Dipicu Aksi Penganiayaan, Tawuran Massa PSHT dan Brajamusti di Tamsis Jogja Berakhir Damai

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 05 Jun 2023 10:07 WIB

Dipicu Aksi Penganiayaan, Tawuran Massa PSHT dan Brajamusti di Tamsis Jogja Berakhir Damai

i

Aksi tawuran dua kelompok massa di di Jalan Taman Siswa (Tamsis), Yogyakarta, Minggu malam (04/06/2023). SP/ YGY

SURABAYAPAGI.com, Yogyakarta - Terjadi aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok massa di Jalan Taman Siswa (Tamsis), Yogyakarta, Minggu malam (04/06/2023) sekitar pukul 18.00 WIB. Aksi tawuran tersebut dipicu adanya kasus penganiayaan.

Diketahui, dua kelompok yang saling bertikai tersebut berasal dari perkumpulan pendekar Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) dan suporter sepak bola PSIM Yogyakarta yaitu Brajamusti.

Baca Juga: Bermesin V16 Hybrid Super Buas, Bugatti Tourbillon Dibanderol Rp 67 Miliar

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengimbau warga Yogyakarta tidak ikut terpancing terkait kericuhan yang melibatkan dua kelompok massa itu.

"Jangan terpancing isu atau ajakan melakukan kegiatan yang mengakibatkan tindakan kriminal yang menambah situasi keamanan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah, baik di Yogyakarta maupun sekitar Yogyakarta sehingga kita harapkan situasi tetap kondusif," ujar dia.

Personel Polda DIY, kata dia, telah mengevakuasi para pelaku tawuran ke Mapolda DIY menggunakan kendaraan Polri.

"Sudah kami lakukan evakuasi ke Polda DIY," ujar dia, dikutip Senin (05/06/2023).

Suwondo juga memastikan kasus penganiayaan terhadap anggota PSHT di Jalan Parangtritis, Bantul beberapa waktu lalu yang diduga menjadi pemicu tawuran telah diproses oleh kepolisian.

Dalam kasus di Bantul itu, Suwondo mengatakan polisi telah menangkap tiga orang dan sudah diproses.

"Segera akan kita limpahkan kejaksaan," katanya. 

Baca Juga: Royco Gelar Makan Besar 1500 Porsi Bakso di Balai Kota Surabaya

Suwondo juga mengatakan, saat ini situasi kericuhan akibat tawuran dua kelompok massa tersebut telah aman dan dapat dikendalikan.

"Situasi sudah bisa kami kendalikan namun demikian kami tetap melakukan penjagaan dan juga akan kami melakukan patroli," ujar Suwondo seusai kericuhan.

Suwondo juga mengatakan, pihaknya siaga melakukan patroli di seluruh wilayah DIY untuk memastikan tidak ada orang dari luar wilayah yang membuat situasi Yogyakarta tidak kondusif.

"Patroli di seluruh wilayah, Polres-polres berkoordinasi dengan Polres Klaten dan Polda Jawa Tengah juga lakukan koordinasi sehingga bisa mengamankan di wilayah Yogyakarta," kata dia.

Kondisi lalu lintas di lokasi juga berangsur normal. Batu-batu di jalan juga mulai disingkirkan ke pinggir. Meski begitu, masih ada batu yang bertebaran di jalan.

Baca Juga: Kota Madiun Pecahkan Rekor Muri, Dribble Bola Basket Terbanyak

Kedua Kelompok Massa Aksi Tawuran Berdamai

Pada Senin (05/06/2023) dini hari, dua kelompok yang terlibat tawuran di sejumlah titik di Kota Jogja akhirnya didamaikan oleh kepolisian di Mapolda DIY. Dua kelompok yang dihadirkan adalah kelompok suporter Brajamusti dan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Adapun perwakilan dari PSHT Sutopan Basuki menyatakan hal yang sama dan meminta semua pihak untuk menjaga kondusivitas Jogja.

Sutopan Basuki juga menyampaikan bahwa PSHT dan Brajamusti adalah satu, karena banyak anggota PSHT yang menjadi bagian dari Brajamusti dan sebaliknya.

“PSHT adalah satu kami warga PSHT banyak yang di Brajamusti demikian juga orang Brajamusti banyak orang PSHT. PSHT dan Brajamusti adalah satu Jogja istimewa,” ucapnya, Senin (05/06/2023). dsy/l6/dc/spr/jhj

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU