Untuk Cegah Salah Pola Asuh, Gubernur Khofifah Ciptakan ''Sekolah Orang Tua Hebat''

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu menghadiri peluncuran SOTH di Pasuruan. SP/Arlana
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu menghadiri peluncuran SOTH di Pasuruan. SP/Arlana

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 yang digelar di GOR Kota Pasuruan.

SOTH ini diluncurkan untuk menciptakan generasi unggul dengan menciptakan pola asuh yang dianggap pemerintah, keliru.  Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyebut program ini merupakan intervensi pemerintah untuk mencegah persoalan yang kerap timbul pada anak akibat pola asuh yang keliru.

“Karena di SOTH ini para orang tua diajarkan hal-hal seperti menjaga kesehatan anak usia dini, pemenuhan gizi anak usia dini, perilaku hidup bersih dan sehat, serta stimulasi gerakan kasar dan gerakan halus,” kata Khofifah dalam keterangannya pada Minggu (30/7/2023).

Program SOTH yang diinisiasi BKKBN Jatim bekerja sama dengan TP PKK Jatim, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan anak.

SOTH ini, lanjut Khofifah, dilaksanakan secara bertahap. Selain pemberian materi yang dilakukan tatap muka sebanyak 14 kali, ada pula pre test, post test, dan bahkan wisuda.

“Jadi alhamdulillah SOTH ini sudah secara kontinu terus digalakkan dan sudah ada di hampir setiap kabupaten/kota. Yang ini kita launching di Kota Pasuruan. Mudah-mudahan membawa dampak signifikan,” katanya.

Khofifah menegaskan bahwa program SOTH ini penting. Mengingat vitalnya peran keluarga dalam membangun karakter anak. Untuk itu, segala aspek dalam keluarga harus mendapatkan perhatian besar.

Tidak hanya itu, keberadaan SOTH juga diharapkan bisa menurunkan angka prevalensi stunting di Jatim. Sekaligus mempercepat pencapaian target stunting nasional di angka 14 persen pada tahun 2024.

Khofifah juga mengatakan, masih ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan. Salah satunya pada perbedaan angka stunting pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) maupun Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM).

“Per 30 Juni 2023, berdasarkan EPPGM pada Bulan Timbang, Jatim ini sebenarnya sudah 7,3 persen. Tapi bedanya dengan SSGI tercatat 19,2 persen. Maka dua mekanisme ini harus dipertemukan titik komprominya di mana,” jelasnya. arf/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…