Terjangkit Virus ASF, Singapura Stop Impor Babi dari Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi beberapa babi yang tiba-tiba mati akibat terinfeksi virus ASF. SP/ SBY
Illustrasi beberapa babi yang tiba-tiba mati akibat terinfeksi virus ASF. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sempat viral beberapa tahun sebelumnya, kini flu babi Afrika kembali meneror Indonesia. Diketahui, babi hidup di wilayah Pulau Bulan, Batam mulai terdeteksi virus African Swine Fever (ASF) atau Flu babi Afrika. 

Akibat kasus virus ASF yang menyerang babi tersebut membuat Singapura menyetop sementara impor babi dari Indonesia. Singapura menghentikan ekspor babi hidup dari Indonesia sejak April 2023. 

Penghentian itu dilakukan karena Badan Pangan Singapura/Singapore Food Agency (SFA), menemukan penyakit flu babi (African Swine Fever/ASF) pada babi hidup yang dikirim dari dari Pulau Bulan, Kepulauan Riau ke Singapura.

Menanggapi kasus tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, memang benar babi-babi di Pulau Bulan positif terjangkit ASF.

"Itu indikasinya menjurus ke positif. Oleh karena itu isolasi wilayah kita lakukan totally sambil melakukan intervensi vaksin. Cuma memang itu sangat berpengaruh untuk ekspor, kan babi kita lebih banyak untuk ekspor dan itu cuma ada di satu pulau namanya Pulau Bulan," ungkapnya, Minggu (14/5/2023).

Sementara itu, menurutnya untuk di daerah lain masih belum ditemukan indikasi terjadinya ASF. Ia pun berharap babi-babi di daerah lain tidak terjangkit ASF.

"Daerah lain insyaallah mudah-mudahan (gak ada). (Tapi) kita nggak bisa pede karena memang di dunia ini sekarang virus itu lagi berputar, bakteri-bakteri lagi kerja nggak tau kenapa, penyakit-penyakit yang sudah tertimbun misalkan 10 bahkan ada 30 tahun kayaknya virusnya bangkit lagi, dan itu tidak hanya ada di Indonesia," paparnya.

Syahrul enggan merinci jumlah babi yang terinfeksi flu babi Afrika, namun virus itu baru diketahui muncul setelah adanya komplain dari Singapura.

"Itu yang lagi cari, apa memang virusnya ada dari kita atau setelah dia di sana. Di sana kan ada tempat transit, however penanganan sudah kita lakukan," ujar Syahrul.

Namun, dirinya memastikan pemerintah sudah melakukan intervensi lebih lanjut terhadap kasus flu babi tersebut. Singapura masih bergantung dengan babi Indonesia namun akan impor dengan sangat selektif.

Sebelumnya, diketahui berdasarkan data yang dimiliki The Straits Times, babi hidup yang berada di Pulau Bulan telah menyumbang sekitar 15 persen dari total pasokan daging babi di Singapura. 

Pada April lalu, Badan Makanan Singapura (SFA) mengatakan bahwa ini pertama kalinya demam babi Afrika terdeteksi pada babi yang diimpor ke Negeri Singapura.

Singapura mengimpor daging babi lebih dari 20 negara, seperti babi hidup dari Sarawak di Malaysia Timur, daging babi dingin atau beku dari Australia, Brasil, dan negara lain.

SFA mewajibkan daerah pengekspor daging babi ke Singapura bebas dari demam babi Afrika, yang dapat ditularkan melalui daging mentah dari babi yang terinfeksi. 

Virus ASF sendiri tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. ASF juga bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi. Sayangnya, hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk pencegahan penyakit ASF. dsy/kmp/dfnc

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…