Hanya 10 Jam, Polres Blitar Kota Tetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Majikan dan ART

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar Kota AKBP Danang saat beri ket pada wartawan. SP/Lestariono
Kapolres Blitar Kota AKBP Danang saat beri ket pada wartawan. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kasus tewasnya 2 wanita di sebuah rumah di Blitar berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Blitar Kota dalam waktu 10 jam. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan AF (21) warga Kediri sebagai tersangka. Hal itu diungkapkan Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setya PS SH S.IK pada wartawan dalam keterangan releasenya Rabu (3/1).

"Setelah kami melakukan olah TKP, keterangan dari saksi saksi termasuk hasil otopsi dari team Dokter Forensik  RS Bhayangkara Kediri, akhirnya kita menetapkan tersangka yaitu AF (21), sedang AF ditangkap di rumahnya pada Selasa (2/1-24) dini hari yang beralamat di Kabupaten Kediri, sekaligus mengamankan beberapa barang bukti (BB) dari tangan AF, ada 5 Hp dan barang bukti lainya," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo. 

Lebih mendalam AKBP Danang menjelaskan bahwa AF jauh sebelumnya telah merencanakan pembunuhan  satu hari sebelum kejadian, sedang pembunuhan dilakukan AZ pada 30 Desember 2023 dengan sebilah golok.

"Menurut pengakuan tersangka dilakukan pada 30 Desember 2023, dan direncanakan  satu hari sebelumnya, dengan menggunakan sebilah golok," tambah orang nomor satu di Polres Blitar Kota ini.

Perlu diketahui, sebelumnya warga sekitar TKP pada hari Senin (1 Januari 2024) sekitar pukul 16.00 menemukan dua mayat perempuan dengan bersimbah darah dalam rumah di Jalan Sulawesi Kel. Karangtengah, Kec Sananwetan, Kota Blitar. Setelah mencari bau bangkai yang berasal dari TKP, warga melapor ke Polsèk Sananwetan dan Polres Blitar Kota. 

Dalam penyelidikan polisi berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Kediri, langsung malam itu juga dua jasad wanita tersebut dibawa ke RSUD Mardi Waluyo.

"Dari hasil autopsi oleh team dokter RS Bhayangkara bahwa dua jenazah itu korban pembunuhan dengan luka-luka di kepala maupun leher korban, akibat senjata tajam maupun tumpul, dari hasil autopsi bahwa luka-luka yang dialami Sinyo sebanyak 7 luka pada kepala dan leher, sedang luka pada Luciani sebanyak 20 luka selain di kepala dan leher, kita langsung langkah cepat malam itu juga kita mengamankan AF di rumahnya, setelah kita nyatakan tersangka," ungkap AKBP Danang didampingi Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Hendra Utaryo.

 

Dari hasil keterangan AF,  motif tersangka membunuh korban karena dendam kepada Ragil Sukarno Utomo (Sinyo) karena janji kesepakatan kerja di shelternya tidak ditepati seperti yang beredar di medsos,  bahkan selama 3 bulan tidak digaji, serta tidak boleh keluar rumah, termasuk ART asal Jombang yang melarikan diri sebelum kejadian.

"Jadi AF punya rasa dendam kepada Sinyo (korban) karena tiga bulan bekerja belum digaji, sering dimarahi dan dilarang keluar rumah, bahkan setiap sholat Jumatan tidak boleh, sehingga dia bisa keluar dari rumah shelter (penitipan anjing dan kucing) tersebut, juga  merencanakan pembalasan, sampai ada dua korban meninggal dunia yakni  Sinyo dan Luciani selaku ART, sedang kejadian rumah shelter dihuni oleh dua korban," terang AKBP Danang.

Atas peristiwa pembunuhan Sinyo dan Luciani, AF dijerat pasal 338 Junto pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati dan paling ringan seumur hidup, release kasus pembunuhan itu diakhiri dengan tunjukan BB pembunuhan kepada wartawan. Les

Berita Terbaru

Siapkan Generasi Digital Indonesia, BSI Biayai Talenta IT Cilik Yang Diapresiasi NASA

Siapkan Generasi Digital Indonesia, BSI Biayai Talenta IT Cilik Yang Diapresiasi NASA

Jumat, 24 Jul 2026 14:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Di tengah kebutuhan Indonesia akan talenta digital yang semakin besar, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mensuport i…

Said Abdullah: RedTalk Jadi Wadah Bersama, Tempat Mendengar Suara Anak Muda

Said Abdullah: RedTalk Jadi Wadah Bersama, Tempat Mendengar Suara Anak Muda

Jumat, 24 Jul 2026 14:17 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan RedTalk merupakan ruang dialog yang dibangun untuk mendengar aspirasi …

Klarifikasi Korlantas Polri: Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Dipastikan Hoaks!

Klarifikasi Korlantas Polri: Isu Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Dipastikan Hoaks!

Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Seiring beredarnya informasi di medsos dan media-media online tentang adanya aturan baru yang menyebut pengendara sepeda motor d…

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen bersama PT Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris Almarhum Rahmad Gobel, Anggota DPR RI periode 2…

Sidang Maidi, Direktur PT Rajawali Akui Serahkan Dana Kampanye Maidi ke Camat Manguharjo   ‎

Sidang Maidi, Direktur PT Rajawali Akui Serahkan Dana Kampanye Maidi ke Camat Manguharjo  ‎

Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Nama Camat Manguharjo, Lita Febriana Hapsari, muncul dalam persidangan dugaan pemerasan dengan modus CSR dan gratifikasi fee proyek …

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Didampingi LPSK, Saksi Sebut Kelola Rp7 Miliar Atas Perintah Maidi 

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel, mengaku mengelola dana sebesar Rp7 m…