Anggaran Dinas Koperasi Dipakai Kampanye Pilgub Dukung Khofifah Periode ke-2

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 04 Jun 2024 10:36 WIB

Anggaran Dinas Koperasi Dipakai Kampanye Pilgub Dukung Khofifah Periode ke-2

i

Cuplikan kegiatan Bimtek Dinas Koperasi yang digunakan untuk kampanye Pilgub. Ist

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beredar video kampanye pilgub 2024 ditengah kegiatan resmi Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur. Video itu berisi kampanye Khofifah Indar Parawansa yang kembali maju di periode kedua.

Bendahara DPW PKB Jatim, Fauzan Fuadi pada Senin (03/06/2024) dan Selasa (04/06/2024) hari ini mengunggah video lewat status WhatsAppnya yang menarasikan ‘Khofifah Kampanye Gunakan Uang Rakyat’.

Baca Juga: Balas Jasa, Gibran Siap Kawal Kemenangan Khofifah - Emil di Pilgub Jatim 2024

Dalam video tersebut, juga ditulis APBD Jatim disalahgunakan untuk kampanye dengan dibungkus Bimtek Usaha KUKM Pembuatan Produk.

Dalam video tersebut terlihat sebuah kegiatan yang dihadiri sejumlah wanita. Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jatim pada tanggal 27-28 Mei 2024 di Hotel Movenpick Surabaya.

Baca Juga: Simulasi Pilgub Jatim 2024 ARCI: Khofifah-Emil Tembus 60,8 Persen

Usai acara, sejumlah wanita yang hadir dalam acara itu meneriakkan yel-yel dukungan untuk Khofifah Indar Parawansa yang saat ini hendak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024. “Khofifah, gas pol, Khofifah gas pol. Khofifah, menang-menang yes,” teriak para wanita tersebut seperti terekam dalam video.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah yang dikonfirmasi pada Selasa (04/06/2024) hari ini di nomor ponsel 08214145**** tidak menjawab panggilan, meskipun nada berdering. Pesan WhatsApp yang dikirimkan, juga tidak mendapat balasan hingga berita ini diturunkan.

Baca Juga: Ratusan Relawan Sahabat Dokter Agung Dukung Khofifah-Emil Dua Periode

Menanggapi hal tersebur, Fauzan Fuadi yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim langsung meminta teman-teman PKB untuk mengkaji hal tersebut dan mempertimbangkannya untuk melapor kepada pihak yang berwenang.

“Serius kita akan melaporkan ini, agar menjadi pembelajaran bagi ASN lain di lingkungan Pemprov Jatim agar tidak bermain-main dengan jabatannya. Digaji dari uang rakyat agar jujur dan taat dengan sumpahnya sebagai pamong rakyat, bukan malah seenaknya sendiri,” tukasnya. rko

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU