Sumbang PAD Rp300 Juta, Pasar Malam Ponorogo Diperpanjang

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 02 Mei 2023 10:08 WIB

Sumbang PAD Rp300 Juta, Pasar Malam Ponorogo Diperpanjang

i

Pasar Malam di Alun - alun Ponorogo. Foto: Antara/HO - SDP.

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur memperpanjang gelaran pasar malam sekaligus taman hiburan rakyat di area alun-alun Kabupaten setempat hingga sepekan ke depan.

Kebijakan perpanjangan pasar malam itu bukan tanpa sebab. Gelaran tersebut dinilai berdampak positif terhadap perolehan pendapatan asli daerah.

Baca Juga: Sejoli Digerebek Warga Mesum di Kamar Mandi Masjid

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan bahwa penambahan waktu penggunaan area alun-alun untuk pasar malam ini karena mempertimbangkan aspirasi pedagang kaki lima serta masyarakat Ponorogo.

“Kami menerima dan mengakomodasi aspirasi dari pedagang dan pemudik yang belum kembali ke perantauan. Mereka meminta pasar malam di alun-alun untun diperpanjang. Mereka masih ingin merasakan pasar malam yang hanya ada saat lebaran dan bulan Suro saja,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (01/05/2023).

Bupati yang akrab disapa Kang Giri menjelaskan bahwa jadwal kegiatan pasar malam yang digelar dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah itu dijadwalkan mulai 17 April 2023 dan berakhir pada 30 April 2023.

Namun akibat tingginya permintaan warga dan pemudik yang meminta Pasar Malam tetap dilakukan, Kang Giri memperpanjang masa gelaran pasar malam hingga 6 Mei 2023 mendatang.

“Seharusnya berakhir kemarin (30 April 2023). Kami (Pemkab Ponorogo) putuskan perpanjang sepekan ke depan, hingga 6 Mei 2023,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengambil keputusan membuka pasar malam, karena dinilai pandemi Covid-19 sudah berakhir di Indonesia teruma di bumi reog. Tentu ini menjadi kabar yang menggembirakan untuk masyarakat Ponorogo dan sekitarnya.

Pasar malam menjadi obat rindu lantaran selama tiga tahun ke belakang ditiadakan. Berdasarkan pantauan Bupati dan kesaksian pedagang, setiap malam tidak pernah sepi pengunjung.

"Kalau Lebaran ke Ponorogo itu seperti ada yang kurang jika belum ke pasar malam alun-alun, apalagi untuk para pemudik yang kangen suasana seperti ini," tuturnya.

Ia berharap keputusan ini semakin membawa berkah bagi para pelaku UMKM dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Ponorogo.

“Dengan diperpanjang semoga ekonomi Ponorogo semakin tumbuh,” harapnya.

Baca Juga: Hadirkan Fasilitas Nobar, Pemkab Bangun Videotron Senilai Rp 1,2 Miliar

Kang Giri mengklaim bahwa pasar malam yang di gelar di alun-alun tersebut mampu menggerakkan ekonomi mikro setelah sebelumnya dihantam badai COVID-19. Keramaian warga yang mencari hiburan dan berbelanja di pasar malam membuat perputaran uang cukup tinggi.

Orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo itu mengaku, antusias warga baik lokal dan luar kota yang berkunjung ke Pasar Malam cukup ramai. Hampir tiap malam selama 14 hari pelaksanaan, ribuan wisatawan memadati jantung Kota Reog itu.

Bahkan menurutnya, ramainya pengunjung mengalahkan pasar malam saat grebeg suro. Hal itu nampaknya tidak mengherankan, sebab saat Lebaran pasti banyak yang mudik. Perantau pulang kampung dan pasar malam alun-alun menjadi sarana nostalgia.

“Sangat luar biasa ramainya, tidak banyak truk untuk mengangkut orang seperti jaman dulu. Sekarang sudah orang banyak mempunyai kendaraan pribadi, tetap ramai. Bahkan pengunjungnya mengalahkan pasar malam saat grebeg suro. Dihitung jumlah parkir lalu lalang ramai mengalahkan perayaan Suro. Parkir sampai jenes dan Tambakbayan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan, perputaran uang yang tinggi di 14 hari gelaran Pasar Malam diklaim akan signifikan dalam menekan inflasi. Ia merinci pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi saat ini telah mencapai angka Rp 300 juta.

"Penting untuk menumbuhkan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Jumlah tetribusi mencapai Rp 300 juta," ucapnya.

Baca Juga: Berkah Momen Kurban, Penjual Kambing di Ponorogo Banjir Orderan

Jika retribusi ini diasumsikan 15 persen dari total omzet uang yang beredar untuk transaksi dalam kurun dua pekan penyelenggaraan pasar malam, estimasi kapital yang dibelanjakan masyarakat dalam kegiatan pasar malam tersebut ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih. Riilnya bahkan bisa lebih banyak dan berlipat.

Ratusan juta PAD yang didapat dari retribusi pedagang tersebut nantinya akan masuk ke dalam kas daerah. Potensi ini belum termasuk retribusi hasil dari parkir di kawasan tersebut yang membludak.

Terkait pemasukan PAD dari sektor parkir tepi jalan umum selama gelaran Pasar Malam, Kang Giri menyebut realisasinya tentu diatas rata-rata melihat banyaknya kendaraan parkir yang begitu banyak. Dimana parkir mobil ke arah selatan bisa sampai Jenes sedangkan ke arah utara bisa sampai Tambakbayan.

Ia bakal segera meminta dinas terkait untuk memastikan angka real hasil dari retribusi parkir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada kebocoran uang retribusi parkir mengingat potensinya dalam momen seperti saat ini tentu sangat besar. Terlebih target parkir tahun ini mencapai Rp3,3 miliar.

"Parkir mestinya banyak, kalau tidak banyak itu ada apa-apa. Apakah bocor atau tidak ditarik parkir? Maka segera harus diinventarisir," pungkasnya. pnr

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU