Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti Dukung Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Dimulai dari Kampung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti saat meninjau pembanguan Balai RW ditemani Ketua RT dan Ketua RW di kelurahan Wonokromo.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti saat meninjau pembanguan Balai RW ditemani Ketua RT dan Ketua RW di kelurahan Wonokromo.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kita tengah melakukan Pembahasan Perubahan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)  2023 dan APBD Murni 2024. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan ketuntasan target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Surabaya.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengatakan salah satu ukuran ketuntasan pembangunan itu adalah angka meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan indikator kesejahteraan masyarakat. Ia meyakini bahwa hal itu dimulai dari kampung. Pembangunan kampung yang dirasakan langsung oleh masyarakat mampu mendongkrak kesejahteraan.

Reni menjelaskan ada tiga faktor untuk mendorong peningkatan IPM lewat kampung-kampung. Diantaranya, pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita.

“Jika kampung-kampung dibangun dengan maksimal, maka IPM akan lebih cepat naik. Tiga indikator tersebut harus menjadi perhatian utama,” ungkap Reni, di ruang kerjanya, Rabu, (15/8) lalu.

Menurut Reni IPM di Surabaya sekitar  angka 82 yang merupakan tertinggi di Jawa Timur. Namun, secara nasional tak masuk 10 besar. Ia, jika pendekatan ke kampung-kampung sukses, maka angka IPM bisa naik lebih tinggi. Bukan tak mungkin, Surabaya masuk dalam jajaran 5 besar IPM tertinggi secara nasional.

“Jika pembangunan bisa dirasakan masyarakat kampung, maka mereka akan semakin memiliki kota ini dan bangkit dengan potensinya. Kampung yang bergerak adalah kampung yang sehat, kampung yang sehat bakal tumbuh menjadi Kampung Surabaya Hebat. Kampung bisa bergerak ketika Pemkot dan DPRD hadir,” ungkap Reni.

Reni mengatakan IPM bakal selalu berkaitan dengan angka kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan dianggap penting, oleh karena itu data kemiskinan yang akurat harus diberikan. Selama ini, Pemkot menjadikan angka kemiskinan sebagai indikator penilaian kinerja Camat. “Menurut saya, selain soal angka penurunan kemiskinan, juga harus dilakukan penilaian tentang upaya dan langkah-langkahnya,” ungkap Reni.

Reni menemukan sebuah kondisi ketika Ketua RT melaporkan terdapat keluarga miskin. Namun, Camat atau lurah tidak berani menandai karena takut angka kemiskinan di wilayah mereka bertambah. Karena jika angka kemiskinan bertambah maka nilai Camat/lurah bakal turun. Untuk itu, perlu indikator penilaian yang baru. Tak sekadar angka, namun juga langkah dan program yang dimiliki camat/lurah.

Jika dilakukan dengan maksimal, Reni yakin jika Surabaya akan terus bertumbuh jadi kota yang makin maju. IPM meningkat, kesejahteraan masyarakat terjamin. Tentu saja, visi Surabaya untuk gotong royong menjadi kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan bisa terwujud. Alq

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…