Mantan Jenderal, Aktivis 1998, Sampai Tokoh Agama Ikut Ajukan Amicus Curiae

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pengawasan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2024, melalui amicus curiae atau sahabat pengadilan ke Mahkamah Konstitusi bertambah banyak.

Setelah Megawati, menyusul Habib Rizieq, Din Syamsudin, dkk. Kamis (18/4) menyusul

Mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI Tyasno Sudarto dan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko. Keduanya mengajukan pendapat sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2024. Keduanya tergabung dalam petisi 100 dan Front Penegak Daulat Rakyat (F-PDR).

Pengajuan itu disampaikan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2024). Ada pula tokoh-tokoh lainnya yang tergabung di antaranya, mantan Senator/Anggota DPD RI Utusan Jakarta, Marwan Batubara; Letjen Mar (Purn) TNI, Soeharto; Presiden KISDI, HM Mursalin; praktisi hukum, Dindin Maolani; pemerhati politik, Rizal Fadillah; dan aktivis, Syafril Sjofyan.

Koordinator Pengajuan Amicus Curiae, Marwan Batubara, mengatakan pihaknya mendukung MK dalam proses persidangan. Dia mengatakan Indonesia harus lebih baik di masa depan.

 

MK Benteng Terakhir Pertahanan Demokrasi

"NKRI harus diselamatkan. Kami berdiri bersama MK, berjuang bersama MK, demi Indonesia yang lebih baik ke depannya," kata Marwan dalam keterangannya

Ada juga aktivis 98 ikut mengajukan amicus curiae. Mereka di antaranya, Ray Rangkuti, Ubedilah Badrun, Firman Tendri Masegi, Abdul Rohman, dan lain-lain.

"Kita melihat bahwa kondisi saat ini Mahkamah Konstitusi sebuah lembaga yang hadir pascareformasi, saat ini mungkin bisa menentukan nasib bangsa ini ke depan. Bagaimana Mahkamah Konstitusi harus menjadi benteng terakhir buat pertahanan demokrasi. Karena kami lihat ada kejanggalan-kejanggalan, asas-asas yang dilanggar itu," kata perwakilan aktivis '98 Antonius Danar Priyantoro di Gedung MK.

Danar mengatakan sengketa Pilpres bukan sekadar soal selisih hasil suara. Dia berharap MK dapat mengabulkan permohonan para pemohon.

"Kami juga ingin melihat bahwa Mahkamah Konstitusi harusnya bisa mengabulkan apa yang dimohonkan dalam keputusan keputusan ini. Asal, tidak ada tekanan-tekanan buat Mahkamah Konstitusi. Kami melihat itu supaya MK bekerja dengan benar dan menjalankan sesuai etikanya dan moralnya," tuturnya.

 

Jokowi Naikkan Anaknya Cawapres

Ada pula pengajuan amicus curiae dari Senat Mahasiswa (Sema) Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Pengajuan amicus curiae itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap permohonan dari Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.

"Kami lihat di sini adanya penyalahgunaan kewenangan dan pengambilan kewenangan yang sebenarnya terletak di badan legislatif. (Itu) sudah menunjukkan bahwa badan eksekutif yaitu Pak Presiden Joko widodo telah berikut campur untuk menaikkan anaknya dan juga pasangan yang dia favoritkan untuk menjadi presiden dan wapres," kata Anggota Senat STF Driyarkara Aida Leonardo di MK, Jakpus.

"Maka, saya memohon agar majelis hakim di MK dapat melihat bahwa pikiran leluhur ini tentang kesetaraan, tentang transparansi proses demokrasi, dan juga asas kecurangan harus tetap diprioritaskan" sambung dia.

 

Tokoh Agama Habib Muehsin

Para tokoh agama juga mengajukan diri sebagai amicus curiae. Mereka berharap hakim MK dapat membuat keputusan yang adil serta imparsial.

"Pelanggaran dengan TSM, jadi undang-undang sudah diterjang, peraturan sudah diabaikan, dan akhirnya terjadi sebuah kecurangan yang luar biasa. Dan ini kezaliman terhadap bangsa dan rakyat Indonesia," kata Habib Muehsin Al Athas di gedung MK.

Dia berharap amicus curiae yang disampaikan dapat menjadi bagian dari pertimbangan MK. Menurutnya, jika MK memutus sengketa Pilpres dengan adil, maka akan menimbulkan pahala dan kebaikan. n erc/jk/cr3/rmc

Berita Terbaru

Seminar Nasional dan Munas, FKDK BPD SI Tetapkan Kepengurusan Baru Serta Dorong Transformasi BPD

Seminar Nasional dan Munas, FKDK BPD SI Tetapkan Kepengurusan Baru Serta Dorong Transformasi BPD

Kamis, 04 Jun 2026 19:21 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:21 WIB

SurabayaPagi, Semarang - Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) secara resmi telah menyelenggarakan Seminar…

Merasa Dirugikan, Pengusaha Ponorogo Ajukan Gugatan Senilai Rp17 Miliar

Merasa Dirugikan, Pengusaha Ponorogo Ajukan Gugatan Senilai Rp17 Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 18:40 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:40 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, MADIUN - BRI Kantor Cabang Madiun didugat perdata oleh  pengusaha Ponorogo terkait lelang aset yang diklaim milik Yunan Helmy Nasution. Guga…

Tertarik Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman, undang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya

Tertarik Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman, undang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya

Kamis, 04 Jun 2026 17:09 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 17:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Perbincangan inspiratif yang dipandu Hana Nusaibah Abdillah itu berlangsung hangat di ruang Perpustakaan SD Muhammadiyah 3 Ikrom.…

Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13

Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13

Kamis, 04 Jun 2026 16:42 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 16:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencairkan gaji ke-13 bagi 3.692 pegawai dengan total anggaran Rp13,2 miliar. Menariknya, selain PNS,…

3 Mantan Petinggi BGN Ditangkap Kejagung, SPPG di Ponorogo Lumpuh 

3 Mantan Petinggi BGN Ditangkap Kejagung, SPPG di Ponorogo Lumpuh 

Kamis, 04 Jun 2026 15:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:31 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Pengusutan kasus dugaan korupsi di internal Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai memicu efek domino di…

Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Kamis, 04 Jun 2026 15:22 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyusul adanya keluhan masyarakat terkait perilaku berkendara yang dinilai kurang tertib, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…