SURABAYAPAGI.com, Palestina - Kabar terbaru di Palestina usai serangan Israel kian memburuk, pasalnya kini kebutuhan esensial di Gaza mulai habis. Hal tersebut sempat diungkap oleh Lembaga PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Lantaran sejak perang dengan Hamas dimulai Israel menerapkan blokade penuh ke Gaza.
Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA mengatakan, pihaknya kian khawatir rakyat bakal meninggal karena tak ada air dikarenakan air disana sangat minim dan menjadi sumber krisis baru.
"Air habis untuk 2 juta orang. Anak-anak meminum air kotor. Waktu benar-benar semakin habis untuk rakyat Gaza," jelasnya, Kamis (19/20/2023).
Touma menjelaskan akan lebih banyak orang yang akan terbunuh, apabila Israel terus menyerang melalui jalur darat ke Jalur Gaza. Bahkan peningkatan risiko penyakit akibat kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk.
Pada situs resmi UNRWA, sejak 7 Oktober, bantuan masih tidak bisa masuk ke Gaza, baik itu dari UNRWA maupun dari pihak kemanusiaan lainnya. Terkait jumlah korban jiwa, UNRWA mengutip laporan Kementerian Kesehatan di Gaza bahwa ada 3.000 orang yang tewas sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 12.500 orang lainnya terluka. 14 staf dan personel UNRWA juga tewas.
Sebelumnya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyorot lagi penderitaan rakyat Gaza di Palestina. Pihaknya, mengakui bahwa rakyat Gaza sedang menderita, namun ia masih menyalahkan Hamas. Ia juga berkata siap melakukan evakuasi udara.
"Rakyat Palestina di Gaza membutuhkan bantuan kemanusiaan. Mereka tidak bisa membayar harga dari barbarisme Hamas. Di atas menambah tiga kali lipat pertolongan untuk rakyat sipil di Gaza, kami mengorganisir Jembatan Udara Kemanusiaan ke Gaza melalui Mesir. Dua penerbangan pertama pekan ini," ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Sementara, Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell Fontelles mengaku telah menelepon Menteri Luar Negeri Iran Amirabdollahian supaya negara itu menjaga stabilitas kawasan di tengah konflik di Gaza.
"Berbicara dengan @Amirabdolahian tentang situasi di Gaza. Posisi UE jelas dalam mengecam terorisme. Dan melindungi rakyat sipil sepanjang waktu. Ini adalah kepentingan semua orang untuk mencegah spillover kawasan. Mendesak Iran agar menggunakan pengaruhnya untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghindari eskalasi kawasan," tegas Josep Borrell Fontelles melalui X.
Sebelumnya, Borrell juga berkata telah menelepon Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Zambry Abd Kadir dalam rangka menjelaskan posisi Uni Eropa, serta penambahan bantuan kemanusiaan. pls-01/dsy
Editor : Desy Ayu