Tingkatkan Pemahaman Masyarakat, BI Perkuat Transparansi Informasi Ke Masyarakat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Divisi Relasi Media Massa dan Opinion Maker Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Syachman Perdymer.
Kepala Divisi Relasi Media Massa dan Opinion Maker Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Syachman Perdymer.

i

SURABAYAPAGI, Badung - Dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kebijakan Bank Indonesia (BI), Kepada Divisi Relasi Media Massa dan Opinion Maker Departemen Komunikasi BI Syachman Perdymer mengatakan untuk mendukung transparansi informasi ke masyarakat lintas generasi.

Syachman Perdymer menuturkan untuk mendukung transparansi maka perubahan pola komunikasi mutlak diperlukan.

"Komunikasi kami dituntut menyesuaikan dengan masyarakat lintas generasi, bukan hanya 'baby boomer' saja tapi juga sampai generasi Z," kata Syachman dalam "Capacity Building Wartawan Ekonomi DIY 2023" di Badung, Bali, Minggu (29/10/2023).

Menurutnya, transparansi informasi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kebijakan BI yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas kebijakan tersebut.

Selain itu, transparansi juga mampu membangun kepercayaan atau ekspektasi masyarakat sehingga turut menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Karena itu, penyampaian informasi terus ditingkatkan dengan tidak sekadar menyasar kalangan pelaku ekonomi, penentu pasar, serta media massa saja, namun perlu merambah seluruh lapisan publik.

Syachman berpendapat media sosial juga menjadi salah satu sarana penting bagi BI untuk menjangkau publik secara lebih luas.

"Memasuki era digital maka bank sentral dituntut komunikasi dengan semuanya baik market, ekspert, media, dan publik," ujar dia.

Sinergi dengan media massa, menurut Syachman, penting dilakukan untuk mencari formula agar berbagai informasi kebijakan yang selama ini sulit dipahami masyarakat luas, menjadi lebih mudah tersampaikan.

"Tantangannya adalah gap literasi, ada yang sangat mengerti, mengerti, dan sedikit mengerti," ujar dia.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Bank Indonesia DIY Rifat Pasha menambahkan untuk menekan ketimpangan literasi dan inklusi ekonomi masyarakat, maka edukasi, sosialisasi, dan komunikasi terus digencarkan melalui berbagai event. ac.

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…