Demokrat dan Golkar, Mulai tak Sepaham

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mekeng dari Golkar tak sepaham dengan tawaran dua opsi dari Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Aktivis 98 ini menawarkan agar pemerintahan ke depan, menggunakan koalisi persatuan nasional dan pembentukan Sekretariat Gabungan (Setgab) seperti di 2009. Mekeng menilai pembentukan Setgab di zaman SBY tak terlalu berdampak banyak.

"Yang penting pemerintahan itu didukung oleh koalisi partai yang cukup kuat sehingga lebih smooth perjalanannya di dalam bernegaranya. Dan menurut hemat saya, ya zaman Pak SBY ada Setgab atau koalisi nggak terlalu, nggak terlalu ini juga, saya melihatnya nggak terlalu banyak manfaatnya juga," kata Mekeng kepada wartawan, Jumat (15/3/2024).

 

Setgab tak Efektif

Mekeng menyebut partai bakal sibuk mengurus urusan masing-masing. Hal inilah yang membuat pembentukan seperti Setgab, menurut Mekeng, tak efektif.

"Pada saat sudah terbentuk semua pada sibuk dengan masing-masing partainya masing-masing sibuk, pimpinan partainya sibuk akhirnya tidak efektif," ujar Mekeng.

 

Golkar Ingatkan Dinamika Politik

"Jadi tentunya ini semua si presiden terpilih Pak Prabowo yang akan memutuskan dia lebih nyaman bentuknya kayak gimana. Karena belum ada contoh yang mengatakan bahwa koalisi ini atau Setgab lah itu efektif dan ini belum ada pengalaman yang ininya," sambungnya.

Ia mengatakan dinamika politik sampai saat ini terus berlangsung. Ia menegaskan jika keputusan tertinggi ada di tangan presiden terpilih.

"Tapi yang namanya poltik itu dinamika yang penting komunikasinya itu presiden yang terpilih itu lancar dengan partai-partai pendukungnya, itu aja. Kalau soal program-program itu kan mestinya program presiden ya, bukan koalisi," pungkasnya. n etc/jk/rmc

Berita Terbaru

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota …

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup…