12 Produk UMKM Kabupaten Sumenep Diekspor ke Malaysia

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 06 Jun 2023 13:01 WIB

12 Produk UMKM Kabupaten Sumenep Diekspor ke Malaysia

i

Bupati Fauzi saat melihat produk UMKM yang diekspor ke Malaysia. Foto: Kominfo Jatim.

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melakukan uji coba pasar (market testing) produk lokal hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke Malaysia. Ada 12 jenis makanan tradisional yang diekspor ke Negeri Jiran tersebut.

Sejumlah produk itu antara lain tepung maronggi, stik maronggi rasa bawang, stik maronggi rasa original, maronggi celup, jagung palotan, rengginang goreng, amplang stik, sambal lombok hijau, sambal petis, keriping pisang manis, dan krispy ikan kering.

Baca Juga: Launching Bebek Angsa, Ekowisata Air Terapung Jadi Pilihan Masyarakat

Pelepasan perdana test market produk itu, dilakukan Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Kantor Pemkab Sumenep yang sebelumnya diawali dengan penandatanganan Letter of Intens (LOI) antara pengelola Mall UMKM dengan Buyer Malaysia.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fauzi mengatakan, pihaknya mendukung pemasaran produk UMKM ke luar negeri dalam rangka mengembangkan jaringan pemasaran yang lebih luas, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami mengharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dan berlanjut untuk menembus pasar internasional, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati Fauzi di sela-sela pelepasan perdana test market produk ke Malaysia, di Kantor Bupati, Senin (5/6/2023).

Menurutnya, ekspor perdana ini bertujuan untuk melihat kekuatan pasar luar negeri, khususnya Asia sebagai tahap awal.

“Ini sambil dijajaki, apa produksi UMKM ini rasanya enak dan cocok untuk pasar luar negeri. Kalau enak, secara otomatis pasti akan ada permintaan susulan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Sumenep Diminta Proaktif Lakukan Sitaan Milik H Sugianto

Guna memastikan upaya ini dapat berkelanjutan, Bupati pun menekankan agar para pelaku UMKM mampu menjaga kualitas produknya sehingga produk yang diekspor bisa memenuhi ekspektasi pasar global. Baik dari dalam hal rasa maupun kemasan.

Sebab menurutnya, produk yang baik tentu saja memberikan kepuasan terhadap konsumen serta memiliki nilai jual yang tinggi.

"Jika konsumen merasa cocok dengan produk kita, maka kepercayaan pasar akan meningkat dan loyalitas konsumen terhadap produk tersebut juga akan tinggi. Ini pada akhirnya akan memberikan keuntungan kepada UMKM kita," terangnya.

“Maka harus dijaga konsistensi produknya, kualitas produknya termasuk rasanya. Kemudian managemen SDM nya harus dijaga. Managemen keuangannya juga harus dijaga. Ini penting untuk kesinambungan permintaan pasar luar negeri,” imbuhnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Mafia Tanah Caplok 17 Hektare Tanah Desa Senilai Rp 114,4 Miliar

Ketua DPC PDIP itu juga menuturkan, saat ini para pelaku UMKM Sumenep sedang menggali potensi produk dan komoditas di daerah mereka untuk diekspor ke luar negeri. Terutama produk turunan daripada bahan mentah agar mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi.

"Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM dalam memperluas jaringan pemasaran hingga mencapai pasar ekspor di luar negeri. Apalagi Jumlah UMKM Sumenep ini cukup besar. Lebih dari 401 ribu UMKM," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian Perdagangan (Perindag) Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan bahwa produk UMKM tes market direncakan tahap selanjutnya ke Malaysia dan Singapura, hanya saja jenis produknya berbeda dengan ekspor tes market produk perdana ini. smn

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU