Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Heran Mendadak Saksi Fakta dan Ahlinya, Mundur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ganjar Pranowo, Mahfud MD dan Todung Mulya Lubis saat berbicara akan mengajukan gugatan hasil pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/3/2024).
Ganjar Pranowo, Mahfud MD dan Todung Mulya Lubis saat berbicara akan mengajukan gugatan hasil pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/3/2024).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ini ada kerisauan dari tim hukum calon presiden Ganjar Pranowo-Mahfud. Secara mendadak beberapa saksi fakta dan ahlinya mundur, karena ketakutan. Meski demikian rencana gugatan ke MK atas dugaan kecurangan pemilu 2024, tetap akan didaftarkan.

Demikian rangkuman keterangan yang dihimpun Surabaya Pagi dari Ganjar Pranowo dan

Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN), Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., L.LM.,

Kamis (21/3).

Ganjar tetap meminta publik menunggu sidang sengketa hasil Pemilu 2024 untuk mengetahui kepastian kesaksian seorang kapolda terkait dugaan kecurangan pemilu.

"Tunggu nanti, di sana," kata Ganjar di Posko Teuku Umar 9, Menteng, Jakarta, saat menjawab pertanyaan wartawan soal kepastian kesaksian seorang kapolda, Kamis (21/3). Ganjar juga menceritakan setumpuk persoalan pada Pemilu 2024.

Ganjar Pranowo dan Mahfud Md, menyatakan siap mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2024 ke MK.

 

Todung: Ada "Iklim ketakutan'

Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., L.LM., membeberkan saat ini hadir semacam 'iklim ketakutan' yang membuat banyak orang galau, gundah dan gagap.

Todung merespons tingginya, kencangnya, parahnya, dan juga membahayakannya, situasi berada dalam tekanan dan ketakutan yang melanda para calon saksi fakta, mau pun saksi Ahli yang telah dipersiapkan .

Mereka, kata Todung, sedianya telah siap lahir batin untuk bersaksi di muka sidang Mahkamah Konstitusi (MK), seiring rencana gugatan sengketa Pilpres 2024 yang timnya ajukan, dan yang timnya matang persiapkan. Terutama sejak dia ditunjuk memimpin tim hukum bentukan TPN Ganjar-Mahfud khusus untuk penanganan kejanggalan, kecurangan Pilpres 2024.

 

Keengganan Orang Baik

Sebagai Ketua Tim Demokrasi Keadilan Ganjar-Mahfud. Todung, mengatakan ada antiklimaks, yaitu para calon saksi fakta dan saksi Ahli tersebut, mundur teratur.

"Ada ‘climate of fear’ yang membuat banyak orang galau, gundah dan gagap. Mereka lupa bahwa negara ini akan rusak kalau orang-orang baik tak berbuat, tak mau bersaksi. But I will do my best," kata Todung teguh posisi.

ia mengingatkan sekaligus turut menyayangkan, dampak parah dari iklim ketakutan yakni keengganan orang-orang baik untuk berbuat menyelamatkan, bersaksi membela demokrasi dan memperjuangkan keadilan, yang dapat berakibat serius rusaknya tatanan kehidupan bernegara.

 

Ganjar Soal Kepastian Kapolda

Dengan keterangan dari Todung Mulya Lubis itu, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo meminta publik menunggu sidang sengketa hasil Pemilu 2024 untuk mengetahui kepastian kesaksian seorang kapolda terkait dugaan kecurangan pemilu.

"Tunggu nanti, di sana," kata Ganjar di Posko Teuku Umar 9, Menteng, Jakarta, saat menjawab pertanyaan wartawan soal kepastian kesaksian seorang kapolda, Kamis (21/3).

 

Kapolri Nunggu Nama Kapolda

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat, mengklaim akan menghadirkan seorang kapolda di MK untuk membuktikan dugaan kecurangan Pemilu 2024. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons klaim salah satu TPN Ganjar-Mahfud tersebut.

"Ya kalau memang ada ya boleh-boleh saja, tapi kan harus ada buktinya," kata Kapolri kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (15/3/2024).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyebut semua tuduhan harus bisa dibuktikan. Kapolri juga masih menunggu siapa kapolda yang diklaim Henry Yoso. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…