Waspada, Tren Kasus DBD di Jombang Mulai Naik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasien infeksi virus dengue menjalani perawatan di RSUD Jombang. SP/Sarep 
Pasien infeksi virus dengue menjalani perawatan di RSUD Jombang. SP/Sarep 

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Kasus infeksi virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang, mengalami tren peningkatan sejak tiga bulan terakhir. 

Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang mencatat, jumlah pasien per tanggal 10 Januari sudah ada 30 pasien yang menjalani perawatan akibat infeksi virus dengue. 

"Bulan November kita merawat 23 pasien, di bulan Desember 2023 mengalami peningkatan menjadi 67 pasien. Dan baru 10 hari di bulan Januari 2024 kita sudah merawat 30 orang pasien," kata Direktur RSUD Jombang, Ma'murotus Sa'diyah, Kamis (11/1/2024). 

Mayoritas pasien infeksi virus dengue yang menjalani perawatan di RSUD Jombang merupakan anak-anak hingga remaja, sisanya usia dewasa. "Kebanyakan pasien anak-anak," tandasnya. 

Menurut Ma'murotus, kebanyakan pasien infeksi virus dengue yang dirujuk ke RSUD Jombang mengalami gejala panas dan gejala lainnya. 

"Gejalanya seperti pada umumnya infeksi virus dengue. Seperti panas tidak kunjung turun, nyeri kepala bagian depan, bahkan muntah-muntah," jelasnya. 

 

11 Orang Positif DBD 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Syaiful Anwar mengatakan selama tiga bulan terakhir tercatat ada 11 kasus positif demam berdarah dengue. DBD sendiri terdeteksi mengalami peningkatan sejak memasuki musim penghujan. 

"Ada 11 kasus positif DBD, selama tiga bulan terakhir," kata dia, Kamis (11/1/2024). 

Menurutnya, pasien DBD terdiri dari berbagai kalangan, 70 persen usia di bawah 14 tahun. 

 

Selalu Waspada dan Lakukan PSN

"Untuk mengantisipasi lonjakan DBD, pada bulan November tahun kemarin. Kita sudah melakukan peningkatan kapasitas petugas, dalam penanggulangan dan penanganan DBD," tutur Syaiful. 

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu.

Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya masing-masing, sebagai upaya pencegahan.

"Kita setiap Jumat sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di seluruh wilayah kerja Puskesmas serta sosialisasi 3M kepada masyarakat. Yakni, menguras, menutup dan mengubur," jelasnya. 

Tiap keluarga dihimbau untuk rajin menguras bak mandi dan mengeringkan tempat-tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur pada tempat-tempat yang ada genangan air dan terhindar dari demam berdarah.

Selanjutnya, menutup artinya tempat penampungan air harus ditutup agar nyamuk tidak dapat bertelur pada tempat yang ada genangan air. Lalu, mengubur artinya mengubur sampah agar tidak menjadi sarang nyamuk. Sarep

Berita Terbaru

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 43 bangunan tanpa izin yang berada di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ditertibkan m…

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh pengembangan cabang olahraga (cabor) Woodball di wilayahnya. Olahraga…

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Komitmen memperkuat peran masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kota Mojokerto melalui penyaluran dana hibah tahun anggaran 2026…

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – KPK kembali menggeledah pejabat di Kota Madiun. Kali ini rumah Dirut Perumda Air Minum Tirta Taman Sari, Suyoto, jadi sasaran, …

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI, Madiun- ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan rangkaian penggeledahan di wilayah Kota Madiun. Kali ini, tim penyidik KPK m…

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini viral, dimana salah satu halaman rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Magetan, tepatnya di kawasan belakang Apotek…