SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sebagai bentuk komitmen dalam melakukan penguatan ideologi Pancasila untuk masyarakat dan pelajar di wilayah perbatasan. Yudian Wahyudi selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengunjungi Pos Lintas Negara (PLBN) Indonesia-Malaysia, Entikong Kalimantan Barat, pada Kamis (21/9/2023).
Yudian berpendapat bahwa perlu adanya sosialisasi tentang pemahaman dan pentingnya ideologi Pancasila kepada masyarakat, terutama tentang pentingnya ekonomi Pancasila.
"Iya, saya tadi mendengar dan menyaksikan sendiri kondisi masyarakat di beranda Indonesia, di Entikong ini. BPIP hadir di sini untuk penguatan ideologi Pancasila agar rasa cinta tanah air semakin terpatri di hati dan sanubari rakyat di perbatasan," kata Yudian dalam keterangan tertulis, Jumat (22/9/2023).
Yudian menekankan, bahwa Negara selalu akan hadir dalam melayani masyarakat di perbatasan. Baik untuk menopang pendidikan, kesehatan, maupun peningkatan infrastruktur.
Ia juga mengatakan, ke depannya BPIP akan bekerja sama dengan PLBN dan Satuan Petugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) untuk pembinaan ideologi Pancasila untuk masyarakat perbatasan, terutama di Entikong.
Selain Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP juga memiliki program strategis lain untuk masyarakat. Di antaranya penurunan angka stunting, serta penerapan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila di jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi.
"Program ini sudah berjalan dan harus kita laksanakan di setiap penjuru negara, termasuk perbatasan Indonesia-Malaysia," ucapnya.
Sambil menyapa masyarakat di Pos Perlintasan, Yudian juga mengapresiasi petugas PLBN, Pamtas, Imigrasi, maupun Polisi yang terus menjaga dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Dansatgas Pamtas RI-MLY Yon Armed 16 TK Mayor Arm Andreas Prabowo Putro menjelaskan, wilayah-wilayah yang memiliki jangkauan perbatasan mencapai 360 kilometer dengan melintasi 3 kabupaten. Wilayah tersebut, di antaranya, Kabupaten Sambada, Bengkayang, dan Sanggau.
"Saat ini, kita memiliki 26 pos pengamanan di Kalimantan Barat dan harus terus dijaga", ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, tugas TNI bukan hanya menjaga perbatasan, tetapi melakukan banyak program dan kegiatan kepada masyarakat. Salah satunya memberikan wawasan kebangsaan.
Sebagai informasi, dalam kunjungan ini Yudian yang didampingi Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso. jk-5/Acl
Editor : Redaksi