Pemerintah Terkejut Harga Beras di Pasar Tradisional Masih Mahal

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Harga beras medium di Pasar Pucang Anom, awal pekan kemarin, masih belum normal meski pemerintah sudah memasok beras di sejumlah pasar tradisional dan mengadakan pasar murah. SP/Nur Aini
Harga beras medium di Pasar Pucang Anom, awal pekan kemarin, masih belum normal meski pemerintah sudah memasok beras di sejumlah pasar tradisional dan mengadakan pasar murah. SP/Nur Aini

i

Bapanas Jual Beras Medium Rp14 ribu per Kilogram, Pedagang Tradisional Jual Rp16.150 per Kilogram 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah terkejut harga beras di pedagang tradisional dan warung-warung di Jakarta, masih tetap mahal. Padahal harga di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan Pasar Induk Beras Johar, Karawang sudah turun.

Deputi III KSP Edy Priyono, menyorot rata-rata harga beras medium pada panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang ada di kisaran Rp14 ribu per kg.

Menurutnya, ini berbeda dengan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dan data Kementerian Perdagangan yang menunjukkan harga beras medium masih di level Rp16 ribu per kg.

"Yang bikin kami penasaran itu misalkan Jakarta, harga di Jakarta dan kemudian harga di Jawa Barat. Karena dalam beberapa kesempatan Bapak Presiden (Joko Widodo) menyampaikan bahwa harga di Pasar Induk Cipinang dan Pasar Johar Karawang itu kan sudah turun dan memang benar. Kalau kita cek harga beras medium di PIBC itu sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) lah sekitar Rp11 ribu (per kg)," kata Edy dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, dikutip dari YouTube Kemendagri, Rabu (13/3).

 

Beras medium Rp16.150 per kg

Meski di pasar induk sudah turun, Edy mengatakan harga beras di tingkat pedagang dan warung masih tetap mahal. Ini terjadi merata di Jakarta maupun Jawa Barat.

Ia mencontohkan rata-rata harga beras medium di Jakarta menembus Rp16.150 per kg atau lebih tinggi dari rata-rata nasional. Harga rata-rata harga beras medium di Jawa Barat juga cukup tinggi, yakni Rp16.050 per kg.

"Ini menjadi pertanyaan besar, tidak untuk kita diskusikan sekarang, tapi mohon menjadi perhatian teman-teman, saya enggak tahu kalau begini nih Kementerian Perdagangan atau Badan Pangan. Kenapa harga beras medium yang sudah murah di Pasar Induk Cipinang dan Pasar Johar Karawang itu tidak tertransformasi menjadi harga beras medium yang rendah di pasar tradisional dan warung-warung? Itu pertanyaan," tutur Edy.

"Apakah mereka (pedagang) mengambil margin cukup besar atau gimana? Kita gak tahu. Upaya kita sudah sangat besar kan, sudah banyak yang dilakukan teman-teman Badan Pangan, Bulog, kerja sama dengan teman-teman pemerintah daerah," sambungnya.

 

Mentan Khawatir

Sementara, ada kekhawatiran pasokan beras pada Juni-Oktober 2024, tidak mencukupi kebutuhan beras nasional.

Pasalnya, kalau kekhawatiran jadi kenyataan, kurang pasokan bisa mengakibatkan kenaikan harga.

Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, Rabu (13/3/2024).

"Kekhawatiran kami selanjutnya adalah produksi padi Juni-Oktober dikarenakan luas tanam pada pada Februari 2024 lebih rendah dari Februari 2019-2023," ujar Amran Sulaiman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan Amran, total luas tanam padi pada Oktober 2023-Februari 2024 seluas 5,4 juta hektar (ha) atau turun 1,9 juta ha (26,2 persen) dibandingkan periode yang sama pada 2015-2019 yang seluas 7,4 juta ha.

"Penurunan luas tanam ini tentu berpengaruh ke luas panen dan terdampak ke penurunan produksi padi yang dihadirkan," kata Amran.

Selain itu, penyebab lain berkurangnya produksi beras adalah perubahan iklim, El Nino. Fenomena cuaca ini belakangan ini memang membuat harga beras tembus Rp18 ribu per kilogram (kg). n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…