Para Petani Menjerit, Embung Untuk Irigasi di Nganjuk Kering Kerontang

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 27 Okt 2023 13:16 WIB

Para Petani Menjerit, Embung Untuk Irigasi di Nganjuk Kering Kerontang

i

Embung Roro Suratmi di Nganjuk yang mengering. SP/ NGJ

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Embung Roro Suratmi yang menjadi andalan para petani untuk irigasi di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk kering kerontang sejak bulan Juni kemarin. Embung seluas satu hektare itu memang digunakan untuk menampung air aliran dari Kecamatan Kota, Sukomoro, dan Loceret.

Salah seorang petani setempat, Suprapto (52) menjelaskan, embung di kawasan kota ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Selain itu, embung ini sudah disiapkan sebagai tempat wisata. Khususnya untuk warga Nganjuk yang punya hobi mancing. 

Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban di Pasar Hewan Kedondong Nganjuk Lesu

“Selama ini airnya dibuat untuk pengairan sawah di sini (Mangundikaran, Red),” jelasnya, Jumat (27/10/2023).

Terpisah Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto mengatakan, prediksi BMKG Karangploso, Malang ada beberapa titik di Jatim yang mengalami hujan ringan dan ada yang masih mendung saja. 

Baca Juga: Nganjuk Dilirik Jadi Kawasan Industri Baru, Tekankan Kolaborasi Buruh dan Pengusaha

Kecamatan  Nganjuk menjadi salah satu wilayah yang belum pernah merasakan hujan saat ini. Karena itu, Embung Roro Suratmi mengalami kering kerontang.

Harto mengatakan, hujan ringan yang telah terjadi di Kota Angin baru dialami tiga kecamatan.  Yaitu, Kecamatan Prambon, Ngronggot, dan Pace. Wilayah tersebut berada di perbatasan dengan Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Warga Nganjuk Merugi, Puluhan Sapi Mati Mendadak Keracunan

Sementara itu, Kecamatan Nganjuk diprediksi akan mulai diguyur hujan pada minggu depan. Namun, hujan yang turun tidak hujan deras. ”Hanya hujan ringan,” prediksinya. ngj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU