Dirut Arofahmina Ditangkap, Putarkan Dana Ribuan Jamaah Umroh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Utama Travel Umroh dan Haji Arofahmina Heri Wibowo, saat ditangkap oleh Polres Tulungagung, dan penampakan Heri Wibowo saat menemui beberapa calon jamaah umroh saat sempat bermasalah pada awal tahun 2023.
Direktur Utama Travel Umroh dan Haji Arofahmina Heri Wibowo, saat ditangkap oleh Polres Tulungagung, dan penampakan Heri Wibowo saat menemui beberapa calon jamaah umroh saat sempat bermasalah pada awal tahun 2023.

i

Motifnya Putar Uang Ribuan Jamaah

 

SURABAYA PAGI, Tulungagung - Direktur Utama (Dirut) PT Arofahmina ditangkap anggota Satreskrim Polres Tulungagung karena diduga melakukan penipuan setelah gagal memberangkatkan sejumlah jemaah umrah. Pelaku dijerat pasal 372/378 KUHP.

Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan tersangka adalah Heri Wibowo (HW) warga Bhaskara, Kalisari, Mulyorejo. Dia ditangkap di lokasi persembunyiannya di salah satu apartemen di Surabaya pada akhir November 2023.

"Pelaku dilaporkan oleh dua orang korban LS dan suaminya warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Tulungagung," kata ujar Arsya kepada wartawan

 

Laporan Jamaah Tulungagung

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini bermula dari rekrutmen calon jemaah umrah yang dilakukan oleh PT Arofahmina. Saat itu kedua korban mendaftarkan diri untuk umrah ke tanah suci dengan biaya Rp 64 juta.

"Namun hingga jadwal keberangkatan ternyata korban gagal terbang ke Arab Saudi. Korban ini sempat ke Jakarta tapi gagal berangkat. Kemudian mereka melaporkan kasusnya ke polisi," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua korban ternyata tidak sendiri, karena terdapat ratusan korban lain yang gagal diberangkatkan.

Arsya menjelaskan, PT Arofahmina sempat memberikan solusi kepada 300 lebih jemaah untuk melakukan pengembalian dana atau dijadwalkan pada hari lain.

"140 orang menerima skema reskedul atau dijadwalkan ulang, sedangkan 165 memilih untuk pengembalian dana atau refund, termasuk dua korban ini. Namun hingga kini dana uang dijanjikan tidak kunjung dikembalikan," jelasnya.

 

Korban Capai 162 Orang

Polisi menyebut kerugian yang dialami dua korban kasus umrah ini mencapai Rp 64 juta, namun jika ditotal dengan 162 korban lain jumlah kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 5 miliar.

Akibat kasus ini tersangka Heri Wibowo harus ditahan di Polres Tulungagung dan dijerat pasal 372/378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

 

Berawal dari Covid-19

Dari proses penyidikan, sengkarut yang melanda biro perjalan umrah tersebut akhirnya terkuak. Polisi menyebut, perusahaan mengalami kerugian besar akibat wabah COVID-19 yang melanda dunia selama dua tahun berturut-turut.

"Jadi PT Arofahmina ini mengalami kerugian akibat wabah COVID-19, untuk menutupi kerugian itu mereka memanfaatkan dana yang disetor oleh calon jemaah umrah yang baru," kata Arsya.

 

Sudah Dijalankan Sejak Lama

Strategi melakukan perputaran uang tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Pada 2022, Arofahmina sempat merekrut 4.700 calon jemaah umrah, dari jumlah itu 3.700 berhasil berangkat ke Tanah Suci, sedangkan 1.000 sisanya tertunda.

"Kemudian 700-an jemaah diberangkatkan melalui perusahaan lain dan tersisa sekitar 300 lebih," jelas Arsya.

 

Sempat Tawarkan Refund

Perusahaan sempat membuat skema penjadwalan ulang keberangkatan serta pengembalian dana atau refund. Namun, dari 165 orang yang diagendakan menerima pengembalian dana, hingga kini belum menerima realisasi.

"Dua di antaranya akhirnya melapor ke polisi dan kami tindaklanjuti dengan menangkap tersangka HW," imbuhnya.

Eli (37), salah seorang calon jemaah asal Surabaya ikut mendatangi kantor Arofahmina karena keberangkatannya ke tanah suci sudah ditunda 6 bulan oleh pihak travel. Oleh pihak travel Eli sempat diberi dua opsi.

"Saya dimundurkan sampai 6 bulan, saya keberangkatan 23 Februari ini, tapi waktu Januari sudah ada info dimundurkan. Kalau dimundurkan Agustus atau tetap berangkat dengan downgrade sesuai sama paketan yang kita ambil," kata Eli, Sabtu (25/2).

Eli membayar Rp 32 juta untuk paket umrah yang ditawarkan Arofahmina. Uang itu sudah lunas dibayarkan Eli sejak 8 Desember 2022.

"Dapat informasi pada Januari ditunda berangkat, alasan crowded di Makkahnya. Kalau mau mengikuti prosedurnya dia (Arofahmina) refund enam bulan atau berangkat nanti Agustus, kan kelamaan," imbuhanya Eli.

 

Izin Sudah Dibekukan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mohammad Nur mengatakan, merujuk dari data Kementerian Agama, PT Arofah,ina yang dipimpin tersangka Heri Wibowo (48) dibekukan sementara selama satu tahun. Pembekuan itu terhitung sejak 29 Mei 2023.

"Jadi memang betul izin operasional dibekukan, sedangkan kasus yang kami tangani ini terjadi sebelum perusahaan dibekukan," kata Mohammad Nur, Selasa (5/12/2023).

Menurutnya, pascapembekuan tersebut, PT Arofahmina tidak lagi merekrut calon jemaah umrah. Meski demikian, kasus ratusan calon jemaah yang gagal berangkat ke tanah suci belum tuntas. Can/ham/rmc

Berita Terbaru

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…