Petani Padi Was-was, Harga Pupuk Mahal Ditambah Ancaman La Nina

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani padi sedang menanam padi di sawah. SP/ KDR 
Ilustrasi. Petani padi sedang menanam padi di sawah. SP/ KDR 

i

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Situasi harga beras yang mahal mulai menghantui para petani padi di Kediri, Jawa Timur. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya selain harga pupuk yang mahal, para petani mulai ketar-ketir memasuki musim El Nino.

Kepala Bulog Cabang Kediri Imam Mahdi mengungkap, atas kenaikan harga yang terjadi pada awal tahun ini, pihaknya mengatakan bahwa hal itu terjadi lantaran stok yang menipis. Sementara, permintaan dari masyarakat jumlahnya tetap. 

Imam menekankan bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 18 ribu ton. Dia menyebut stok tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Menurutnya, momen Idul Adha nanti tidak akan terlalu mempengaruhi harga beras.

“Supply-nya banyak. Harga mungkin naik tetapi tidak terlalu tinggi,” jelasnya, Kamis (30/05/2024).

Di sisi lain, Imam menerangkan bahwa tak hanya El Nino saja yang menyulitkan petani. Namun, La Nina juga akan bisa mengancam para petani. Yang menyebabkan produksi beras dalam negeri bisa terganggu.

Tak hanya itu, Imam juga mengungkapkan bahwa ongkos produksi di tingkat petani menjadi mahal. Pasalnya, kebanyakan para petani padi tidak bercocok tanam di lahan sawahnya sendiri. Melainkan sewa dari orang lain.

“Modal yang dikeluarkan tinggi, tidak sesuai dengan panennya,” tandasnya.

Sementara itu, Memasuki masa panen, stok beras di wilayah Kediri Raya semakin meningkat. Meskipun begitu, bukan berarti petani tidak memiliki masalah produksi. Mereka mengeluh harga pupuk yang kian melangit, lantaran harga pupuk non subsidi berbeda jauh dengan pupuk subsidi. 

“Pupuknya semakin mahal,” keluh Arif Mohadi (38) buruh tani asal Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem. 

Diketahui, harganya bisa dua kali lipat lebih. Bila pupuk subsidi per 50 kilogram dijual dengan harga Rp 125 ribu, pupuk non-subsidi dijual Rp 250 ribu. Bahkan ada yang dibanderol dengan harga Rp 325 ribu, tergantung merek yang dibeli.

Hal yang sama juga menjadi keluhan Imam, 58, petani di Desa Jabon, Kecamatan Meski saat ini harga gabah terbilang masih tinggi sebesar Rp 5.200 per kilogram, dia mengaku pendapatan tersebut sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Dia berharap ada pemerintah daerah turun ke lapangan  memberikan penyuluhan terkait masalah yang dialami petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Muhammad Ridwan, terus mengantisipasi lonjakan harga, program bantuan pangan (bapang) tetap berlangsung hingga Juni mendatang. Setelahnya, pihaknya akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat apakah bapang akan dilanjutkan atau tidak.

“Kami akan terus evaluasi dan analisis. Belum ada intervensi karena sifatnya situasional,” terang Muhammad Ridwan. kdr-01/dsy

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…