SURABAYAPAGI.com, Blitar - Berkah menjelang Hari Raya Idul Adha, para perajin pisau di Kabupaten Blitar mulai kebanjiran orderan (pesanan). Salah satunya di Kecamatan Kademangan. Biasanya dalam sekali momen hari raya kurban, pesanan pisau yang diterimanya mencapai 500 buah.
Hasin, salah satu perajin pisau di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar mengungkap, pesanan pisau tersebut tak hanya dikirim ke wilayah Blitar saja, namun juga wilayah Kediri, Tulungagung hingga Surabaya.
Diketahui, Blitar memang menjadi jujukan warga untuk membeli pisau yang digunakan menyembelih hewan kurban. Pasalnya selain dibuat secara tradisional, bahan yang digunakan di pande besi juga lebih berkualitas yakni per baja bekas mobil atau truk.
“Ada yang dari Sumatra juga, tiba-tiba mampir sini terus beli sekitar sini juga banyak,” kata Hasin, Rabu (29/05/2024).
Lebih lanjut, Hasin sengaja mempertahankan proses pengerjaan pisau ini secara tradisional agar kualitas pisau yang dihasilkan tetap tajam. Mulai dari proses pembakaran besi baja hingga pembentukan dilakukan secara manual oleh empu pande (orang yang terbiasa membuat pisau, keris, hingga cangkul).
Tak khayal hal itulah yang membuat pisau produksi pande besi tradisional ini selalu dicari saat musim kurban datang. “Bahannya itu dari besi baja mobil atau truk kemudian kita buat tradisional seperti itu,” imbuhnya.
Sementara itu, saat disinggung perihal harga yang dipasarkan, tambah dia, harga pisau produksinya pun bervariatif. Untuk pisau sembelih hewan kurban dijual mulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. blt-01/dsy
Editor : Desy Ayu