Fenomena Alam Aneh di Bojonegoro

Sungai Bengawan Solo Menghijau, Dipenuhi Tanaman Eceng Gondok, Ahli: Ini Jelas Tidak Normal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Fenomena aneh di Sungai Begawan Solo, Bojonegoro, Jawa Timur nampak hijau dipenuhi tanaman eceng gondok. SP/ BJN
Fenomena aneh di Sungai Begawan Solo, Bojonegoro, Jawa Timur nampak hijau dipenuhi tanaman eceng gondok. SP/ BJN

i

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sungai Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro, Jawa Timur terlihat menghijau jika dilihat dari atas lantaran dipenuhi dengan tanaman eceng gondok sejak Rabu (25/10/2023) lalu. Namun, fenomena aneh tersebut bisa berdampak buruk bagi lingkungan dan ekosistem di sungai tersebut.

Menurut Ahli Ekologi dan Jenis Invasif, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Decky Indrawan Junaedi mengatakan apa yang terjadi di Sungai Bengawan Solo adalah fenomena langka.

Diketahui, eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tanaman asli Amerika Selatan. Dia masuk dalam tumbuhan invasif, artinya mereka bisa tumbuh cepat dan dominan sehingga terkadang bisa mengancam lingkungan di sekitarnya.

“Disebut tidak biasa karena memang secara umum eceng gondok itu sebaran alamnya bukan di kita, bukan di Indonesia. Sebelumnya itu juga terjadi di Rawa Pening, bahkan sampai sekarang. Jadi memang kalau disebut normal, ini jelas tidak normal,” kata Decky, Selasa (31/10/2023).

Ada beberapa dugaan kenapa populasi eceng gondok di Sungai Bengawan Solo membludak. Pertama, kemungkinan eceng gondok terbawa arus dari hulu ke hilir hingga akhirnya sampai di sungai tersebut. 

Melimpahnya makanan eceng gondok di sungai membuat populasinya semakin banyak hingga menyebabkan eutrofikasi, atau ledakan populasi.

Selain itu, kurangnya ikan, udang, dan predator lain di dalam sungai yang biasanya memakan akar atau daun eceng gondok, membuat tanaman ini semakin tidak terkendali populasinya. Faktor-faktor inilah yang membuat eceng gondok di Sungai Bengawan Solo membludak.

Decky menegaskan jika ledakan eceng gondok di Sungai Bengawan Solo dibiarkan, ada beberapa dampak buruk yang bisa ditimbulkan bagi lingkungan, terutama untuk organisme di dalam sungai.

Padahal, kata Decky, tanaman eceng gondok sebenarnya bisa bermanfaat untuk ekosistem jika populasinya terjaga dan seimbang dengan organisme yang ada di sungai.

“Sebetulnya bila komposisi dia seimbang dengan kondisi habitatnya, misalnya, dalam permukaan sungai Bengawan Solo itu mungkin hanya ada satu-dua eceng gondok, itu bagus. Karena eceng gondok itu bisa jadi dia menyerap logam berat. Itu dalam kondisi dia jarang-jarang atau sedikit populasinya,” kata ujar Decky.

Oleh karena itu, perlu adanya tindakan dari stakeholder, baik masyarakat dan pemerintah setempat untuk menangani masalah ledakan populasi eceng gondok ini. Salah satunya dengan mengelola eceng gondok dan mencari sumber masalah yang membuat tanaman bisa tumbuh subur di Sungai Bengawan Solo. bjn-02/dsy

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…