SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sejak Januari-November 2023 sudah sebanyak 133 calon jemaah haji asal Kota Probolinggo yang membatalkan porsi antrian pemberangkatan ibadah haji. Salah satu alasannya, masa tunggunya terlalu lama sampai makin melambungnya biaya haji.
Salah satu jemaah haji asal Probolinggo, Suhud warga Kecamatan Kanigaran mengaku berencana membatalkan dan menarik setoran awal porsi hajinya. “Setiap tahun biaya haji naik terus. Nanti bisa-bisa jadi berapa besaran biaya pelunasan haji itu,” ujar warga Kecamatan Kanigaran, Suhud, Selasa (28/11/2023).
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Fausi membenarkan adanya sejumlah calon jemaah haji yang memilih membatalkan dan menarik setoran awal biaya hajinya. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak atau melarang agar tidak dibatalkan.
“Kami terus mengimbau kepada masyarakat jika sudah niat berangkat haji dan telah mendaftar, supaya ditunggu sampai berangkat. Karena jika sudah daftar dan niat haji, itu berarti sudah melaksanakan niat haji,” ujarnya.
Permasalahan banyaknya calon jemaah haji yang membatalkan pendaftaran karena tingginya biaya haji tahun depan, Fausi mengatakan, biaya haji tahun depan masih dalam pembahasan.
Sedangkan, calon jemaah haji yang datang membatalkan porsi antrian haji sudah ada sebelum adanya usulan biaya haji tahun 2024. Karena itu, menurutnya, adanya pembatalan porsi antrian haji bukan karena soal biaya haji yang dinilai naik dan tinggi. Tetapi, banyak faktor.
Mulai dari merasa antrian cukup lama, terhimpit kebutuhan ekonomi, sampai memutuskan untuk ganti daftar umrah atau haji plus. “Faktor pembatalan pendaftaran pemberangkatan ibadah haji memang banyak dan kompleks,” katanya. prb-01/dsy
Editor : Desy Ayu