SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Ribuan masyarakat berebut buah manggis dalam tradisi tumpengan manggis di lapangan Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (25/2/2024).
Tumpengan manggis yang digelar setahun sekali ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, atas panen yang melimpah.
Sebelum gunungan utama yang terbuat dari 2.024 kilogram buah manggis dibagikan ke masyarakat. Sebanyak 12 tumpeng manggis berukuran kecil diarak terlebih dahulu dari Balai Desa Jarak menuju ke lapangan, arak-arakan itu dilakukan warga desa dari tujuh dusun.
Sesampainya di lapangan, arak-arakan tumpeng manggis di tata mengelilingi tumpeng utama.
Di sekitar tumpeng raksasa, ribuan orang sudah menunggu untuk mendapatkan buah manggis yang dibagikan gratis. Saling desak-desakan bahkan, kericuhan tidak bisa dihindarkan saat rebutan buah manggis yang dilemparkan petugas ke tengah-tengah pengunjung terus berlangsung hingga seluruh isi tumpeng habis.
"Kita hanya ingin mensyukuri, agar di hari panen kelak diberikan keberlimpahan yang lebih bagus lagi," kata Pj Bupati Jombang, Suriah saat memberikan sambutan.
Ia berharap, tradisi tumpengan manggis bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga perekonomian masyarakat di Kecamatan Wonosalam, Jombang bisa meningkat.
"Tumpengan manggis ini menjadi rangkaian acara puncak Kenduri Durian pada Minggu, 3 Maret 2024 nanti. Semoga bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Wonosalam," tandas Sugiat.
Sementara Kepala Desa Jarak, Agus Darminto mengungkapkan tumpengan manggis merupakan ikhtiar warga bersama pemerintah Desa Jarak untuk mendorong peningkatan penghasilan ekonomi masyarakat.
Karena, menurutnya potensi buah manggis di Desanya terbilang cukup potensial hingga 80 persen lebih, selain komoditi kopi dan durian. "Hampir di semua rumah memiliki tanaman buah manggis," kata dia.
Tumpengan manggis merupakan tradisi yang dirintis masyarakat Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Jombang saat memasuki musim panen manggis sejak tahun 2018. Sarep
Editor : Moch Ilham