Kemarau Panjang, Ancam Penurunan Produksi Padi di Kediri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Musim kemarau membuat beberapa lahan pertanian untuk menanam padi di Kediri mengering. SP/ KDR
Musim kemarau membuat beberapa lahan pertanian untuk menanam padi di Kediri mengering. SP/ KDR

i

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kantor Cabang Perum Bulog Kediri akan mengambil langkah antisipasi demi mencukupi kebutuhan beras di wilayah Kediri. Pasalnya memasuki musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini, produksi padi di Kediri menurun.

Tingkat produksi bahan makanan yang menurun itu pun juga bisa menimbulkan kekhawatiran lain seperti ancaman inflasi yang disebabkan oleh tingkat permintaan masyarakat yang melebihi ketersediaan barang. Pada akhirnya, kelangkaan barang itu akan menimbulkan lonjakan harga.

Pemimpin Kantor Cabang Perum Bulog Kediri Imam Mahdi mengatakan, kekurangan beras ini tak sekadar karena menurunnya produksi tanaman beras. Juga akibat banyaknya petani yang berganti tanaman. Yaitu ke non-padi, seperti tebu misalnya.

“Bagi mereka (petani, Red) menanam padi tidak menarik lagi. Artinya, modal awal saat bertemu HPP (harga pokok penjualan, Red)-nya, saat dijual, itu keuntungannya sangat tipis,” tambah Imam, Senin (14/08/2023).

Akibatnya banyak petani beralih ke komoditas lain. Termasuk di antaranya jagung dan tebu. Yang dianggap tidak membutuhkan banyak air. Yang sulit didapat saat kemarau seperti sekarang.

“Itu yang harus kami dapatkan. Baik dari pengadaan dalam negeri maupun dari luar negeri. Wilayah kami termasuk Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Tiga wilayah ini yang harus dipastikan kebutuhannya tercukupi,” tandasnya.

Sebagai informasi, pada umumnya masyarakat di wilayah Kancab Kediri memiliki pola tanam yang sama. Yakni dua kali masa tanam untuk padi, serta jagung menjelang akhir tahun.

Sebelumnya diberitakan, cuaca ekstrem yang terjadi selama kemarau turut memicu anjloknya produksi beras dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, bulog harus mengambil produk impor.

Sedikitnya, 90 persen dari stok beras di gudang bulog Kancab Kediri saat ini merupakan impor. Itu dari total sekitar 3,8 ribu ton beras yang dimiliki saat ini.

Sementara itu, upaya impor dilakukan guna mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Yang diperkirakan juga masih membutuhkan sekitar 5 ribu ton untuk mengamankan stok pangan di tiga wilayah di Kancab Kediri ini.

“Itu (impor beras, Red) bukan untuk mematikan harga petani. Tetapi kami melihat cadangan beras pemerintah sangat kurang kalau tidak impor. Makanya kami mengadakan percepatan,” terang Imam.

Imam sendiri berharap agar petani tetap menanam padi. Salah satunya varietas padi gogo yang dinilai tidak membutuhkan banyak pengairan. kdr-01/dsy

Berita Terbaru

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di wilayah Sedati dan sekitarnya, pembangunan RSUD Sedati…

Kakek 81 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Bambu

Kakek 81 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Bambu

Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jumat 25 September 2026 sekitar pukul 10.00, warga desa Tuwuhrejo Kec.Kesamben Kab.Blitarvdi kejutkan temuan Mi 81 seorang Kakek…

Peringati HKGB ke-74, Kapolres Blitar Ikuti Lomba UMKM hingga Gelar Olah Raga

Peringati HKGB ke-74, Kapolres Blitar Ikuti Lomba UMKM hingga Gelar Olah Raga

Jumat, 25 Sep 2026 16:34 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Polres Blitar bersama Bhayangkari menggelar…

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…