Ilmuwan Temukan Kadal Berkaki Mungil Mirip Ular yang Dikira Langka dan Terancam Punah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim peneliti dari Queensland Museum dan James Cook University menemukan kembali kadal belang padang rumput Lyon yang sempat dikira punah. SP/ SBY
Tim peneliti dari Queensland Museum dan James Cook University menemukan kembali kadal belang padang rumput Lyon yang sempat dikira punah. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penampakan kadal berkaki mungil mirip ular yang sempat dikira punah menghilang lebih dari 40 tahun berhasil ditemukan sekelompok ilmuwan tim peneliti dari Queensland Museum dan James Cook University.

Kadal berkaki mungil yang mirip ular tersebut bernama kadal belang padang rumput Lyon atau Austroablepharus barrylyoni yang ditemukan di dekat kota Mount Surprise, Queensland, di timur laut Australia. Dia terakhir terlihat pada 1981 lalu.

Andrew Amey, ahli herpetologi dari Queensland Museum sekaligus pemimpin ekspedisi, seperti dikutip LiveScience mengatakan, terdapat dua penemuan kadal lain yang langka dan terancam punah, yakni kadal Mount Surprise (Lerista storri) dan kadal bergaris halus tanpa kaki (Lerista ameles). 

Ketiga spesies adalah anggota keluarga skink, kadal dengan ciri fisik mirip ular dan kaki mungil atau tidak berkaki sama sekali.

"Ini merupakan momen yang menyenangkan untuk menemukan ketiga kadal tersebut, tetapi menemukan kadal belang padang rumput Lyon adalah penemuan luar biasa," jelasnya, Senin (13/11/2023).

Menurut pemerintah Australia, kadal belang padang rumput Lyon ini berukuran sangat kecil dengan panjang sekitar 5 sentimeter dari ujung moncong hingga pangkal ekor. 

Belum banyak diketahui dari spesies yang sulit terlihat ini, tapi mereka sering berburu serangga di rumput dan sering berlindung di celah tanah untuk melindungi diri dari sinar Matahari dan predator.

Amey menambahkan, L. storri memiliki tunggul kecil sebagai kaki belakangnya, sedangkan L. ameles tidak memiliki kaki sama sekali. Kaki di tubuh kadal yang kecil memungkinkan mereka melata melewati celah di tanah.

Sebaran populasi ketiga kadal di kawasan Mount Surprise sangat kecil, yang berarti mereka sangat rentan terhadap gangguan seperti kebakaran hutan, kekeringan, dan penyakit. Setelah menemukan mereka masih hidup, para peneliti ingin mempelajari lebih lanjut tentang populasi ketiga kadal untuk membantu melindunginya.

"Kita perlu mengetahui apakah populasi kadal ini sehat atau jumlahnya menurun," ujar Amey. "Kita tidak dapat mengambil tindakan efektif untuk melindunginya mereka jika kita tidak mengetahui di mana keberadaannya dan ancaman apa yang berdampak pada mereka."

"Satu-satunya cara untuk mendapatkan informasi ini adalah pergi dan mencarinya,” jelasnya. sb-03/dsy

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …