Pengawasan Longgar, PKL Kembali Berjualan di Bawah Jembatan Layang Peterongan Jombang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pedagang kaki lima (PKL) nampak berjualan di bawah kolong flyover Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (28/10/2023). Foto SP/ Sarep
Pedagang kaki lima (PKL) nampak berjualan di bawah kolong flyover Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (28/10/2023). Foto SP/ Sarep

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang – Meski terpasang larangan berjualan di bawah kolong jembatan layang atau flyover Peterongan, Kabupaten Jombang, pedagang kaki lima (PKL) tetap nekat membuka lapak.

Ini diduga karena lebih longgarnya pengawasan dari penegak Perda. Salah seorang warga sekitar, Pudji menuturkan jika sejak beberapa bulan lalu kondisi di bawah jembatan layang Peterongan, mulai ditempat PKL untuk berjualan.

Padahal, sudah terdapat reklame berukuran besar yang melarang berjualan dan atau menempatkan barang di area ini dengan ancaman denda Rp 4 juta atau penjara kurungan selama tiga bulan. Namun, nyatanya hal ini tidak mampu membuat jera PKL.

”Sekitar 3 bulan yang lalu setelah ditindak memang sudah sepi pedagang. Tapi ini mulai menjamur lagi," tuturnya, Sabtu (28/10/2023). Diakuinya, memang dulu petugas seringkali memasang pita larangan agar tidak ada pedagang yang berjualan. Akan tetapi, setelah itu tidak pernah dipantau kembali. ”Tahu-tahu jadi ramai lagi pedagang sampai sekarang,” imbuhnya.

Sampai sekarang, tidak dilakukan razia lagi. Sehingga para pedagang kembali berjualan di kolong flyover.

Terpisah, Kepala Satpol PP Jombang Thomson Pranggono mengatakan, para pedagang tetap tidak boleh berjualan di kolong flyover. ”Ya tetap tidak boleh berdagang disana,” tegasnya.

Dikatakannya, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang untuk penanganan PKL tersebut.

”Seperti biasanya kita akan koordinasikan dengan Disdagrin,” pungkas Thomson. Sarep

Berita Terbaru

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Pola Kedekatan Berulang Sebelum Peristiwa di Hotel

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Pola Kedekatan Berulang Sebelum Peristiwa di Hotel

Selasa, 15 Sep 2026 10:07 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 10:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan pencabulan terhadap anak dengan terdakwa Jan Leon di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengungkap fakta b…

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun - Nama Srikandi, kelompok pendukung Maidi, muncul dalam sidang perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, ketika jaksa…

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage…

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan menyerahkan…

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini menjadi tanggungan pemerintah daerah (Pemda),mulai tahun depan dan…

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Kajari Surabaya Yth, Praktisi hukum banyak yang kenal jaksa itu mengemban Dominus Litis. Ini asas hukum dari bahasa Latin yang berarti “penguasa perkara” atau …