Demokrat dan Golkar, Mulai tak Sepaham

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 15 Mar 2024 21:25 WIB

Demokrat dan Golkar, Mulai tak Sepaham

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mekeng dari Golkar tak sepaham dengan tawaran dua opsi dari Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Aktivis 98 ini menawarkan agar pemerintahan ke depan, menggunakan koalisi persatuan nasional dan pembentukan Sekretariat Gabungan (Setgab) seperti di 2009. Mekeng menilai pembentukan Setgab di zaman SBY tak terlalu berdampak banyak.

"Yang penting pemerintahan itu didukung oleh koalisi partai yang cukup kuat sehingga lebih smooth perjalanannya di dalam bernegaranya. Dan menurut hemat saya, ya zaman Pak SBY ada Setgab atau koalisi nggak terlalu, nggak terlalu ini juga, saya melihatnya nggak terlalu banyak manfaatnya juga," kata Mekeng kepada wartawan, Jumat (15/3/2024).

Baca Juga: NasDem Persoalkan Pidato AHY, Demokrat Bentengi Anak SBY

 

Setgab tak Efektif

Mekeng menyebut partai bakal sibuk mengurus urusan masing-masing. Hal inilah yang membuat pembentukan seperti Setgab, menurut Mekeng, tak efektif.

"Pada saat sudah terbentuk semua pada sibuk dengan masing-masing partainya masing-masing sibuk, pimpinan partainya sibuk akhirnya tidak efektif," ujar Mekeng.

Baca Juga: Bersyukur Bergabung dan Dukung Prabowo, AHY: Coba Masih di Tempat yang Lama, Hancur Lebur Betul

 

Golkar Ingatkan Dinamika Politik

"Jadi tentunya ini semua si presiden terpilih Pak Prabowo yang akan memutuskan dia lebih nyaman bentuknya kayak gimana. Karena belum ada contoh yang mengatakan bahwa koalisi ini atau Setgab lah itu efektif dan ini belum ada pengalaman yang ininya," sambungnya.

Baca Juga: Golkar Kota Kediri Dipastikan Usung Vinanda di Pilkada 2024

Ia mengatakan dinamika politik sampai saat ini terus berlangsung. Ia menegaskan jika keputusan tertinggi ada di tangan presiden terpilih.

"Tapi yang namanya poltik itu dinamika yang penting komunikasinya itu presiden yang terpilih itu lancar dengan partai-partai pendukungnya, itu aja. Kalau soal program-program itu kan mestinya program presiden ya, bukan koalisi," pungkasnya. n etc/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU