Home / Peristiwa : Gelar Workshop Jurnalistik

SMK Sunan Drajat Datangkan Jurnalis Hingga Konsultan Digital Media

author Muhajirrin

- Pewarta

Senin, 19 Feb 2024 16:54 WIB

SMK Sunan Drajat Datangkan Jurnalis Hingga Konsultan Digital Media

i

Muhajirin Jurnalis Surabaya Pagi saat menjadi narasumber dalam Workshop Jurnalistik Evolution Of Jurnalisme Print To Digital Age. SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kurang lebih sebanyak 100 peserta siswa SMK Sunan Drajat, Banjaranyar Paciran Lamongan, mendalami ilmu jurnalistik dalam  Workshop Jurnalistik Evolution Of Jurnalisme Print To Digital Age, yang digelar di Auditorium PP. Sunan Drajat yang dibuka pada Minggu (18/2/2024).

Workshop jurnalistik yang mengedepankan bagaimana mencari dan menulis berita itu, menghadirkan dua narasumber Muhajirin, dari Jurnalis Harian Surabaya Pagi, dan Fahmi Tibyan Konsultan Digital Media.

Baca Juga: Sebanyak 300 Personil Diterjunkan Untuk Operasi Ketupat 2024

M. Imam ketua Panitia Workshop Jurnalistik menyebutkan, kegiatan ekstrakurikuler siswa SMK Sunan Drajat ini diikuti 100 peserta yang dibagi dalam 15 group, mereka akab mengikuti kegiatan ini selama tiga hari, mulai 18-20 Februari 2024.

Durasi panjang selama tiga hari ini dipilih oleh panitia lanjutnya, sebagai bentuk keseriusan pihak lembaga, kegiatan workshop ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh peserta, sehingga setelah kegiatan ada goal yang diharapkan.

 "Dengan durasi waktu yang panjang ini, tentu kami berharap seluruh peserta memahami apa  yang disampaikan oleh para narasumber, sehingga setelah selesai workshop ada tindak lanjut untuk mengisi berita di Majalah internal sekolah," kata Imam panggilan akrabnya kepada surabayapagi.com.

Baca Juga: Berkah Ramadhan, 1000 Anak Yatim dan Disabilitas Lamongan Terima Santunan

Disebutkan olehnya lembaga dibawah naungan Yayasan PP. Sunan Drajat ini tambah Imam, sebelumnya sudah mempunyai majalah internal, diharapkan dengan kegiatan ini, produktifitas berita karya siswa bisa lebih meningkat, apalagi narasumber yang didatangkan sesuai kompetensinya masing-masing.

Muhajirin, wartawan Surabaya Pagi menyampaikan, seorang jurnalis sebelum menulis berita yang akhirnya nanti dipublish oleh perusahaannya masing-masing, harus dilengkapi dengan data, dan berita yang ditulis harus sesuai dengan fakta.

"Wartawan dalam mencari data di lapangan harus sesuai dengan fakta kejadian. Tidak boleh wartawan mengarang kejadian, apalagi membuat berita bohong atau hoax, karena wartawan dalam menjalankan profesinya selalu dilindungi oleh UU," ujarnya.

Baca Juga: PPP Lamongan Mulai Bidik Calon Lain yang Mampu Bawa Angin Perubahan

Usai mencari data tersebut kata Muhajirin di hadapan para peserta, wartawan punya kewajiban lagi menulis, menulis pun harus sesuai dengan kode etik jurnalistik, dan memenuhi unsur 5W + 1 H. "Kalau dalam tulisan wartawan tidak memenuhi unsur 5W+1 H, maka tulisan itu belum bisa dikatakan produk jurnalistik," bebernya.

Selain itu, seorang wartawan selain harus mampu menulis sesuai dengan fakta, seorang wartawan dalam menjalankan aktivitasnya diminta untuk profesional, menjaga sikap dan perbuatan, dan selalu memegang teguh prinsip mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU