

Lokasi penganiayaan Ken Admiral yaitu di rumah milik mantan Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut tersebut dinilai cukup mewah.

Rumah AKBP Achiruddin berukuran besar yang berdiri di areal lahan cukup luas itu memilik cat berwarna kuning keemasan.

PPATK Temukan Indikasi Pencucian Uang dari Rekening AKBP Achiruddin Hasibuan dengan Jumlah Miliaran Rupiah.

Achiruddin juga punya Harley Davidson dan Jeep Rubicon, Hidup Mewah. n md/erc/jk/cr3/rmc

Berita Terbaru

Advokat Senior H. Mohammad Siddik, S.H. Desak Propam Periksa Penyidik Polresta Sumenep

Advokat Senior H. Mohammad Siddik, S.H. Desak Propam Periksa Penyidik Polresta Sumenep

Kamis, 29 Okt 2026 09:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 09:07 WIB

Kasus BBM di Sumenep Disorot…

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…