Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Penganiayaan Balita hingga Tewas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polrestabes Surabaya mengungkap dan menetapkan tersangka RS atas kasus penganiayaan hingga meninggal dunia pada balita laki-laki berusia 2,5 tahun berinisial SRH.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono dalam keterangannya mengatakan dugaan kuat penganiayaan terjadi lantaran ditemukan luka lebam di kepala dan punggung dekat tulang ekor pada tubuh balita tersebut.

"Sebelumnya balita ini dititipkan di tempat pacar ibunya. Karena orang tuanya telah pisah ranjang, sehari-hari dia tinggal bersama ayah kandung dan kakaknya berinisial SZ. Namun, sesekali korban juga dititipkan ke ibu kandung berinisial F yang tinggal bersama suami siri berinisial RS. Korban ditemukan meninggal di kos ibu kandung dan suami sirinya di Jalan Kutisari,” ujarnya, Jumat (16/2).

Sebelum ditemukan meninggal dunia pada Selasa (13/2), kata dia, korban dititipkan ke F oleh neneknya. Sekitar pukul 10.00 WIB, F harus bekerja dan menitipkan korban kepada suami sirinya RS.

Setelah pulang kerja, lanjutnya, pada pukul 17.00 WIB, ibu kandung korban mendapati anaknya sedang tidur bersama suami sirinya.

“Setelah itu ibu korban berusaha membangunkan anaknya. Namun saat itu kondisi korban sudah lemas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari,” ucapnya.

AKBP Hendro menambahkan sesampainya di rumah sakit, dokter yang memeriksa mendapati SRH telah meninggal dunia. Ibu korban pun kaget dan mengabari kakak kandung korban.

Menerima kabar duka itu, lanjutnya, kakak kandung dan ayah korban langsung menuju rumah sakit dan mendapati ada luka lebam di kepala dan punggung korban.

“Karena curiga, ayah kandung korban itu melapor ke Polrestabes Surabaya. Setelah laporan, kami lakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ucap AKBP Hendro.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum, ada pucat pada selaput mata kelopak atas bawah, bibir, ujung jari kuku, seluruh anggota gerak dan luka memar di kepala, dahi, pipi, leher, dada, perut, punggung dan pinggang.

"Selain itu, ada pendarahan pada otak dan rongga perut. Penyebab pasti menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya beberapa dari sampel organ dan Lambung juga," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) Juncto Pasal 76 C UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 340 KUHP.

"Ancaman pidana paling lama 20 tahun atau seumur hidup," kata AKBP Hendro. 

Berita Terbaru

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…

Peringati HUT ke 81 RI di Jawa Timur, PLN Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip di Jawa Timur

Peringati HUT ke 81 RI di Jawa Timur, PLN Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip di Jawa Timur

Selasa, 18 Agu 2026 15:30 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sukses menjaga keandalan pasokan listrik tanpa kedip dalam puncak peringatan H…

Waspada Air Liur Tikus, Dinkes Bondowoso Gencar Edukasi Bahaya Hantavirus

Waspada Air Liur Tikus, Dinkes Bondowoso Gencar Edukasi Bahaya Hantavirus

Selasa, 18 Agu 2026 15:27 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan tikus, termasuk hantavirus yang belakangan ramai diperbincangkan,…