51.607 KK di Jabar Terdampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Terbanyak Ada di Bogor

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 07 Sep 2023 11:19 WIB

51.607 KK di Jabar Terdampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Terbanyak Ada di Bogor

i

Illustrasi kekeringan di salah satu wilayah Provinsi Jawa Barat akibat musim kemarau berkepanjangan. SP/ BGR

SURABAYAPAGI.com, Bogor - Musim kemarau panjang berdampak pada kekeringan ekstrim di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, sebanyak 51.607 Kepala Keluarga (KK) ikut terdampak. Dalam kasus tersebut, jumlah warga yang paling banyak terdampak berada di Kabupaten Bogor yakni 27.299 KK.

Tidak hanya di Kabupaten Bogor, daerah lain yang terdampak hal serupa adalah Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Korban Tewas Keracunan Sate Jebred di Garut Bertambah

Bantuan air juga dilakukan di Kabupaten Purwakarta, Cirebon, Majalengka, Subang, Karawang, Ciamis dan Pangandaran.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, seluruh warga terdampak kekeringan ekstrim itu tersebar di 71 desa. Total untuk jumlah bantuan air bersih yang diperlukan ke 51.607 KK yang terdampak akibat kekeringan sebanyak 1.472.480 liter.

Selama masa kekeringan ekstrim ini, otoritasnya terus melakukan koordinasi dengan BPBD di tingkat kota dan kabupaten. Salah satunya untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga yang memerlukan melalui BPBD setempat dengan perusahaan daerah air minum (PDAM).

Baca Juga: Dalam Upaya Menarik 1 Juta Penumpang BIJB Bekerjasama Dengan Pemda Tawarkan Paket Wisata

Selain persoalan kekeringan, pada musim kemarau ini juga terjadi kasus kebakaran hutan atau lahan. 

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jabar Hadi Rahmat, ada lahan pertanian di Jabar yang terdampak kebakaran hutan. Luasnya disebut mencapai sekitar 313,9 hektare, tersebar di 46 kecamatan.

“Wilayah lahan pertanian yang terdampak kebakaran hutan paling luas ada di Kuningan, sebanyak 165,2 hektare,” kata Hadi, Kamis (07/09/2023).

Baca Juga: Hadiri Lomba Merayakan Indonesia Percaya, Ridwan Kamil: Tumbuhkan Semangat Kebersamaan

Namun, hingga saat ini belum ada laporan soal lahan pertanian maupun perkebunan yang kekurangan pasokan air.

"BPBD kota dan kabupaten terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk kekeringan yang berdampak kepada lahan pertanian," Hadi menegaskan. bgr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU