Wakil Ketua DPRD Surabaya Suport Temuan Alat Pendeteksi Kebakaran dan LPG Bocor Karya Bocah SMP

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony saat menerima Adita Zahrah dan Vanesa Dewi Saraswati, bocah SMPN 52 Surabaya pembuat alat pendeteksi kebakaran di kantor DPRD Surabaya. SP/ Al Qomaruddin
Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony saat menerima Adita Zahrah dan Vanesa Dewi Saraswati, bocah SMPN 52 Surabaya pembuat alat pendeteksi kebakaran di kantor DPRD Surabaya. SP/ Al Qomaruddin

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Generasi muda merupakan kunci menuju kesuksesan Indonesia Emas 2045. Sebuah prestasi ditunjukan dua anak muda Adita Zahra Putri Purwana dan Vanesa Dewi Saraswati. Dua siswa kelas 9 SMP ini berhasil membuat alat pendeteksi kebakaran yang terjadi di setiap permukiman.

Berbagai langkah dilakukan untuk memaksimalkan potensi anak muda. Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya mengapresiasi tiap inovasi yang diciptakan oleh anak muda. Alat sederhana yang sangat aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya bisa mendeteksi kebakaran, alat IWS ciptaan anak SMPN 52 Surabaya, itu mampu mendeteksi kebocoran gas LPG. Saat ada rumah dengan kebocoran gas di dalam dapur, alat tersebut bisa diandalkan untuk mendeteksi gas. Dengan sistem kerja yang sama, bau itu akan mengirimkan sinyal.

Bahkan alat tersebut juga tidak berhenti di dua sasaran tersebut. Alat itu juga bisa mendeteksi aksi pencurian karena sensor pada alat tersebut juga bisa mendeteksi gerak di setiap pintu rumah. "Ini karya cipta dan temuan yang wow. Bocah SMP yang luar biasa," kata AH Thony memberi apresiasi, Kamis (08/02/2024) kemarin saat ditemui diruang kerjanya.

AH Thony melanjutkan meski ada HP dan CCTV, kebakaran semacam itu juga luput dari pantauan warga. Sebab tidak ada warga yang tahu kejadian dan melihat TKP sudah ludes. Padahal kalau ada alat deteksi api itu bisa cepat terpantau hingga satpam dan warga kampung bergerak.

"Kalau satpam pasti akan tanggap dan diikuti tindakan cepat. Melapor ke petugas dan 112. Tapi deteksi dini ini yang penting sehingga tidak sampai api membesar," kata AH Thony.

AH. Thony mensuport penuh agar temuan itu bisa dikembangkan. Dia juga mendukung agar temuan itu nantinya bisa dikembangkan lebih sempurna dan bisa diterapkan di setiap kampung. Apalagi tidak alat sederhana itu tidak mahal. Menurut Lilik Indrayanto yang mahal itu pengeras suaranya. Speaker di pos satpam.

AH Thony pun mendorong agar temuan yang masih proto type itu bisa dikembangkan dan bisa diandalkan. "Kejadian kebakaran harus terdetekasi dini agar tidak merantak dan jatuh korban. Kalau satu kampung terpasang beberapa alat murah ini, tidak sebanding dengan manfaatnya yang jauh luar biasa. Pemkot Surabaya harus mengadopsi temuan ini," kata wakil rakyat asli Bojonegoro ini.

Vanesa, penemu alat pendeteksi kebakaran tersebut menerangkan saat muncul benih api kecil, alat itu sudah bekerja dengan sinyal. Sinyal dengan sensor api dan panas itu akan bekerja. Begitu terdeteksi sistem akan bekerja dengan dihubungkan pengeras suara. Detik itu juga, suara alarm akan nyaring terdengar seluruh kampung.

"Satu alat sensor kami pasang di rumah. Satu lagi dipasang di pos satpam atau poskamling. Akan terdengar alarm dan terhubung dengan notifikasi di layar monitor laptop atau komputer," terang

Alat tersebut mereka namakan Integrated warning system (IWS). Yakni alat sederhana pendeteksi panas dan kebakaran yang terintegrasi satu kampung. Sebab alat tanpa kabel, tapi melalui sinyal frekuensi radio itu bisa menggugah seluruh warga kampung dengan alarm.

Begitu alarm berbunyi artinya ada kejadian kebakaran. Notifikasi bahkan akan menunjukkan lokasi tempat dan titik kebakaran. Lengkap dengan alamat yang sesuai titik api. Setelahnya satpam dan petugas jaga di poskamling akan melihat di monitor dan melakukan tindakan awal.

Yang luar biasa, alat pendeteksi kebakaran tersebut dibuat dengan tidak berbiaya mahal. Alat dengan komponen utama sensor dan sinyal tersebut terhubung dengan pengeras suara. Adita menambahkan bahwa daya jangkau sensor itu bisa menjangkau sampai 500 meter. Bahkan bisa diperkuat hingga radius 1 KM.

"Jadi satu alat sederhana dipasang di rumah. Alat ini bisa mengcover 10 rumah kanan kiri. Begitu alat ini mendeteksi api dan panas, sinyal bekerja dan alarm melalui pengeras suara di pos satpam akan nyaring," kata Adita.

Vanesa dan Adita diundang di ruangan Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony. Pimpinan DPRD ini memberi apresiasi khusus atas temuan alat tersebut.

Dua bocah itu tampil untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan jaminan keselamatan saat terjadi insiden kebakaran dan insiden di kampung lainnya. Temuan alat itu memang terinspirasi dua bocah itu yang mendapati kebakaran rumah kosong di kampungnya hingga ludes. Alq

Berita Terbaru

Perkuat Pemberantasan Cukai Ilegal, Wali Kota Ingatkan Aparat untuk Lakukan Pendekatan Humanis

Perkuat Pemberantasan Cukai Ilegal, Wali Kota Ingatkan Aparat untuk Lakukan Pendekatan Humanis

Selasa, 09 Jun 2026 14:05 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas penegakan peraturan daerah t…

Demi Akses BBM Subsidi, Pemkab Pamekasan Percepat Perizinan Kapal Nelayan

Demi Akses BBM Subsidi, Pemkab Pamekasan Percepat Perizinan Kapal Nelayan

Selasa, 09 Jun 2026 13:56 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna memastikan seluruh aktivitas perikanan berjalan sesuai aturan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus mempercepat…

Awasi Pedagang Nakal, Pemkab Trenggalek Gelontorkan 1.500 Liter Minyakita

Awasi Pedagang Nakal, Pemkab Trenggalek Gelontorkan 1.500 Liter Minyakita

Selasa, 09 Jun 2026 13:41 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 13:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Komindag) setempat…

Pedagang di Trenggalek Ngeluh, Harga Bawang Putih Melonjak hingga 50 Persen

Pedagang di Trenggalek Ngeluh, Harga Bawang Putih Melonjak hingga 50 Persen

Selasa, 09 Jun 2026 13:34 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam sepekan terakhir, harga komoditas bumbu dapur, khususnya bawang putih mulai melesat hingga 50 persen. Kondisi tersebut…

Borong Penghargaan Kemendagri, Pemkot Surabaya Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Borong Penghargaan Kemendagri, Pemkot Surabaya Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Selasa, 09 Jun 2026 13:02 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 13:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menganugerahi Kota Pahlawan sebagai Terbaik II Tingkat Kota dalam upaya penanggulangan…

Terkendala Stok, Harga Minyak Goreng Curah di Surabaya Tembus Rp22.000 per Kg

Terkendala Stok, Harga Minyak Goreng Curah di Surabaya Tembus Rp22.000 per Kg

Selasa, 09 Jun 2026 12:55 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melihat sejumlah harga bahan pokok (bapok) yang kian melejit ditambah dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar juga kian anjlok…