Kebijakan OPEC+ Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak pada kuartal pertama tahun depan. SP/ Tangkapan layar twitter @PIF_en
Ilustrasi OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak pada kuartal pertama tahun depan. SP/ Tangkapan layar twitter @PIF_en

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - OPEC+ baru saja merilis pernyataan pada hari Kamis (30/11/2023) yang tidak secara resmi mendukung pengurangan produksi. Namun masing-masing negara justru mengumumkan pengurangan sukarela.

Pengurangan sukarela tersebut dilakukan masing-masing negara sebesar 2,2 juta barel per hari untuk kuartal pertama tahun 2024. Dengan Arab Saudi, sebagai negara utama dan anggota terbesar, yang memimpin langkah tersebut.

Para pedagang lantaran mereka semakin yakin bahwa OPEC+, sebuah kelompok yang terdiri dari OPEC ditambah sekutu produsen minyaknya, tidak akan memenuhi pengurangan produksi yang dijanjikan.

"Riyadh setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar satu juta barel per hari," kata seorang sumber di Kementerian Energi kepada Saudi Press Agency, Jumat (01/12/2023).

Melansir CNBC, Jumat (1/12/2023), harga emas WTI untuk kontrak bulan Januari turun USD 1,20, atau 1,54%, menjadi USD 76,66 per barel. Sedangkan harga minyak Brent untuk kontrak bulan Januari kehilangan 14 sen, atau 0,17%, diperdagangkan ke level USD 82,96 per barel.

Disisi lain, Irak memangkas produksi sebesar 223.000 barel per hari, Uni Emirat Arab 163.000 barel per hari, Kuwait 135.000 barel per hari, Kazakhstan 82.000 barel per hari, Aljazair 51.000 barel per hari, dan Oman 42.000 barel per hari.

Rusia juga memperdalam pengurangan pasokan sukarela menjadi 500.000 barel per hari hingga akhir kuartal pertama. Ini dikatakan Wakil Perdana Menteri Alexander Novak.

Disatu sisi, OPEC+ sendiri juga memiliki masalah besar dalam hal kohesi dan kepatuhan terhadap pengurangan produksi, kata John Kilduff dari Again Capital.“Kecurangan adalah nama tengah mereka dalam situasi ini yaitu OPEC,” kata Kilduff.

Kilduff mengatakan OPEC+ semakin tertekan oleh rekor produksi dari negara-negara termasuk AS dan kehilangan pangsa pasar di Asia, dimana pertumbuhan permintaan mengalami kesulitan akibat hambatan ekonomi di Tiongkok.

“Mereka menghadapi masalah besar,” kata Kilduff tentang OPEC+ dan Arab Saudi pada khususnya. Mereka sedang sibuk dan bagi saya ini tidak akan menjadi strategi kemenangan bagi mereka,” katanya mengenai pengurangan produksi. jk-04/dsy

Berita Terbaru

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi seorang Warga Negara Jepang (WNJ) berinisial MI setelah yang bersangkutan diketahui mengalami…

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…