SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menerima kunjungan studi lapangan dari peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VIII Provinsi Maluku Tahun 2023, di Ruang Sabha Manda Madya Kantor Pemkot Mojokerto, Senin (07/08/2023).
Hadir dalam acara tersebut, Assesor SDM Aparatur, Marcello R. Asbay, Widyaiswara Dr Saleh Ramelan, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, Kepala Bappeda Litbang Agung MS, Kepala BKPSDM, M. Imron dan Kepala Dinkes P2KB dr Farida Mariana serta seluruh Camat se Kota Mojokerto
Kabid Bangkom Manajerial dan Fungsional BPSDM Provinsi Maluku sekaligus Ketua Rombongan, Faizal Ahmad menyampaikan, studi lapangan dilaksanakan untuk mencari informasi berkaitan dengan proses pembelajaran dan pembekalan kepada peserta di PKA.
Selanjutnya para peserta akan membuat laporan yang diperoleh terkait dengan kebudayaan, pariwisata dan pertanian di Kota Mojokerto
“Terimakasih atas penerimaannya dari Pemkot Mojokerto, mudah-mudahan pengalaman yang kami dapatkan dalam proses pembelajaran ini bisa bermanfaat untuk para peserta PKA,” ungkapnya.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan selamat datang kepada 40 orang pejabat administrator dari Pemkab Maluku Tengah, Pemkab Buru Selatan, Pemkab Seram Bagian Timur dan Pemkot Ternate.
"Selamat datang di bumi majapahit, saya atas nama Pemkot Mojokerto merasa bangga dan menyambut baik kunjungan dalam rangka studi lapangan pelatihan kepemimpinan pengawas ini," ujarnya.
Ning Ita berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi peserta studi lapangan dan juga jajaran di lingkup Pemkot Mojokerto.
"Semoga kita dapat saling berkolaborasi, bersinergi, berbagi pengetahuan dan wawasan terkait fokus dan lokus best practice yakni Program Gayatri, Sipandu, Simpker dan Gempa Genting," urainya.
Petinggi Pemkot Mojokerto ini juga menjelaskan secara singkat terkait Kota Mojokerto sebagai kota kecil yang hanya memiliki luasan wilayah sebesar 2048 hektar atau 20,48 kilometer persegi.
"Kita memiliki beberapa tantangan dalam pembangunan Kota Mojokerto. Diantaranya, kota terkecil ketiga di Indonesia, juga kota terpadat se Indonesia dan sumber daya alam yang terbatas," jelasnya.
Sehingga dalam rangka mengatasi tantangan tersebut, diperlukan adanya manajemen strategi, sebuah skema yang disusun secara matang dan berkelanjutan.
"Strategi yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan Pemkot Mojokerto dan senantiasa kami gunakan sebagai acuan dan pondasi utama adalah inventarisasi potensi daerah, perumusan isu strategis, penentuan strategi, pengembangan inovasi serta implementasi inovasi," pungkasnya. Dwi
Editor : Desy Ayu