Halo Effect Pemilih Pemula, Nyesel di Kemudian Hari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Coblosan Pilpres kurang 45 hari. Masa pamer gagasan sudah berlangsung sejak tanggal pada 28 November 2023. Dan akan berakhir pada 10 Februari 2024 mendatang.

Selain itu, juga diselingi debat capres dan cawapres. Sampai saya membuat catatan politik dengan judul diatas sudah dilangsungkan dua kali debat yang disiarkan TV secara nasional.

Apakah pemilih terpesona dengan kampanye ketiga capres-cawapres tersebut? Tentu kembali pada pengetahuan dan pemahaman calon pemilih yang jumlahnya mencapai 204.807.222 pemilih.

Dalam pemilu kali ini, pemilih masih dibedakan menjadi tiga kategori pemilih. Kategori pemilih tersebut ialah pemilih tetap, pemilih tambahan dan pemilih khusus.

Menurut Pasal 348 s/d 350 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), pemilih adalah WNI yang sudah genap berusia 17 tahun atau lebih, baik sudah kawin atau belum dan pernah kawin. Disana ada pemilih pemula yang jumlahnya 66.822.389 orang.

Menurut UU Pemilu, Bab IV pasal 198 (Ayat 1), Pemilih Pemula adalah Warga Negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah genap berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah/pernah menikah, yang mempunyai hak memilih dan sebelumnya belum termasuk pemilih karena ketentuan Undang-Undang Pemilu.

Berdasarkan hasil rekapitulasi DPT, mayoritas pemilih Pemilu 2024 kali ini didominasi dari kelompok generasi Z dan milenial.

Tercatat di KPU, kelompok generasi milenial dan Z sebanyak 66.822.389 atau 33,60% pemilih. Saya termasuk generasi milenial yang lahir pada 1980 hingga 1994.

Sedangkan pemilih dari generasi Z adalah sebanyak 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85�ri total DPT Pemilu 2024.

Berdasarkan pengalaman saya, perilaku pemilih adalah tindakan seseorang yang berkaitan alasan seseorang mempengaruhi proses pengambilan keputusan memilih. Artinya pemilih pemula bisa ikut ikutan.

Beda dengan pemilih yang rasional. Mereka pemilih yang mampu menentukan pilihan dengan melihat melihat rekam jejak, visi, dan misi .

Umumnya pemilih rasional cerdas mampu memilah dan memilih dengan bijak, melihat jernih calon presiden dan wakil presiden lima tahun ke depan.

Mereka mengorek rekam jejak capres dan cawapres lebih dulu baru visi, dan misi . Ini untuk menghindari nyesel di kemudian hari (halo effect).

 

***

 

Literasi tentang halo effect adalah efek atau bias yang timbul dari kesan pertama saat melihat atau bertemu seseorang.

Mereka umumnya bukan membuktikan dengan berkenalan lebih lanjut untuk mengetahui karakter seseorang.

Dalam studi, halo effect justru seperti memberikan blocking untuk berhenti menilai dari kesan pertama saja.

Konon halo effect baru suatu kecenderungan dalam penilaian yang menghasilkan pandangan positif atau negatif terhadap karakteristik individu seseorang.

Istilah halo effect pertama kali dikenalkan oleh psikolog asal Amerika, Edward L. Thorndike, pada 1920. Ia melakukan penelitian di camp militer dan menyuruh ketua perwira untuk menilai beberapa anggota militer berdasarkan kecerdasan, loyalitas, kepemimpinan, penampilan fisik, dan ketergantungan.

Hasil penelitian dari Edward L. Thorndike tersebut, efek halo ini benar-benar menjadi fenomena yang kerap terjadi di lingkungan hidup dan kerja. Hal tersebut identik dengan beauty privilege karena sebagian besar orang yang terjebak dalam fenomena dikarenakan tampilan fisik seseorang.

Nah, pemilih muda dari kelompok pemilih generasi Z (17-23) dan generasi milenial (24-39) juga disebut pemilih pemula rookie.

Pertanyaannya, apakah pemilih pemula punya pengetahuan yang baik terhadap capres-cawapres yang akan dipilihnya seperti pemilih rasional?

Bisakah pemilih pemula menentukan sikap politiknya lebih mempertimbangkan faktor kemampuan, baik dari segi kapasitas intelektual maupun kualitas kepemimpinan untuk perubahan?.

Akal sehat saya ingatkan pemilih pemula, kampanye politik hanya ajang meraih simpatik pemilih.

Saya amati suatu kampanye politik capres tak ubahnya sebuah upaya yang terorganisir untuk memengaruhi pemilih baru (pemula)

Dari mendengar isu isu yang digaungkan, pesan yang ditonjolkan ide yang belum terimplementasikan. Pesan sering terdiri dari beberapa poin berbicara tentang isu-isu kebijakan yang menyedot APBN yang kadang ugal ugalan. Mirisnya, ide utama dari kampanye dan sering diulang untuk menciptakan kesan abadi kepada pemilih.

Juga saya amati dalam teknik kampanye politik, capres juga pamer jajak pendapat sebagai agenda politik timsesnya. Apalagi ada penggunaan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang saling jatuhkan.

Praktik kampanye semacam itu bagi beberapa pemilih pemula dapat menimbulkan fenomena sikap resistensi. Terlepas apapun namanya, isu kampanye politik cenderunf obral janji alias 'jualan kecap'. Janji yang diucapkan dalam masa kampanye, hasilnya tidak sama dengan yang diucapkan.

Saya menemukan ada seorang pemilih yang terpengaruh halo effect adalah saat bertemu dengan seorang capres-cawapres, sekali tertarik. Tanpa mengukut rekam jejaknya. Ironisnya tertarik atas penilaian positif. Efek ini tidak hanya mempengaruhi persepsi seseorang berdasarkan daya tarik saja, namun juga mencakup sifat-sifat lainnya.

Ini perlu saya share-kan, sebab ada dampak halo effect bagi seorang pemilih? Khususnya pemilih pemula.

Apalagi tergiur hanya dari informasi yang disajikan tidak secara visual, bisa jadi halo effect mendorong keputusan berbasis visi-misi semata dan mengabaikan informasi negatif lainnya.

Pemilih pemula mesti diberi pengertian Asas Langsung. KPU mesti sosialisasikan Pemilu memastikan bahwa rakyat sebagai pemilih memiliki hak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya, tanpa perantara. Artinya, pemilih pemuka yang ragu, boleh tak memberikan suaranya secara langsung. Asal tidak kampanye Golput.

Juga soal asas Umum dalam Pemilu, KPU menjamin kesempatan yang berlaku menyeluruh bagi semua warga negara yang memenuhi persyaratan sesuai undang-undang, tanpa paksaan dan iming-iming duit. ([email protected])

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…