Madura Ethnic Digelar di Sumenep, Bupati Sambut Penuh Apresiatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi, SH, MH, bersama Istrinya, Nia Kurnia Fauzi, dan wakil Bupati, Hj. Dewi Khalifah, SH,MH, M.Pd,i Prd, saat nonton pertunjukan, Madura Ethnic Carnival. SP/Ainur Rahman
Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi, SH, MH, bersama Istrinya, Nia Kurnia Fauzi, dan wakil Bupati, Hj. Dewi Khalifah, SH,MH, M.Pd,i Prd, saat nonton pertunjukan, Madura Ethnic Carnival. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pemerintah Kab. Sumenep, kembali menggelar Pertunjukan seni budaya Madura Ethnic Carnival (MEC) di gelar di malam hari. Pada tanggal 16 September 2023

Kegiatan pertunjukan digelar di malam hari, merupakan pilihan yang tepat, setelah melihat pagelaran sebelumnya, di ajang Madura Culture Festival (MCF) yang juga menyedot banyak perhatian masyarakat di Kab. Sumenep. Kata ketua penyelenggara kegiatan, Nur Khalis kepada awak media.

Menurutnya,  meskipun digelar malam hari, kegiatan Madura Ethnic Carnival (MEC) diharapkan lebih spektakuler, dan meriah, apalagi tema " Magnificent Of Kerapan Sapi" tentu kata dia, tema yang diambil sangat memberikan kesan positif, untuk mengenang budaya lokal Madura.

Selain itu kata dia, Madura Ethnic Carnival (MEC) di tahun 2023 menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung, karena, selain memberikan hiburan, juga memberikan ruang ekspresi apalagi ada sebuah pertunjukan yang memukau dengan parade busana etnic.

Acara yang diikuti dari berbagai peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan dimeriahkan oleh penampilan sejumlah grup musik tradisional Tong Tong dan grup musik tradisional lainnya, antara lain, Pangeran Girpapas, Pangeran Songenep, Putra Sinding Puri, Lanceng Kermata, dan Tinkerbell. Pungkasnya

Sementara, Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, mengatakan kegiatan memperkenalkan budaya Madura ke kancah nasional lewat berbagai macam cara, baik budaya tradisional dan budaya adat. Katanya

“Ini bagian dari rangkaian even selama 1 tahun di tahun 2023. Terima kasih untuk partisipasinya. Madura ethnic carnival ini akan menjadi agenda rutin di kalender even Sumenep,” 

Selain itu, Madura ethnic carnival tidak hanya menampilkan busana-busana etnik, tapi juga ragam budaya madura baik itu tarian, musik, maupun budaya lainnya, terang Bupati.

Ia melanjutkan, melalui MEC, pihaknya ingin mempromosikan ragam budaya Madura yang diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Sumenep.

 

“Madura Ethnic Carnival ini merupakan momen istimewa yang akan menampilkan keindahan dan keberagaman budaya Madura, khususnya Sumenep.  

Dikatakan Bupati, Berbagai macam rangkaian kegiatan di tahun 2023 ini, dari Madura Culture Festival (MCF) sampai kepada Madura ethnic Carnival, (MEC) menjadi tontonan sekaligus ajang paling bergengsi dari empat kabupaten di Madura dan delapan kabupaten lainnya dari tapal kuda Jawa Timur.

Untuk diketahui,  salah satu yang tampil di acara Madura Culture Festival  (MCF)  sebelumnya, di antaranya, parade Tari Sekar Gadung, dari Kota Pasuruan, Tari Sang Cebing dari Kabupaten Pamekasan, kemudian Tari Glipang Kabupaten Probolinggo, Tari Komantan Tebu, Kabupaten Situbondo,Tari Gandrong Jaran Goyang, Kabupaten Banyuwangi.

Selain itu,Tari Nyelok Aeng Kabupaten Sampang, Tari Gebyar Masa Kejayaan Sumekar, Kabupaten Sumenep, Tari Godril Kreasi, Kabupaten Lumajang dan Tari Praban Prekas dari Kab. Bangkalan.

Kehadiran mereka, kata dia, memberikan gambaran tentang kemeriahan dan animo yang tinggi masyarakat terhadap acara budaya yang memadukan keindahan dan keunikan Madura.

Selain itu juga, Bupati mengatakan, bahwa tujuan dari festival ini salah satunya untuk lebih mengenalkan budaya Madura, pada kancah nasional, sebab, orang madura  tidak hanya ada di Pulau Madura namun juga di wilayah Tapal Kuda.

Makanya, kata dia, kegiatan Madura ethnic Carnival menjadi pemersatu budaya Madura yang ada di luar Pulau Madura untuk berkolaborasi dalam satu event kegiatan.

Apalagi di Jawa Timur lanjutnya, orang Madura hampir menguasai wilayah di Tapal Kuda, meliputi Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi, tentu di Indonesia pada umumnya.

"Madura Ethnic Carnival, sengaja di gelar untuk menjelaskan kepada masyarakat luas, tentang budaya yang kita miliki. Bahwa Budaya Madura itu tidak hanya ada Pulau Madura, sekarang lebih luas lagi dan ada di wilayah Tapal Kuda, Jadi, Pemerintah Daerah juga mengundang elemen lain dari wilayah tersebut,"

Terpisah, Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengungkapkan bahwa ada sekitar seribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut dilibatkan.

"Sesuai arahan Pak Bupati, bahwa setiap event yang digelar pemerintah harus berimplikasi pada sektor ekonomi. Makanya kami juga siapkan stand untuk berjualan bagi UMKM kita,"

Jadi momentum dan kegiatan spektakuler diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…