Analisis Politik

Gibran, Dipolitisasi!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H Raditya M Khadaffi
H Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebulan ini, saya ikuti ada isu liar Gibran Rakabuming Raka, akan disandingkan dengan Prabowo. Isu ini ramai di media sosial. Gibran memberikan respons saat menanggapi cuitan salah satu netizen yang menyebut bahwa peta politik akan berubah jika Prabowo dan partai yang dipimpinnya mampu meyakinkan putra Jokowi itu untuk menjadi cawapres.

Menurut cuitan itu, akan ada mutasi suara dari Ganjar ke Prabowo. Ganjar disebut sebut bisa kehilangan suara karena beralih ke prabowo

"Peta politik akan berubah jika @prabowo/@Gerindra berhasil meyakinkan @gibran_tweet untuk jd cawapres nya Prabowo, akan banyak mutasi suara dari @ganjarpranowo/@PDI_Perjuangan ke kubu Prabowo,siap2 @PDI_Perjuangan @ganjarpranowo kehilangan suara bahkan kehilangan untuk menang," tulis netizen .

Gibran lantas mengomentari cuitan tersebut. Dia mengunggah sebuah meme bergambar kartun Patrick dengan tulisan 'Kok Bisa Bang'. Jawaban Gibran ini respon anak muda yang realistis.

Terkesan Gibran, yang kader PDIP tak mau dipolitisasi. Maklum penggunaan istilah “politisasi” kerap mengandung konotasi negatif. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan cara-cara berpolitik yang tidak etis dan sangat pragmatis.

Jawaban Gibran yang pendek ini, sepertinya ia sadar bahwa pencalonan sebagai bakal cawapres Prabowo, merupakan politisasi dari orang- orang tertentu. Bukan murni kebijakan politik Jokowi, ayahnya.

 

***

 

Juga Jokowi sepertinya sadar, jelang pilpres 2024 ternyata ada pihak yang mempolitisasi Anaknya. Makanya Jokowi, mengundang sejumlah pemimpin redaksi dan beberapa konten kreator seperti Helmy Yahya hingga Akbar Faizal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023) sore.

Menggunakan sudut pandang etika politik, Presiden Joko Widodo merespons perihal nama anaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang dimasukkan bursa calon wakil presiden atau cawapres 2024. Jokowi mengingatkan Gibran yang masih menjabat Wali Kota Solo dua tahun, tidak cukup umur.

Jokowi bahkan menyinggung aturan soal usai capres-cawapres. Syarat capres dan cawapres minimal harus berusia 40 tahun. "Ini kan aturannya sudah ada, dari sisi umur tidak memungkinkan," kata Jokowi.

Dengan jawaban singkat dari Gibran maupun Jokowi, keduanya sadar anak sulungnya dipolitisasi. Dalam tataran umum, banyak orang tahu bahwa politisasi memiliki makna konotasi "jahat". Katakanlah Gibran menjamu Prabowo di Solo, saat PDIP sudah mendeklarasikan sebagai capres 2024, kemudian ada pihak tertentu menciutkan di twiternya Gibran cocok jadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra. ciutan semacam ini menyudutkan Gibran. Pertemuan Jokowi dengan sejumlah Pemimpin redaksi Senin malam itu saya nilai responnya yang merasa tersudutkan. Pesan moralnya, Gibran yang masih berusia 35 tahun "janganlah dipolitisi".

Untungnya politisasi terhadap sosok Gibran, belum mengganggu stabilitas nasional. Akal sehat saya menyebut ada pihak-pihak yang sedang memancing di air keruh ditengah persaingan elektabilitas Prabowo, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Terkesan kuat ada upaya mempolitisasi sosok Gibran, dibalik kedatangan Prabowo di Solo. Secara akal sehat, sebagai wali kota Solo, Gibran berhak menerima tamu yang ingin silahturami. Apalagi tamunya pejabat negara.

Saya berpendapat setelah Jokowi, mengklarifikasi melalui pertemuan dengan sejumlah Pemred, isu liar itu tidak perlu dipolitisasi lagi .

Apalagi ada ganjalan terkait syarat capres atau cawapres sesuai UU Pemilu, yakni batasan usia minimal 40 tahun. Usia Gibran masih belum mencukupi untuk jadi bakal capres atau cawapres.

Aturan ini tertuang dalam Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ( UU Pemilu ). Pasal ini menyebutkan bahwa usia minimal 40 tahun sebagai salah satu syarat menjadi calon presiden dan calon wakil presiden.

Sementara, Gibran Rakabuming Raka kelahiran Surakarta 1 Oktober 1987, saat pilpres tahun 2024, usianya baru sekitar 37 tahun.

Pertanyaannya, setelah dengan Prabowo, apakah Anies Baswedan akan menggoda Gibran, akan mau jadi cawapresnya?

Bila memang bakal ada, pihak itu telah mempolitisasi anak sulung Jokowi. Inilah politik pragmatisme. Nyata politik Pragmatisme tak dilandasi oleh nilai - nilai moral dan etika. subhanallah. ([email protected])

Berita Terbaru

Ops Ketupat Semeru 2026, Polres Blitar Lakukan Pemantauan di Stasiun Wlingi

Ops Ketupat Semeru 2026, Polres Blitar Lakukan Pemantauan di Stasiun Wlingi

Senin, 16 Mar 2026 16:46 WIB

Senin, 16 Mar 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jelang lebaran mendatang yang kurang beberapa hari lagi, personel Polres Blitar pada Senin (16/3) melaksanakan monitoring arus mudik…

Rapor Kinerja dari Pusat Meningkat, Wali Kota  Sebut Berkat Kekompakan Masyarakat

Rapor Kinerja dari Pusat Meningkat, Wali Kota  Sebut Berkat Kekompakan Masyarakat

Senin, 16 Mar 2026 16:37 WIB

Senin, 16 Mar 2026 16:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa kinerja Pemerintah Kota Mojokerto pada tahun pertama periode keduanya m…

Indonesia Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Indonesia Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Senin, 16 Mar 2026 16:36 WIB

Senin, 16 Mar 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga guna menekan timbunan sampah dan meningkatkan…

Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa

Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa

Senin, 16 Mar 2026 15:01 WIB

Senin, 16 Mar 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Pantai Karanggongso, yang juga dikenal sebagai Pantai Pasir Putih Trenggalek, menyimpan keindahan bak keindahan Labuan Bajo.…

Per Februari 2026, Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan 11 Persen

Per Februari 2026, Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan 11 Persen

Senin, 16 Mar 2026 14:42 WIB

Senin, 16 Mar 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang dari segmen mobil listrik yang saat ini mengalami penurunan penjualan secara global yang dipicu…

Emil Dardak Update Dapur MBG di Jatim, Suspend 788 Tersisa 213 SPPG

Emil Dardak Update Dapur MBG di Jatim, Suspend 788 Tersisa 213 SPPG

Senin, 16 Mar 2026 14:37 WIB

Senin, 16 Mar 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Evaluasi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Jumlah dapur yang sempat…