PSI, Partai Gurem yang Di-Marketing-i

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H Raditya M Khadaffi
H Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Partai gurem adalah istilah yang digunakan di dunia perpolitikan Indonesia untuk menyebut partai-partai dengan perolehan suara kecil dalam pemilihan umum legislatif.

Partai Buruh misalnya ingin memenangkan 10 Pilkada dan mampu meraih 15-20 kursi DPR pada Pemilu 2024.

Kemudian, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ketua Umumnya, Kaesang Pangarep menargetkan partainya lolos Parliamentary Threshold (PT) dan mampu melenggang ke Senayan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang Ketua Umumnya baru terpilih, Anas Urbaningrum, mematok target tinggi pada Pemilu 2024. Anas menargetkan partainya bisa masuk ke parlemen di semua level, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Lalu Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo menargetkan 10 persen suara pada Pemilihan Umum 2024.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Ahmad Muqowam mengungkapkan partainya memasang target 46 kursi di DPR RI dari 84 Daerah Pemilihan.

Beda dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Partai ini memiliki keinginan kuat mendulang banyak suara pada Pemilu 2024, agar mampu meloloskan kadernya ke DPR-RI. Dengan demikian, maka PBB berpotensi masuk pemerintahan 2024-2029.

Sedangkan, Partai Gelora Indonesia ingin Lolos Threshold dan lolos ke Senayan. Juga ada Partai Garuda ingin melampaui batas ambang minimal empat persen.

Sama halnya, Waketum DPP Partai Ummat, Buni Yani, menargetkan empat persen suara pada Pemilu 2024. Dengan begitu, Partai Ummat bisa lolos ke Senayan.

Itu gambaran partai gurem ditengah ketatnya persaingan dan tingginya ambang batas perolehan suara di angka empat persen.

Tampaknya partai-partai kecil ini harus berjuang keras. Ketuanya percaya diri menghadapi pemilihan umum 2024. Kayaknya, nasib 'sial' sejumlah partai besar pada pemilu 2019 akan membayangi kontestasi nantinya.

Betapa tidak, pada Pemilu 2019, sejumlah partai yang terbilang pernah sukses merebut kursi harus terdepak dari parlemen tingkat Nasional. Sebut saja Partai Hanura dan Partai Bulan Bintang.

Kini, partai baru dan non parlemen seperti Partai Gelora, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Buruh akan ikut dalam persaingan di 2024.

 

***

 

Tampaknya dalam Pemilu 2024, PSI juga telah mendapat energi baru dengan bergabungnya Kaesang Pangarep.

Saya ikuti dari track recordnya, yang dibutuhkan PSI, bukan ia seorang pengusaha makanan Indonesia dan youtuber. Tapi ia merupakan putra bungsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Ibu Negara Iriana.

Semua pimpinan parpol yang sudah matang punya anggapan putra penguasa biasanya punya apa saja. Dari privillage sampai dana dan fasilitas. Makanya, Kaesang saat kampanye di daerah menyebar kaos bertuliskan "Partainya Jokowi".

Ditambah banyaknya tokoh dan mantan legislator serta politisi muda bergabung.

Ini menurut saya menambah kekuatan PSI untuk meraih kursi di parlemen. Apalagi sebelum Kaesang tampil, Ketum PSI sebelumnya tak memasang target perolehan kursi pada Pemilu 2024.

Pengalaman Giring Ganesha dan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie untuk menang bagi partai baru bukanlah persoalan mudah. Mesti mikir banyak variabel pendongkrak. Kaesang punya. Ini karena Gibran, kakaknya jadi penerus Jokowi, lewat simbol Prabowo. Kaesang, kelihatan keteteran melakukan pengenalan partai. Dikemas dengan pendekatan marketing politik. Ini saya amati menjadi pekerjaan utama yang mesti diselesaikan. Tanpa variabel ini, lsulit bagi PSI bisa menjadi perbincangan publik. Kaesang lakukan aspek pengenalan, juga aspek akseptabilitas partai politik sekaligus. Siapa konsultan marketingnya, masih gelap.

Mereka menjadi "bayang-bayang" sebagai ketua-ketua partai pelapis Kaesang. Serapan saya mereka punya kapasitas dalam menggerakkan roda organisasi.

Sebagai figur baru pemimpin parpol anak muda, ia tentu masih perlu diuji kemampuannya dalam meraup suara dimana, penggunaan pendekatan marketing dalam dunia politik.

Dalam marketing politik (political marketing) ada inspirasi tentang cara seorang kandidat membuat produk berupa isu dan program kerja berdasarkan permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Tampak mudah bagi Kaesang berselancar. PSI dibentengi pengaruh Jokowi dan parpol parpol besar dan menengah.

Ibarat partai politik adalah pohon, PSI adalah ranting yang kekuatannya mesri mencekeram agar sebagai ranting tak mudah putus. Hal pasti, karena PSI dibranding Kaesang, "Partainya Jokowi", parpol ini otomatis dibangunkan jalan tol yang jaringannya kuat.

Sekarang yang merekatkan ke Kaesang, ada mantan legislator, tokoh masyarakat, aktivis, pengusaha, serta dari kalangan milenial. Mereka diajak bertarung untuk memperebutkan kursi di dapil masing-masing. ([email protected])

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…