Cawapres Akronim

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 14 Jan 2024 20:35 WIB

Cawapres Akronim

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Agenda KPU, Minggu tenang mulai diterapkan tanggal 10 Februari 2024. Bararti kampanye tinggal 26 hari.

Sisa waktu ini ada kampanye rapat umum, pemasangan iklan di media. Agenda ini mulai tanggal 21 Januari 2024 sampai 10 Februari 2024. Nah pada masa tenang pada tanggal 11 Februari sampai 13 Februari 2024, rakyat tak boleh berisik kampanyekan pilihannya secara blak-blakan.

Baca Juga: Prabowo, Perkuat Hubungan AS-RI

Maklum, pelaksanaan Pemilu merupakan bentuk kebebasan hak rakyat dalam memilih pemimpin lima tahun ke depan. Ini salah satu hak sebagai warga negara.

Akal sehat saya membimbing, siapa pun pemimpin yang dipilih adalah pilihan rakyat Indonesia.

Slogan umumnya, dalam bilik suara tanggal 14 Februari nanti gunakan hak pilih sesuai hati nurani tanpa di pengaruhi oleh orang lain. Nah, apakah semua rakyat mampu memilih calon presiden baru mengedepankan hati nuraninya tanpa di pengaruhi oleh orang lain.?

Literasi yang saya baca, hati nurani adalah suatu proses kognitif yang menghasilkan perasaan dan pengaitan secara rasional. Ini disertai pandangan moral atau sistem nilai seseorang.

Bahkan dilukiskan, suara hati yang baik, dapat menjadi kompas moral yaitu menuntun kita menjadi pribadi yang berperilaku positif. Seorang ustadz kampung pernah berpesan hati nurani seseorang dipercayai menjadi tempat Tuhan mewahyukan diri secara hidup dalam hatinya.

Dalam pandangannya, ada dua hal yang menyebabkan tumpulnya hati nurani saat pilpres. Pertama, lingkungan yang tidak sehat yaitu uang dan intervensi. Kedua, ketidakmampuannya untuk mengasah kejujurannya.

Ada cendekiawan muslim Surabaya yang menyampaikan beberapa cara menghidupkan hati nurani.

Pertama adalah melepas sifat takabur dan sombong.  Kedua, perbanyak istighfar dan jangan terlalu sering menyalahkan orang lain. Ketiga, lapisi hati nurani dengan sering mengucap Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim, Irhamnaa.

Itu anjuran religi. Apakah setiap pemilih mempan dengan nasihat kebaikan? Walahualam.

 

***

 

Mencatat tiga kali debat capres-cawapres sampai tanggal 7 Januari lalu, apa masyarakat mampu memanfaatkan secara maksimal hak pilih yang dimilikinya?. Bisakah dari debat itu, rakyat umumnya mampu memilah calon pemimpin yang pemimpin yang memiliki nilai Shidiq (jujur dan berintegritas), Amanah (profesional dan mampu mengemban kepercayaan yang diberikan), Fathanah (memiliki kecerdasan dalam berfikir dan bertindak) serta Tabligh (transparan dalam setiap tindakan yang dilakukan).?  Menurut akal sehat saya relatif. Ukuran pemimpin ini adalah idiil yang diajarkan Rasulullah.

Saran saya, pemilih milenial hendaknya memilih calon pemimpin dengan hati nurani. Jangan dipaksa atau diintervensi pihak lain. Bila ini terjadi, bisa memilih kucing dalam karung. Sebuah kiasan untuk mengingatkan kita supaya berhati-hati dalam membeli sesuatu pembeli agar berhati-hati dalam membeli suatu barang.

Jangan hanya pasrah kepada si penjual. Perlu diteliti kembali apakah yang di dalam karung benar-benar kucing atau bukan.

Kembali ke kucing dalam karung yang berkonteks politik. Sebagian ulama mengharamkan memperjualbelikan kucing, sebagian lagi membolehkan.

Pesan moralnya menjual calon presiden jangan dikarungi. Wajahnya masih buram.

Pikiran milineal saya berpesan pilih calon presiden yang punya track recordnya. Ini bisa dicari di google. Ada rekam jejak Prabowo, Anies, Ganjar, Mahfud sampai Gibran.

 

***

Baca Juga: Tata Kelola Beras Amburadul

 

Peribahasa membeli kucing dalam karung itu ajaran sekolah dasar yang selalu saya ingat sampai sekarang. Ini sebuah kiasan untuk mengingatkan kita supaya berhati-hati dalam membeli sesuatu. Adat membeli itu harus tampak dan jelas. Bila perlu, jelas 'jantan" betinanya. Jelas jenis dan bentuknya. Capres-cawapres sungguhan atau karbitan?

Ya! Presiden atau wapres mesti memiliki kemampuan memimpin dan bekerja sama di dalam sebuah tim. Ini negara nusantara dengan banyak pulau. Logika saya, mereka mesti punya kemampuan akademik dan pernah berkecimpung di dalam organisasi. Mengingat, capres-cawapres mesti mampu mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, kerja sama, dan public speaking.

Ini agar baik capres maupun cawapres terpilih bisa bekerja sama dengan efisien. Artinya ia tidak cuma membuat pertanyaan akronim. Apalagi akronim yang belum populer.

Ajaran wartawan dalam menulis berita harus dijelaskan kutipan akronim. Maklum,akronim seringkali dijumpai dalam sebuah kata yang kita pakai. Bahkan tanpa disadari, kata yang kita ucapkan bisa jadi adalah bentuk dari akronim.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, akronim adalah kependekan dari gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Pemahaman saya, akronim adalah hasil dari penggabungan huruf atau suku kata yang berbeda dan menghasilkan suatu kata baru.

Akronim dianjurkan tidak terlalu pendek maupun terlalu panjang. Akronim yang terlalu pendek akan berisiko bertemu dengan akronim yang sama tetapi berbeda makna. Sedangkan akronim yang terlalu panjang akan sulit diucapkan maupun diingat.

Saat ini, dalam kehidupan sehari-hari ada akronim Satpam. Kata-kata ini diketahui orang secara umum.

Termasuk untuk bahasa gaul ini. Satpam adalah singkatan dari Satuan Pengamanan. Juga disebut dengan sekuriti (Security).

Apakah SGIE (State of the Global Islamic Economy) yang ditanyakan Gibran Rakabuming Raka ke Cak Imin, termasuk akronim yang sudah populer dalam istilah investasi?

Baca Juga: PPP Anggap Pilpres Sudah Game Over

SGIE merupakan singkatan dari State of the Global Islamic Economy. Ini merupakan laporan tahunan yang merangkum kondisi dan perkembangan ekonomi halal di seluruh dunia. Diterbitkan oleh Dinar Standard, laporan ini telah mencapai edisi ke-9. Singkatan “SGIE” tidak sekadar merujuk pada State of the Global Islamic Economy, melainkan juga menjadi panduan utama dalam pemahaman serta penguatan kontribusi ekonomi halal dalam skala global. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai laporan ini, negara-negara seperti Indonesia dapat aktif berperan dalam mengembangkan potensi dan posisinya dalam ekonomi global yang mengusung nilai-nilai Islam.(umsu.ac.id, 23 Desember 2023)

Gibran, mengklam istilah SGIE, biasa dipakai di dunia investasi. Ada benarnya. Cak Imin, yang Ketua Umum PKB sepertinya kurang referensi tentang laporan tahunan perkembangan ekonomi halal di seluruh dunia yang siterbitkan oleh Dinar Standard.

Bagi seorang jurnalis milineal seusia Gibran, saya terpanggil pertanyaan level cawapres menyangkut kualitas pertanyaan yang tidak hanya aspek teknikaliti semata tapi juga substansi.

Apalagi debat dengan tema ekonomi, perdagangan, pajak, dan infrastruktur. Publik bisa menilai kualitas pertanyaan dari calon pemimpin masa depan.

Bagi saya kepemimpinan nasional dibutuhkan pemikiran yang substantif tentang bangsa.

Saya nilai format pertanyaan Gibran, mirip cerdas cermat anak sekolah. Bukan format pertanyaan tentang ideologi gagasan, yang diwujudkan dalam kebijakan kelak bila ia memang jadi capres.

Saat awal meniti karir jurnalistik tahun 2000an, ada guru bahasa Indonesia dari Unesa ajarkan penggunaan singkatan dan akronim dalam menulis dan berkomunikasi.

Ini terkait salah satu kebaruan dalam penggunaan bahasa.

Mengingat, akronim adalah salah satu jenis gejala penyingkatan bahasa indonesia.  Akronim dapat memperkaya kosa kata bahasa indonesia di surat kabar khususnya.

Logika saya, SGIE itu singkatan. Ia suatu gabungan dari beberapa suku kata menjadi satu kalimat. Tak ubahnya Akronim yang juga gabungan dari beberapa kalimat menjadi satu.

 Namun, kebaruan tersebut perlu dibatasi. Bila tidak dibatasi dalam penggunaannya akan berakibat fatal, yaitu hilangnya fungsi bahasa Indonesia. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU