Saat Coblosan, Warga Surabaya Bisa Pakai KTP Digital

author Mariana Setiawati

- Pewarta

Minggu, 11 Feb 2024 19:11 WIB

Saat Coblosan, Warga Surabaya Bisa Pakai KTP Digital

SURABAYAPAGI, Surabaya - Identitas kependudukan menjadi syarat utama pemilih menyalurkan hak pilihnya saat Pemilu 2024

Kini dengan hadirnya identitas kependudukan digital (IKD) atau KTP digital, pemilih mulai bisa memanfaatkan fitur itu pada pelaksanaan pemilu 2024 kali ini.

Baca Juga: 15 Bus Listrik Beroperasi Serentak di Surabaya

Masyarakat bisa menggunakan KTP digital sebagai alternatif identitas kependudukan yang sah saat verifikasi data diri di TPS.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, selain KTP elektronik fisik, pemilih juga dapat menggunakan KTP digital yang tersimpan dalam ponselnya.

Ia menegaskan bahwa IKD merupakan identitas kependudukan yang diakui untuk digunakan saat melakukan pencoblosan.

“Nantinya, undangan bagi pemilih bisa ditunjukkan kepada petugas di TPS dengan menunjukkan KTP elektronik atau KTP digital,” jelasnya dalam kanal YouTube Swargaloka Sub, dikutip Minggu (11/2).

Baca Juga: Lantai 5 Sampai 12 di Apartemen Pakuwon City Terbakar, Kepala Damkarmat: Diduga Korsleting Listrik

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik.

Lalu, mereka sekaligus bisa mengaktivasi IKD sebagai alternatif data diri yang sah.Dengan memiliki KTP, mereka sudah bisa menyalurkan hak pilihnya.

“Ketika datang ke TPS tunjukkan di handphone KTP digital sehingga tak perlu bawa KTP fisik,” imbuhnya.

Baca Juga: Perpanjangan STNK 5 Tahunan, Hanya 15 menit, Belum di Surabaya

Yayuk, sapaan Maria Theresia Ekawati Rahayu menyebut jumlah pemilih pemula cukup banyak pada Pemilu 2024.Menurutnya, persentasenya sekitar 40 persen dari total DPT.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sekolah maupun mengandeng organisasi masyarakat dan tokoh keagamaan untuk meningkatkan partisipasi generasi muda.

“Pemilih pemula pengetahuannya masih terbatas. Perlu dijelaskan bahwa peran aktif mereka sangat berpengaruh,” ungkapnya.sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU