Viral Kasus Pungli CPNS Husein: Susi Pudjiastuti Prihatin, Ridwan Kamil Tegaskan Dana di Refocusing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 CPNS sekaligus guru muda asal Pangandaran, Husein Ali Rafsanjani (27) yang viral lantaran kasus dugaan pungli Latsar. SP/ BND
CPNS sekaligus guru muda asal Pangandaran, Husein Ali Rafsanjani (27) yang viral lantaran kasus dugaan pungli Latsar. SP/ BND

i

SURABAYAPAGI.com, Bandung - Baru-baru ini dunia pendidikan tengah dihebohkan lantaran CPNS sekaligus guru muda asal Pangandaran, Husein Ali Rafsanjani (27) mengundurkan diri akibat tertekan seusai melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) di institusinya. 

Dirinya bahkan trauma usai di intimidasi dan tidak mau mengajar lagi di Pangandaran, Bandung. Hal ini diungkapkan oleh Hendra (60) ayah Husein Ali Rafsanjani, pada Rabu (10/05/2023). 

"Setau saya memang punya masalah dengan orang BPSDM Pangandaran. Ada dua catatan yang saya simpulkan," ujarnya.

Kronologi Viralnya Kasus Pungli yang Dialami Guru Muda, Husein

Pungli itu diceritakan Husein lewat akun TikTok @husein_ar ketika dia mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar) pada Oktober 2021 di Bandung. Usai menerima surat tugas dengan detail anggaran yang sudah ditanggung negara, tiba-tiba seminggu sebelum Latsar dirinya diminta membayar uang transport, padahal dirinya pada saat itu berangkat menggunakan sepeda motor pribadi. Ikut tidak ikut harus tetap membayar. 

"Tapi ya sudahlah saya pada waktu itu. Terus pada saat Latsar tiba-tba ditagih lagi uang sebesar Rp 350 ribu," katanya.

Padahal, Husein mengatakan, saat itu dirinya tidak punya uang lagi sama sekali. Apalagi gajinya selama tiga bulan sebagai guru ASN belum juga dibayar.

"Gajinya sedang dirapel," katanya.

Tidak senang dengan adanya praktik pungli, Husein kemudian melapor ke lapor.go.id dengan mencantukan screenshot penagihan pungutan dan bukti transfer. 

Usai melapor, Husein mengaku dicari dan didatangi sejumlah orang. Dia kemudian diinterogasi 12 orang selama 6 jam di kantor sampai mendapat ancaman akan dipecat dan tidak menurunkan SK, jika laporan pungli yang sudah dibuatnya tidak dicabut.

"Saya dikepung 12 orang terus ditanya-tanya kenapa melapor," katanya.

Terus orang-orang tersebut beralibi, kata Husein, sebenarnya uangnya ada cuma refocusing untuk Covid-19. 

"Maaf ya, walaupun masih muda saya gak goblok," katanya.

Husein kemudian meminta surat perpindahan dananya, yang kemudian dijawab dengan alasan lainnya mengapa dana Latsarnya tidak ada dan harus memungut kepada peserta. 

"Saya gak akan nyebut orangnya ya," katanya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Turun Tangan

Viralnya kasus pungli yang dihadapi Husein tersebut membuat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun tangan dan akan menanyakan persoalan tersebut ke bupati.

Hal itu disampaikan Susi saat merespons sebuah cuitan dengan narasi seorang guru ASN di Pangandaran yang diancam dipecat karena melaporkan pungli, akhirnya mengundurkan diri karena diintimidasi.

"Hera, sy akan coba tanyakan ke Pak Bupati .. nanti sy kabari," kata Susi melalui akun Twitternya seperti dikutip Kamis (11/5/2023).

Susi, berjanji akan menindak anak buahnya yang salah. "Barusan saya dapat telepon dr Bupati, dia ada di Bandung dan mau ketemu sdr Husein mau ngobrol dr hati ke hati, beliau berjanji kalau memang anak buahnya yg salah beliau tidak akan segan2 untk bertindak. Beliau berjanji akan kabari lagi setelah pertemuan," cuit Susi.

Susi pun berharap, pertemuan antara bupati dan Husein bisa terjadi "Semoga besok Pak Bupati bisa bertemu untk mendengar langsung dr Husein, beliau berjanji kalau memang betul yg terjadi beliau tidak segan2 untk menindak," ujar Susi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Tegaskan, Bantah Adanya Pungli

Tak hanya Susi, bahkan viralnya pernyataan Guru ASN Kabupaten Pangandaran Husein Ali Rafsanjani membuat Ridwan Kamil ingin mengundang Husein ke Gedung Sate, Bandung  untuk membahas kejadian tersebut. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan permasalahan dugaan pungli, saat melakukan latihan dasar (Latsar) Tahun 2020-2021 lalu, yang videonya viral di media sosial.

Pertemuan Emil, sapaan Ridwan Kamil, dan Husein, berlangsung di ruang kerja gubernur, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/05/2023). 

Husein datang sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengenakan baju putih berpadu celana hitam. Pertemuan pun digelar secara tertutup. Pertemuan selesai sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara Husein bergegas meninggalkan Gedung Sate dan tidak berkenan diwawancarai awak media yang sudah menunggu. 

Sebelumnya, Ridwan Kamil berencana menemui Husein untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi. Emil juga menyebut sudah mendengarkan klarifikasi dari Pemda Kabupaten Pangandaran perihal hal tersebut. 

Dari keterangan yang dia dapat, kegiatan latsar sedianya sudah dianggarkan. Namun pada tahun 2020, terjadi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan adanya refocusing anggaran. 

"Jadi versi pangandaran tidak ada pungli. Kalau pungli kan anggarannya ada, kamu narik lagi. Ini mah sempat teranggarkan, di refocusing hilang. Namun, tidak terinformasikan hilangnya ke peserta sehingga dianggapnya anggaran masih ada," papar Emil.

Bahkan, Ridwan Kamil menyebut, jika perlu, Husein Ali bisa dipindah mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah yang masih menjadi kewenangannya.

"Termasuk opsi solusi untuk pindah mengajar di SMA yang menjadi kewenangan Gubernur," kata dia, dikutip Kamis (11/05/2023).

Di akhir unggahannya, Ridwan Kamil memberikan pesan kepada seluruh ASN di Jawa Barat agar tidak berbuat hal yang menyalahi aturan.

"Saya juga mengimbau kepada setiap ASN di Jabar tetap menjaga integritas dan mengedepankan kepada masyarakat," tandas dia. dsy/tmp/l6/dc/trb/kps

Berita Terbaru

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengaturan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2…

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

RENCANA pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sejak awal diposisikan sebagai salah satu program…

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…