Pasar Bonsai Bojonegoro Bisa Jadi Identitas Daerah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 22 Apr 2024 19:41 WIB

Pasar Bonsai Bojonegoro Bisa Jadi Identitas Daerah

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro - Bagi masyarakat umum, membonsai tanaman bukanlah profesi. Kegiatan itu lebih ke hobi. Namun, bisa mendatangkan pundi-pundi ekonomi bagi para penghobi.

Para penghobi bonsai di Kabupaten Bojonegoro mengamini itu.

Baca Juga: Moch Abdul Aziz Siswa SMK Usia 18 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda di Kloter Pertama

Secara komunal, orang-orang telaten merawat tanaman bonsai ini lantas membuat ruang alternatif untuk meraih pundi ekonomi.

Ruang alternatif itu bak galeri tanaman bonsai. Tajuknya Pasar Bonsai Bojonegoro.

Lokasinya di Gang Sawahan, Kelurahan Sumbang, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Dibuka sekitar satu bulan lalu.

Koordinator Pasar Bonsai Bojonegoro Totok Sujatmiko menyebut, galeri ini dibuat berdasar kesepakatan para penghobi bonsai di Kabupaten Bojonegoro yang jumlahnya tak kurang dari 126 orang.

Para pebonsai itu, kata dia, ingin memejengkan tanaman-tanaman bonsai bersama-sama di satu titik. Sehingga, bisa nampak lebih semarak dan bagus. Merangsang ketertarikan masyarakat.

"Juga tentu saja bisa memicu pembelian tanaman bonsai. Sehingga, pemilik tanaman bonsai mendapat dampak ekonominya," ujarnya, Senin (22/4/2024) siang.

Baca Juga: Momen Libur Panjang, Harga Bawang Merah di Bojonegoro Meroket

Sedikitnya, kata pria karib disapa Mukidi itu, ada 100 tanaman bonsai mejeng di Pasar Bonsai Bojonegoro. Tanaman-tanaman "nyeni" itu karya sejumlah penghobi bonsai dari tujuh komunitas.

Tujuh komunitas penghobi bonsai ini berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Di antaranya Kecamatan Balen, Dander, Trucuk, Bojonegoro, dan Kapas.

"Ada aneka jenis tanaman bonsai di Pasar Bonsai Bojonegoro. Baik jenis lokal maupun impor," terang pria yang mengaku sudah menggeluti tanaman bonsai sejak 2006 silam ini.

Secara tujuan, kata Mukidi, hasil daripada Pasar Bonsai Bojonegoro ini cukup berhasil. Pengunjungnya cukup banyak. Per hari rerata ada sepuluh pengunjung dari Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.

Baca Juga: Sopir Mabuk, Truk Tangki LPG Tabrak Motor Tewaskan 1 Keluarga

"Pengunjung Pasar Bonsai Bojonegoro ada sesama penghobi bonsai. Ada pula masyarakat non penghobi bonsai," imbuh pria berdomisili tak jauh dari lokasi Pasar Bonsai Bojonegoro ini.

Untuk tingkat pembelian di Pasar Bonsai Bojonegoro, Mukidi mengatakan, cukup melegakan. Namun, detailnya dia tidak mengemukakan. Yang pasti, para penghobi bonsai sudah mendapat dampak baiknya.

Harga tanaman bonsai terendah di Pasar Bonsai Bojonegoro ini, lanjut Mukidi, Rp 30.000. Harga tertingginya sampai jutaan. Tergantung wujud tanaman bonsai  dan subyektifitas penjual-pembeli.

Menurut dia, Pasar Bonsai Bojonegoro adalah geliat ekonomi yang patut diatensi karena menjadi salah satu gravitasi ekonomi sektor tanaman. Kalau diseriusi, bisa juga menjadi identitas daerah. Bj-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU