Geger Muncul Video 'Jokowi Berbahasa Mandarin'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Jokowi saat memberi sambutan di hadapan peserta High Level Forum bertema Connectivity in an Open Global Academy di China National Convention Center, Beijing. (foto: instagram @jokowi)
Presiden Jokowi saat memberi sambutan di hadapan peserta High Level Forum bertema Connectivity in an Open Global Academy di China National Convention Center, Beijing. (foto: instagram @jokowi)

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Minggu ini, beredar video disertai narasi 'Jokowi berbahasa Mandarin'.

"Itu hasil suntingan yang menyesatkan," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A. Pangerapdi, dalam keterangan pers, Jakarta, Kamis (26/10/2023).

Video tersebut beredar di X (dulu Twitter) dan menampilkan momen Jokowi berpidato menggunakan bahasan Mandarin. Kominfo menyatakan video tersebut diedit menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) deepfake.

"Beredar sebuah video pada berbagai platform digital yang menampilkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menyampaikan pidato menggunakan Bahasa Mandarin dengan fasih. Video tersebut ada yang disertai dengan narasi 'Jokowi berbahasa Mandarin'," demikian keterangan Kominfo yang didapat dari Menkominfo Budi Arie Setiadi.

 

Akan Semakin Maraknya Hoaks

Video yang menampilkan AI (kecerdasan buatan) menggambarkan Presiden tengah berbicara dalam bahasa Mandarin mencerminkan akan semakin maraknya hoaks yang bisa mempengaruhi opini publik jelang Pemilu 2024.

 Video yang beredar tersebut memunculkan kejanggalan – kejanggalan mulai dari tidak menggunakan bahasa aslinya yaitu bahasa Inggris, hingga tidak ada terjemahan teks dalam bentuk kalimat di bawahnya.“Yang saya pertanyakan ketika itu dibuat dalam bahasa mandarin, yaitu dalam bahasa mandarin tapi lisan tidak dalam bentuk tulisan padahal seharusnya video yang menerjemahkan apa yang disampaikan oleh sumber (Presiden Jokowi) harusnya isi pidatonya itu tetap disampaikan dengan bahasa yang aslinya yaitu bahasa Inggris," jelasnya pejabat Keminfo yang diterima, Kamis (26/10).

 

Seolah Kaki Tangan Tiongkok

Ia menambahkan, kalaupun ada terjemahan baru dalam bentuk teks, sehingga pengakses atau penonton video tersebut bisa sekaligus mengontrol apakah memang yang disampaikan dalam bentuk lisan sama dengan apa yang bentuk tertulis.Di sisi lain, karena itu disampaikan dalam bentuk bahasa mandarin, dalam bentuk suara, yang mirip suara Presiden sehingga bisa menimbulkan multitafsir seolah-olah ia adalah bagian dari kekuatan kepentingan ekonomi Tiongkok. “Saya berpendapat ini video yang disampaikan dalam bentuk bahasa mandarin yang disampaikan secara lisan seperti itu, harusnya ini segera di-take down oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika atau paling tidak bahwa Kemenkominfo harus secara massif menjelaskan itu ke ruang publik tentang pidato Bapak Presiden yang disampaikan seolah-olah itu lisan dalam bahasa mandarin”, pungkasnya.

Untuk diketahui, video asli pidato Presiden Jokowi yang sebenarnya saat Gala Dinner di Amerika Serikat pada 2015. Video tersebut merupakan hasil editing atau rekayasa menggunakan AI agar seolah – olah Presiden Jokowi menggunakan Bahasa mandarin dengan fasih sehingga terkesan Presiden Jokowi merupakan kaki tangan Tiongkok.

 

Hasil Suntingan

Semuel menegaskan bahwa video itu merupakan hasil suntingan yang menyesatkan.

Menurut Dirjen Semuel, hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Kominfo menemukan kesamaan dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube The U.S. - Indonesia Society (USINDO) pada 13 November 2015 lalu.

"Secara visual, video tersebut identik, tetapi telah disunting sedemikian rupa yang diduga memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) deepfake," ungkapnya.

Semuel mengatakan video aslinya adalah saat Jokowi berpidato di ajang Gala yang digelar oleh US Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, Oktober 2015.

Presiden Joko Widodo tidak menggunakan bahasa Mandarin saat pidato, namun membacakan teks berbahasa Inggris. “Ini adalah bentuk disinformasi," cetus Semuel.

Ia pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi. Bahkan mengingatkan agar tidak ikut menyebarluaskan konten hoaks atau disinformasi dalam bentuk apapun melalui platform digital. (jk/erc/rmc)

Berita Terbaru

Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi

Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi

Kamis, 08 Okt 2026 12:53 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti pergantian 13 kepala perangkat daerah (PD) dalam setahun terakhir, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap hal…

Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Dishub Surabaya Gerak Cepat beri Sanksi SP-2

Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri, Dishub Surabaya Gerak Cepat beri Sanksi SP-2

Kamis, 08 Okt 2026 12:34 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan salah satu pengemudi Wirawiri Suroboyo,…

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menyusul temuan di sejumlah lokasi saluran drainase di Kota Madiun yang telah mengalami kerusakan, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat…

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penggunaan pengeras suara atau sound system (sound horeg) di tengah…

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menyusul deviasi progres fisik yang mencapai minus 9,94 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengebut pembangunan…

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Salah satu strategis dalam membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung swasembada gula nasional, Pemerintah…