Hardjo Mislan, 109 Tahun, asal Ponorogo Sabet Gelar Jemaah Haji Tertua se-Indonesia

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Rabu, 15 Mei 2024 18:33 WIB

Hardjo Mislan, 109 Tahun, asal Ponorogo Sabet Gelar Jemaah Haji Tertua se-Indonesia

SURABAYAPAGI, Surabaya - Embarkasi Surabaya tahun ini mencatat sejarah dengan kehadiran Hardjo Mislan, jemaah haji tertua se-Indonesia.

Di usia 109 tahun, pria yang akrab disama Miskan itu tergabung dalam kloter 19 Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, siap menunaikan rukun Islam kelima bersama tiga anggota keluarga lainnya.

Baca Juga: Perangkat Desa Turut jadi Tersangka

Lahir pada 2 Juli 1914 di Ponorogo, Miskan merupakan seorang veteran, menunjukkan semangat luar biasa meski usianya sudah lebih dari satu abad. Kesehatan fisiknya masih prima; ia mampu berjalan tanpa alat bantu.

"Saya sehat. Berangkat (haji) sama anak, mantu, dan besan," kata Miskan dengan tegas, saat ditemui di Asmara Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Rabu, (15/5/2024).

Keinginan Miskan untuk berhaji muncul dan makin kuat setelah ia melaksanakan umrah pada tahun 2017. Terpukau oleh pengalaman spiritual di tanah suci itu , ia pun memutuskan untuk mendaftar haji pada tahun 2019, di usia 104 tahun. "Sekarang 109 (usia). Daftar tahun 2019," jelasnya.

Ia begitu bersyukur setelah 5 tahun mendaftar, akhirnya mendapat panggilan untuk berangkat ke tanah suci tahun ini bersama anaknya yang bernama Sirmad, menantu, dan besannya.

Untuk mempersiapkan stamina fisiknya, setiap hari Miskan juga rajin berolahraga jalan kaki untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan menjaga pola makan.

"Ya setiap pagi jalan kaki dari rumah sampai depan jalan kemudian balik lagi. Supaya sehat," imbuhnya.

Baca Juga: Kisah Bambang Kusmanto, Jemaah Haji dengan Satu Telinga

Kakek yang memiliki 7 cucu ini pun juga membagikan sedikit resep agar tetap sehat sampai dengan usia 1 abad lebih tersebut. Yakni yang pertama Miskan rajin melakukan qiyamul lail atau shalat tahajud dan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT atas semua yang menimpa kehidupannya ini.

"Pahit tidak enak, ya sudah dijalani saja. Pasrah terhadap semua ketetapan Gusti (Allah SWT). Tidak usah dibuat susah sampai tidak enak maupun tidur," tuturnya.

Ia pun juga berharap semoga semua keluarganya senantiasa diberi kesehatan dan diberikan kemampuan juga untuk berhaji ke Baitullah.

"Mugi (semoga) diparingi sehat dan panjang umur. Anak cucu dan cicit mudah-mudahan bisa berhaji juga," tandasnya.

Baca Juga: PPIH Embarkasi Surabaya Jamin Kebutuhan Gizi Jemaah Haji: Siapkan Menu Khusus Lansia

Sekedar informasi, Miskan bersama anak, menantu, dan besannya itu tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Rabu (15/5/2024) pukul 08.00 WIB. Serta nantinya dijadwalkan terbang ke Madinah pada 16 Mei pukul 06.30 WIB.

Sirmad, anak Miskan, juga turut membagikan perjalanan pendaftaran haji sang ayah. "Alhamdulillah tahun 2019 saya daftarkan bersama mertua. Waktu saya daftar, usia bapak 104 tahun. Saya ditertawakan Kemenag, ‘umur sekian kok daftar haji?’. Tapi kuasa Allah kan kita nggak tahu, akhirnya kita berangkat," papar Sirmad.

Lanjut Sismad, Miskan merupakan mantan petani dan mantan perangkat desa yang kemudian mendirikan kelompok veteran bersama rekan-rekan seperjuangannya.

"Pekerjaan sebenarnya tani. Tapi tahun 1997 jadi pamong desa. Setelah itu keluar kemudian ketemu teman seperjuangannya akhirnya mengusulkan veteran. Karena mbah Kung (panggilan Sirmad ke Miskan) masuk dalam pejuang 45," pungkasnya. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU