Lindungi IHT, Kadin Jatim Ajukan Permohonan Penghapusan Pasal RUU Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Purwanto (dua dari kiri) saat menemui anggota Panitia Kerja RUU Kesehatan Komisi IX di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2023). Foto: Kadin Jatim.
Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Purwanto (dua dari kiri) saat menemui anggota Panitia Kerja RUU Kesehatan Komisi IX di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2023). Foto: Kadin Jatim.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Purwanto mengajukan permohonan penghapusan pasal 154-158 dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang saat ini tengah digodok DPR bersama pemerintah tingkat nasional.

Adik menyampaikan kekhawatirannya mengenai RUU Kesehatan tersebut sebab dinilai akan mempengaruhi komoditas tembakau di Indonesia. Menurutnya, pasal 154-158 berpotensi mematikan industri hasil tembakau (IHT).

“Mazhab kesehatan jangan mengalahkan mazhab ekonomi, keduanya ini penting. Harus ada titik temunya, harus ada pencegahan tidak berkembangnya preferensi rokok. Ini harus dievaluasi dulu dan perlu pengawasan-pengawasan,” katanya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Ia mengatakan bahwa RUU ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan petani-petani tembakau.

“Rokok ini turunannya banyak sekali, mulai dari pedagang asongan sampai dengan petani, dan ini yang harus dipikirkan oleh teman-teman dewan,” ucapnya.

Adik menuturkan, dari sisi kesehatan, pihaknya meminta pemerintah untuk mengatur regulasi para perokok agar tidak merugikan lingkungan sekitar.

”Kalau dari segi kesehatan, kan bisa diatur bagaimana mencegahnya. Artinya, kalau di kawasan perkantoran, harus menyiapkan smoking area. Ini yang harus diperhatikan DPR. Ini semua bisa dijembatani melalui pengawasan. Contoh pengawasannya, tidak menjual rokok di area dekat sekolah dan pembatasan umur perokok, ini sudah diawasi atau belum,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) K. Mudi juga menyampaikan keberatannya jika RUU Kesehatan pasal 154 dan 155 disahkan oleh DPR.

”Karena sebetulnya keberatan petani itu di pasal 154 dan 155 disitu dijelaskan bahwa tembakau termasuk ke dalam zat adiktif dan psikotropika, ini yang menjadi keberatan kami. Kami sebagai petani tembakau berarti pembudidaya tanaman illegal. Padahal jelas tembakau ini masuk ke dalam zat adiktif,” paparnya.

Oleh sebab itu, Mudi pun meminta pemerintah untuk melindungi petani tembakau agar roda perekonomian di daerah tetap bergerak.

”Kami meyakini bahwa penyusunan bab zat adiktif pada RUU Kesehatan tidak dikaji secara mendalam dan tidak memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, khususnya IHT,” ujarnya.

“Kami percaya bahwa peraturan-peraturan saat ini telah melingkupi IHT dengan baik dan proporsional, serta menetapkan batasan-batasan jelas bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tembakau di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 236.900 ton. Angka tersebut turun sebesar 9,374 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 261,4 ribu ton.

Jawa Timur menjadi provinsi penghasil tembakau terbesar di tanah air yang mencapai 110.800 ton. Hal ini sejalan dengan luas area perkebunan tembakau yang mencapai 101.800 hektare (ha).

Adapun daerah yang terkenal sebagai penghasil tembakau di provinsi ini adalah Kabupaten Jember. Jumlah produksi tembakau di Jember mencapai 24.285 ton pada 2021. sb

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…