Oposisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kekuasaan cenderung disalahgunakan. Ini kira- kira pemikiran ideal tentang oposisi sebagai kebutuhan. Wajar, bila saat masih dini (hitungan quick count), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 'melempar handuk' mengakui keunggulan capres Prabowo-cawapres Gibran. Partainya akan jadi oposisi.

Akal sehat saya bilang, oposisi dari partai di luar kelompok pendukung Prabowo-Gibran, langkah politik yang strategis.

Bila pernyataan Hasto, partainya memilih oposisi, berarti PDIP siap menjadi “penyeimbang” dalam roda pemerintahan nanti.

Apalagi Hasto, menyebut PDIP, akan menggandeng masyarakat sipil.

Bila harapan Hasto, diterima oleh vetonya Megawati, bisa jadi warna oposisi PDIP berdimensi sebuah gerakan politik. Dan bukan sekedar kritik-kritik.

Apakah komposisi yang dipilih PDIP sudah ideal?. Meski, katakan pemenang legislatif kemungkinan PDI Perjuangan.

Logikanya, 5 tahun ke depan, PDI Perjuangan akan menjadi penguasa di parlemen. Bisakah kekuatan parlemen PDIP ini memberikan komposisi peta politik yang seimbang dengan pemerintah?. Belum tentu. Apalagi bila yang dimunculkan Puan Maharani lagi.

Diatas kertas, Bisa jadi legislatif dan eksekutif dikuasai oleh partai politik yang berbeda, diluar PDIP dengan peta seperti ini, akankah ketua DPR Puan lagi, bisa menjadi oposisi yang kuat? Walahualam. Taruhannya tergantung siapa yang diajukan Megawati.

Mengacu pada sikap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang kecenderungannya tidak akan berkompromi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran, Ketua DPR-RI harus elite PDIP yang sematang Prabowo.

 

***

 

Rencana Hasto beroposisi menggandeng masyarakat sipil pro-demokrasi, menurut akal sehat saya, tak semudah membalikan tangan.

Mengingat catatan jurnalistik saya, pasca-Reformasi, gerakan masyarakat sipil justru meredup. Mereka dihadapkan pada ujian yang tidak ringan untuk tetap eksis.

Padahal, di tengah sinyal kemunduran demokrasi era Jokowi yang kian menguat, kehadiran masyarakat sipil memang sangat penting. Mengingat mereka adalah entitas penyeimbang kekuatan negara.

Praktik sejauh ini, masyarakat sipil yang lahir di perkotaan, umumnya baru menjalankan peran sebagai pengawal kebijakan negara, belum sampai membantu negara menghadapi sejumlah isu bangsa.

Ini literasi tentang peran penting masyarakat sipil dalam proses demokrasi suatu negara.

Literasi saya menyebut masyarakat sipil memiliki 3 fungsi utama, yakni advokasi, empowerment dan social control. Apakah PDIP bisa mengisi tiga ruang itu? Ini yang dinantikan publik.

 

***

 

Saat ini total ada tujuh dari sembilan partai politik di DPR yang mendukung pemerintahan Jokowi pada 2019. Praktis komposisi dari parpol pendukung pemerintahan telah mencapai 81% di parlemen. Apakah Prabowo, bisa melanjutkan capaian Jokowi itu?

Diatas kertas, tampaknya sulit. Mengingat, Megawati berkecenderungan tidak akan berkompromi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sementara, partai politik yang telah memberi tiket kontestasi Pilpres 2024 pada Prabowo-Gibran baru empat yaitu Gerindra, Golkar, Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ini belum termasuk empat partai non-parlemen yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Garuda.

Dengan kondisi ini, koalisi Prabowo-Gibran memungkinkan untuk mencomot partai politik lain yang saat ini masih mengusung pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud untuk bergabung di pemerintahannya. Bila rencana ini bisa direalisasi, kekuatan oposisi PDIP bisa lonely.

Catatan jurnalistik saya, elite PKS dan NasDem tak cocok dengan gaya kepemimpinan Megawati. Bila petanya bisa demikian, pemerintahan Prabowo-Gibran bisa mengamankan kekuatan politik di parlemen. Prakiraan saya kebijakan politiknya bisa tidak mendapat resistensi.

Bisa jadi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Nasdem, tergoda untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju.

Apalagi selama pasca reformasi, keempat parpol itu tidak cukup punya pengalaman menjadi oposisi.

Apalagi, konstitusi kita yang menganut sistem presidensial, tidak mengenal adanya istilah oposisi. Kita tunggu hasil real countnya. ([email protected])

Berita Terbaru

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto menunjukkan capaian positif di awal tahun 2026. Hingga kuartal pertama, PMI…

Tak Dukung Digitalisasi Parkir, Dishub Catat 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Tak Dukung Digitalisasi Parkir, Dishub Catat 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Senin, 06 Apr 2026 15:24 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah menuju era digitalisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) gencar melakukan…