SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Baru-baru ini sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria yang memarahi jamaah lantaran memainkan rebana di dalam sebuah masjid di daerah Palm Spring, Jambangan, Surabaya.
Video yang diunggah oleh akun @undercover.id dengan durasi 2 menit 43 detik yang dibagikan tampak seorang pria mengenakan baju koko dan celana cingkrang sedang berdebat dengan jamaah masjid. Pria berbaju koko tersebut melarang jamaah memainkan rebana di dalam masjid.
"Dalile opo?," tanya seorang jamaah kepada pria berbaju koko yang melarang ada rebana di dalam masjid.
Pria tersebut pun menilai memainkan rebana di dalam masjid dilakukan oleh kelompok syiah. "Lek dalile syiah onok. Loh sing main musik sopo, koen ngarani aku syiah," jawab pria berbaju koko tersebut.
Perdebatan antara pria berbaju koko dengan jamaah masjid pun memanas. Pria tersebut masuk ke dalam masjid dan memarahi, sekaligus menunjuk-nunjuk alat rebana.
"Menghalalkan musik di dalam masjid, minta dalilnya, katanya ada dalilnya. Tidak ada musik di dalam masjid. Mungkar demi Allah," jelas pria berbaju koko tersebut berdebat dengan salah seorang jemaah masjid yang memainkan rebana.
"Terus kamu hujjahmu apa? Di agamaku adanya sunnah sama wajib," imbuh pria berbaju koko tersebut dengan nada tinggi.
Lantas salah satu jamaah yang memainkan rebana mengatakan jika rebana adalah kegiatan masjid. Jamaah itu pun mengklaim jika itu adalah masjid perumahan.
Saling Debat
Namun nampaknya pria berbaju koko tersebut masih tak terima dengan alasan jemaah memainkan rebana di dalam masjid. "Masjid ini adalah milik orang muslim. Nggak saya, nggak orang Amerika punya hak di sini. Tapi untuk ibadah, nggak untuk kemungkaran kayak gini," kata pria berbaju koko tersebut.
Belum selesai, perdebatan antara pria berbaju koko dengan jamaah rebana semakin memanas. Mereka saling menyebut soal masjid tempat itu adalah masjid perumahan. Bahkan jamaah rebana mengklaim jika pria berbaju koko tersebut adalah pendatang.
"Iki masjide perumahan, awakmu ndok kene pendatang," sahut salah satu jamaah yang bermain rebana.
"Perumahan gak ada ormas masuk masjid. Gak boleh ormas masuk masjid," sahut pria berbaju koko tersebut menuding jamaah rebana sebagai ormas.
Salah satu jamaah rebana pun menjelaskan jika kegiatan rebana dilakukan oleh remaja masjid (remas) yang memang sudah menjadi kegiatan rutin di masjid. Tetapi tampaknya pria berbaju koko tersebut masih tak terima dengan penjelasan jamaah rebana.
Tampak di akhir video, pria berbaju koko tersebut duduk di dalam masjid dan mengeluarkan ponselnya. Diduga pria berbaju koko itu menunggu teman-temannya untuk membubarkan jamaah remas yang menggelar rutinan rebana di dalam masjid.
Masjid di Jambangan
Dalam keterangan video dijelaskan jika peristiwa itu terjadi di Masjid Al-Ikhlas Palm Spring Jambangan, Surabaya, Jawa Timur.
"Bapak-bapak tidak mau ada rebana di dalam masjid, dan menganggapnya sebagai musik yang baginya haram," tulis keterangan akun @undercover.id.
Sementara itu, Polsek Jambangan yang kini menindaklanjuti peristiwa tersebut menerjunkan timnya ke lokasi kejadian. Ia menyebut, pihaknya belum bisa mengungkap identitas pelaku.
"Identitas orang tersebut tidak jelas. Bukan jamaah yang sering ke sana. Orang di sana pun tidak ada yang mengenal," ungkap Novy, Kamis (5/10/2023).
Warga Jambangan Sudah Klir
"Tujuannya (Ustaz Syauqi sebarkan video) hanya untuk share ke grup saja. Bukan untuk memperpanjang permasalahan. Tujuannya untuk antisipasi saja, apalagi di tempat ibadah," imbuhnya.
Novy menambahkan, saat ini warga di Perumahan Palm Spring Jambangan sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Tadi (Rabu) malam sudah kita selesaikan. Kita adakan pertemuan juga dengan 3 pilar, karena permasalahan ini juga termasuk pribadi, tidak ada hubungannya dengan kelompok tertentu. Tidak ada pidana juga karena tidak ada perusakan," tambah Novy.
Aktivitas Diluar Sholat, Diberhentikan Sementara
Namun, untuk meredam kondisi yang telah terjadi, saat ini para warga sepakat untuk menghentikan sejenak aktivitas keagamaan di luar ibadah salat 5 waktu di Masjid Al Ikhlas. Seperti aktivitas berlatih alat musik rebana.
Terpisah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur buka suara soal viral video seorang pria yang mengamuk dan memarahi para remaja yang berlatih rebana di Masjid Al Ikhlas, Palm Spring, Jambangan, Surabaya.
MUI Jatim: Kelompok Salafi
Ketua Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin menyebut, pria tersebut berasal dari kelompok Salafi. "Jadi mereka ini kan identik dengan kelompok salafi. Itu sudah terlihat dari jenggotnya, celana cingkrangnya. Tapi yang lebih berat dari mereka itu soal doktrin. Mereka memiliki doktrin di luar kelompoknya salah dan yang benar hanya mereka," kata Ma'ruf Khozin, Kamis (5/10/2023).
Ma'ruf menyebut kelompok Salafi memiliki doktrin semua alat musik haram. Sehingga, tidak membedakan mana musik rebana atau musik dangdut, jazz dan lainnya.
Ma'ruf sendiri sudah melihat video viral tersebut. Ia menilai, apa yang dilakukan para remaja masjid tidak ada yang salah.
"Kemarin itu saya dapat kiriman videonya, itu terbangan jidor. Kecuali, itu alat orkes dangdut koplo, itu beda. Sebab, musik rebana identik musik selawatan, religi, keislaman, jadi tidak ada masalah. Asalkan tidak ditabuh pada masa salat, kajian. Kan itu pas rehat, sedang tidak masa salat atau pengajian," jelasnya.
"Jadi anak-anak remaja masjid daripada di warkop giras, daripada ke tempat remang-remang, ya lebih baik diarahkan ke masjid. Sayangnya, pria itu menganggap semua jenis musik haram sehingga begitu keras menyikapi. Dan itu sudah betul sikap remaja membela diri bahwa rebana beda dengan musik koplo dan dangdut," tambahnya.
Ma'ruf meminta semua umat Islam menghargai segala perbedaan, apalagi di tempat umum, termasuk di tempat ibadah. Jangan sampai merasa paling benar sehingga menyalahkan orang lain. s-01/ham/rmc
Editor : Moch Ilham